alexametrics
Kamis, 13 Agustus 2020
Kamis, 13 Agustus 2020

Kasus Pencabulan Anak di Gunungsari, LPA NTB Telusuri Korban Lain

MATARAM-Satpam berinisial AB diduga mencabuli anak berusia delapan tahun di salah satu perumahan di Ranjok, Lombok Barat (Lobar). Lembaga Perlindungan Anak (LPA) NTB turun melakukan penelusuran korban lain. ”Kita sudah agendakan turun. Indikasinya ada anak yang lain menjadi korban,” kata Koordinator Bidang Hukum dan Advokasi LPA NTB Joko Jumadi, Rabu (22/7).

Dia mengatakan, di setiap kasus pencabulan yang ditangani bukan hanya satu orang yang menjadi korban. “Biasanya perkara seperti ini korban tidak tunggal. Kita masih dalami itu,” ujarnya.

Apalagi, AB kerap dimintai bantuan untuk menjaga anak di komplek perumahan. Kondisi itu memungkinkan adanya korban lain. ”Dia melakukan hal itu kan karena ada peluang,” jelasnya.

LPA fokus memulihkan kondisi psikologis korban. Karena  korban masih trauma. ”Korban belum mau ngomong. Sepertinya psikologisnya terganggu. Itu yang perlu kita pulihkan,” ucapnya.

Kasus tersebut kini ditangani Subdit IV Ditreskrimum Polda NTB. ”Pelakunya sudah ditahan,” ujarnya.

Kasubdit IV Ditreskrimum Polda NTB AKBP Ni Made Pujawati mengatakan,  berkasnya masih terus dilengkapi. “Kita sudah melakukan rekonstruksi, pekan lalu,” kata Puja.

Dari hasil pemeriksaan, AB melakukan tindakannya di salah satu rumah kosong. Dia menjanjikan akan memberikan korban uang. ”Dijanjikan uang sebanyak Rp 3.000,”  jelasnya.

Di rumah kosong itu, pelaku menyuruh korban untuk memegang alat kelaminnya. Namun, korban menolak. ”Pelaku terus memaksa,” terangnya.

AB membuka celana korban. Lalu menidurkan. Hingga AB menidurkan dan menindih korban.

AB dijerat  pasal 81 ayat (2) juncto pasal 76 D Undang-undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan peraturan presiden pengganti Undang-undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya paling lama 15 tahun penjara. (arl/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Belajar Tatap Muka Harus Ada Izin Orang Tua Siswa

TALIWANG- Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) HW. Musyafirin menegaskan belajar tatap muka di sekolah di tengah covid-19 bisa saja digelar. Tetapi syaratnya harus ada izin atau persetujuan orang tua siswa.

Lima Daerah di NTB Alami Kekeringan Parah, Ini Daftarnya

Lima daerah di NTB mengalami kekeringan ekstrem dengan status awas. Yaitu Kabupaten Dompu, Bima, Sumbawa, Sumbawa Barat, dan Lombok Timur. ”Masyarakat  kami imbau mewaspadai dampak dari kekeringan,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat Luhur Tri Uji Prayitno, kemarin (11/8).

Tertular Korona, Satu Anggota DPRD Lombok Timur Diisolasi

SELONG-Salah seorang anggota DPRD Lotim berinisial SM terpapar covid-19. “Ya, ada anggota kami yang dikonfirmasi positif,” kata Wakil Ketua DPRD Lotim H Badran Achsyid membenarkan informasi tersebut saat dihubungi Lombok Post, Selasa (11/8).

Soal Wifi Gratis Dewan Mataram : Pak Sekda Jangan Siap-Siap Saja!

Niat DPRD Kota Mataram untuk memasang wifi gratis di setiap lingkungan segera terealisasi. “Pak Sekda sudah bilang siap. Tapi saya bilang jangan siap-siap saja. Harus segera, karena anak-anak sangat butuh,” terang Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Mataram Nyayu Ernawati.

Lale-Yusuf atau Pathul-Nursiah, Siapa Didukung Golkar di Loteng?

MATARAM-Tampilnya H Yusuf Saleh mendampingi Lale Prayatni atau Lale Sileng membuat dinamika politik di Lombok Tengah (Loteng) semakin dinamis. Tidak hanya untuk peta perebutan kursi Kepala Daerah tetapi untuk arah dukungan partai Golkar.

H Masrun : TGH Saleh Hambali Harus Jadi Pahlawan Nasional

PRAYA-Kiprah dan nama besar ulama NU TGH Saleh Hambali tercatat dalam sejarah. Tokoh ulama karismatik yang berkontribusi nyata dalam membangun pendidikan dan semangat kebangsaan di Lombok, NTB.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Penggali Kubur LNS di Mataram Sakit, Arwah Minta Organ Dikembalikan

Penyidik telah melakukan otopsi terhadap jenazah Linda Novita Sari (LNS) maha siswi unram yang diduga jadi korban pembunuhan. Bagian tubuh LNS diambil dokter forensik untuk proses pemeriksaan.

Berkarya Pecah, Baihaqi-Diyah Terancam

MATARAM-Dualisme kepengurusan di DPP Partai berkarya berimbas ke daerah. terutama bagi Paslon yang sebelumnya menerima SK dukungan dari kepengurusan Berkarya terdahulu. Salah satunya pasangan H Baihaqi-Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi (Baru) di Pilwali Mataram.

Ayo, Pekerja NTB Setor Nomor Rekening Dapat Bantuan Rp 600 Per Bulan

Para pekerja yang merupakan karyawan swasta di NTB tak boleh ketinggalan. Bagian Sumber Daya Manusia (HRD) di setiap perusahaan di NTB diingatkan agar proaktif menyetorkan rekening karyawan untuk mendapatkan bantuan Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah.
Enable Notifications.    Ok No thanks