alexametrics
Senin, 3 Oktober 2022
Senin, 3 Oktober 2022

Penyesuaian Tarif Angkutan Tunggu SK Gubernur, Ini Usulan Organda NTB

MATARAM-Kenaikan tarif angkutan umum menunggu penetapan dari Surat Keputusan (SK) Gubernur NTB. ”Sudah kami usulkan. Tinggal menunggu seperti apa nanti keputusan pak gubernur,” kata Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) NTB Junaidi Kasum.

Organda NTB telah mengusulkan kenaikan tarif angkutan dengan tarif batas bawah sebesar 20 persen dan batas atas 32 persen. Usulan tarif batas atas hingga 32 persen disesuaikan dengan kenaikan bahan bakar minyak (BBM) subsidi sebesar 30 persen.

Usulan kenaikan tarif dari Organda, berdasarkan masukan dari anggota se-NTB. Setelah adanya sosialisasi kenaikan BBM bersubsidi yang dilakukan bersama Badan Pengelola Transportasi Daerah (BPTD) Wilayah XII Bali dan NTB.

Penetapan tarif batas bawah dan batas atas dinilai sangat diperlukan. Ini demi menghindari terjadinya kompetisi yang tidak sehat dalam penjualan tiket antar para pelaku usaha transportasi. Karena itu, Organda akan tetap melakukan pengawasan terhadap oknum yang coba-coba memainkan tarif angkutan kendaraan.

Baca Juga :  Vaksinasi Anak di Lombok Timur Sudah Capai 48,72 Persen

”Jangan sampai ada oknum yang bermain, lalu pelayanan bus yang kurang, berisiko bagi kami,” tegas JK, sapaan karibnya.

Selain itu, usulan tarif batas bawah dan atas sebagai langkah Organda untuk mengantisipasi jika pemerintah kembali menaikkan harga BBM. ”Kalau naik lagi, tidak perlu kami lakukan penyesuaian tarif angkutan,” jelasnya.

JK menyebut jika keputusan gubernur keluar pada pekan ini, tarif baru angkutan umum akan langsung diterapkan. Organda juga telah melakukan sosialisasi kepada operator bus di Terminal Mandalika, Kota Mataram. Hanya saja, sebagian sopir menyebut tarif batas atas masih terlalu tinggi. Sehingga dikhawatirkan berdampak pada minat penumpang.

Penanggung Jawab Perusahaan Otobus (PO) Titian Mas Selamet Setia Budi mengatakan, pihaknya telah melakukan penyesuaian tarif angkutan menyusul keputusan pemerintah menaikkan harga BBM sebesar 30 persen beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  Sambut MotoGP, Energi Baru 11 Desa Wisata Bumi Gora

”Untuk tarif lama ke tarif baru AKAP dan AKDP berkisar antara Rp 50 ribu sampai Rp100 ribu per trayeknya. Penyesuaian harga pada setiap rute kami lakukan karena kenaikan harga BBM dan ini berlaku mulai dari 4 September lalu,” kata Selamet.

Sementara itu, Biro Hukum Setda NTB telah menuntaskan kajian yuridis formal terhadap SK tersebut. ”Sudah klir, tinggal kami naikkan ke pak gubernur,” kata Plt Kepala Biro Hukum Setda NTB Lalu Rudy Gunawan. (dit/r5)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/