alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

154 Anak di NTB Terjangkit Korona, Lima Meninggal Dunia

MATARAM-Jumlah anak yang terjangkit covid-19 di NTB terus meningkat. Dinas Kesehatan NTB mencatat, tiga hari lalu 154 orang anak positif terjangkit. Lima orang di antaranya meninggal dunia. ”Empat yang meninggal itu bayi di bawah satu tahun, satu orang usia 15 tahun,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, Rabu (22/7/2020).

Jumlah itu kemungkinan sudah bertambah. Mengingat hampir setiap hari selalu ada kasus baru penularan virus korona pada anak. Catatan Lombok Post, berdasarkan rilis Gugus Tugas Covid-19 NTB, tanggal 19 Juli terdapat dua orang anak dari 34 sampel kasus baru positif.

Kemudian tanggal 20 Juli tercatat lima anak terjangkit dari 18 kasus positif baru, dan tambahan dua orang anak terjangkit dari 12 kasus baru per 21 Juli. Itu menunjukkan, kasus penularan pada anak masih terus terjadi. ”Kita harus tetap waspada, anak-anak dan lansia ini risiko tinggi,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, pencegahan penularan virus pada anak membutuhkan peran aktif orang tua. Karena berisiko tinggi, mereka harus dijaga dan di bawah pengawasan orang tua. Sebab anak tidak bisa menjaga dirinya sendiri. ”Kalau perlu tidak usaha membawa anak keluar rumah,” jelasnya.

Eka mengingatkan, karena risiko tinggi anak tentu lebih berbahaya jika terkena. Mereka belum memiliki sistem kekebalan tubuh yang sempurna. ”Masalah anak ini harus menjadi perhatian serius semua pihak,” kata Eka yang juga Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) NTB itu.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah meminta warga untuk tetap disiplin. ”Kedisiplinan menjalankan protokol covid tidak boleh kendor,” imbuhnya.

Kewaspadaan saat ini kembali melemah, termasuk pada anak-anak. Ia melihat anak-anak yang dibawa orang tua ke pasar justru tidak menggunakan masker. Hal sangat membahayakan, terutama anak-anak.

Jumlah kasus positif covid-19 di NTB hingga 21 Juli mencapai 1.789 orang. Rinciannya 1.133 orang sudah sembuh, 98 meninggal dunia, serta 558 orang masih dirwat. (ili/r5)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Buntut Penutupan Savana Propok, TNGR Perketat Pemeriksaan Pengunjung

”Dengan penutupan ini semua akan lihat, kalau berbuat begitu pasti akan ditutup,” kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Dedy Asriady, Rabu (5/8/2020).

Kasus Sewa Lahan Desa Sesela, Penyidik Perdalam Keterangan Saksi

Berkas penyidikan kasus dugaan korupsi penyewaan lahan untuk pembangunan tower tahun 2018 masih dilengkapi. Sejumlah saksi diperiksa maraton untuk melengkapi berkas penyidikan. ”Yang sudah kita periksa baru Ketua RT dan ada juga dari BPD (Badan Permusyawaratan Desa),” kata Kajari Mataram Yusuf, Rabu (5/8).

Efek Pandemi, Omzet Penjual Perlengkapan Sekolah di Mataram Merosot

”Tak hanya buku paket dan buku tulis saja. Hampir seluruh jenis peralatan sekolah alami penurunan penjualan. Bahkan menjalar ke barang-barang peralatan kantor,” katanya.  

Totalitas dalam Melindungi Hak Pilih

SALAH satu asas penting dalam pelaksanaan pemilu/pemilihan adalah asas jujur. Kata jujur ini tidak hanya muncul sebagai asas penyelenggaraan pemilu/pemilihan, namun juga hadir sebagai prinsip dalam penyelenggaraannya. Setiap kata yang disebut berulang-ulang apalagi untuk dua fondasi yang penting (asas-prinsip) maka kata itu menunjukkan derajatnya yang tinggi.

Sanksi Tak Pakai Masker, Bayar Denda atau Bersihkan Toilet Pasar

Peraturan daerah (Perda) tentang Penanggulangan Penyakit Menular berlaku efektif bulan ini. Denda bagi aparatur sipil negara (ASN) yang melanggar lebih berat dibandingkan warga biasa.

Pertama Sejak 1998, Ekonomi RI Kembali Minus, Resesi Sudah Dekat

Usai dua dekade berlalu, kini sejarah kelam pertumbuhan ekonomi minus kembali terulang. Badan Pusat Statistik (BPS) kemarin (5/8) melaporkan pertumbuhan ekonomi RI kuartal II 2020 tercatat -5,32 persen.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Ungkap Dugaan Pembunuhan LNS, Polres Mataram Periksa 13 Saksi

Penemuan jasad LNS, 23 tahun dalam posisi tergantung di dalam sebuah rumah di di perumahan BTN Royal, Jempong Baru, Sekarbela, Mataram menyisakan tanda tanya. Penyidik Polresta Mataram  memeriksa sejumlah saksi secara maraton.
Enable Notifications.    Ok No thanks