alexametrics
Jumat, 25 September 2020
Jumat, 25 September 2020

Imbauan MUI NTB : Untuk Sementara, Beribadah di Rumah Dulu!

MATARAM-Pencegahan penyebaran covid-19 juga turut dilakukan Mejelis Ulama Indonesia (MUI) NTB. “Untuk sementara ibadah berjamaah sebaiknya dihindari, terutama di rumah-rumah ibadah dalam jumlah umat banyak,” kata Ketua MUI NTB Prof H Saiful Muslim, kemarin (23/3).

Ia mengimbau seluruh umat Islam di NTB menghindari aktivitas berkumpul dalam jumlah banyak. Hal itu sejalan dengan imbauan pemerintah dan fatwa yang dikeluarkan MUI pusat. ”Mari kita sama-sama patuhi fatwa yang dikeluarkan MUI,” katanya.

Saiful menjelaskan, di tengah wabah korona, umat diberikan keleluasaan melaksanakan ibadah berjamaah. Jika itu berbahaya bagi orang banyak, Islam membolehkan salat jumat di rumah. ”Dalam keadaan terpaksa seperti itu jumat bisa dilaksanakan di rumah, berjamaah sama keluarga,” katanya.

Karena itu, dia meminta masyarakat mencermati fatwa MUI tersebut sebagai pedoman. ”Sembari menjaga kesehatan kita, kesehatan keluarga dan kesehatan seluruh masyarakat kita,” imbuhnya.

Mematauhi fatwa tersebut merupakan upaya bersama-sama untuk menjaga keselamatan bersama. ”Kita menjaga yang sudah terkena agar tidak menular ke yang lain,” katanya.

Demikian pula bagi yang belum terkena untuk menjaga diri, tidak berkumpul supaya terhindar dari wabah korona. ”Ini demi keselamatan kita umat Islam dan Indonesia,” katanya.

Antonius Lopis, pembina masyarakat Kristen Kanwil Kemenag NTB menyerukan hal sama. Dia mengimbau para pimpinan gereja dan lembaga kristen untuk menjaga keselamatan umatnya. ”Sampaikan pesan dalam rangka mendukung upaya pemerintah mencegah virus korona,” katanya.

Seluruh pimpinan sinode di Indonesia, kata Lopis, sejalan dengan edaran pemerintah. ”Untuk sementara menghentikan kegiatan peribadatan kategori ibadah anak, taruna, kelompok pemuda, kaum ibu, bapak dan kaum lansia, sampai beberapa minggu ke depan,” imbuhnya.

Dia mengharapkan seluruh pimpinan gereja melakukan hal sama. ”Semata-mata demi keselamatan seluruh masyarakat NTB,” katanya.

Sementara, Ketua Majelis Jemaat GPIB Immanuel Bung Karno Mataram Pendeta V Hutauruk mengatakan, selama dua minggu ke depan, ibadah-ibadah tidak dilaksanakan di gereja. ”Termasuk ibadah minggu tanggal 22 dan 29 Maret tidak dilaksanakan di gereja, melainkan di rumah masing-masing,” katanya.

Dia mengimbau warga tetap menjaga kesehatan dan menerapkan pola hidup bersih. ”Mari kita bersama melawan korona,” serunya.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD NTB H Ahsanul Khalik mengatakan, semua pihak berperan penting dalam mencegah penyebaran virus korona, termasuk majelis-majelis umat beragama. ”Mari kita bersama pertahankan daerah negatif covid-19,” katanya.

Data hari Minggu (22/3) menunjukkan, jumlah orang diperiksa terkait kasus covid-19 mencapai 319 orang. Di antaranya 19 orang pasien dalam pengawasan (PDP) dan 300 orang orang dalam pemantauan (ODP).

Penambahan jumlah orang diperiksa karena banyak pekerja migran Indonesia (PMI) pulang kampung. Juga beberapa warga pulang dari daerah terpapar seperti Jakarta, Jawa Timur, Bali, dan daerah lainnya. ”Jangkauan pemeriksaan diperluas sebagai wujud peningkatan kewaspasdaan,” katanya.

Langkah antisipasi akan lebih masif dilakukan. ”Perang terhadap korona di NTB harus secara gotong royong,” katanya.

Karena itu, semua pihak harus terlibat. Masing-masing orang bisa melakukan dengan cara sederhana. ”Jaga jarak dalam setiap kesempatan dan hindari kerumunan,” katanya.

Selain itu, tidak menyentuh mata, hidung, mulut, dan sering cuci tangan. “Perbanyak kegiatan di rumah,” tegasnya. (ili/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Catat, Kampanye Undang Massa Bisa Dipidana

Seluruh calon kepala daerah yang akan berlaga dalam Pilkada serentak di tujuh kabupaten/kota di NTB telah ditetapkan, kemarin (23/6). Hari ini, para calon kepala daerah tersebut akan melakukan pengundian nomor urut. Kampanye akan dimulai pada 26 September. Seluruh kandidat harus hati-hati berkampanye di masa pandemi. Sebab, mengundang massa dalam kampanye bisa dikenakan pidana.

Dua Sopir Bupati Lotim pun Positif Tertular Covid-19

PELACAKAN kontak erat Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy yang positif terinfeksi Covid-19 masih terus dilakukan. Hingga kemarin, dari kontak erat yang telah menjalani uji usap atau swab, dua orang sopir Bupati Sukiman telah dipastikan positif Covid-19.

Dua Jempol untuk Penanggulangan Covid-19 Desa Bentek Lombok Utara

Desa Bentek meraih juara satu Kampung Sehat di Kecamatan Gangga, Lombok Utara. Berada di pintu masuk Kecamatan Gangga, desa ini memang dua jempol. Bidang kesehatannya oke. Bidang ekonominya mantap. Sementara bidang ketahanan pangannya juga menuai decak kagum. Pokoknya top!

Disdag Kota Mataram Gelar Pasar Rakyat, Warga Antusias

”Kami berterima kasih pada pihak Disdag karena kebutuhan rumah tangga bisa diakomodir sekaligus di sini dengan harga terjangkau,”  kara Nasrullah, lurah Pagutan Barat.

Dapodik Versi Terbaru Buat Bingung, Dikbud NTB Latih Operator Sekolah

Kami rancang untuk yang pulau Lombok dulu,” kata Kepala Seksi  GTK SMK Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Dikbud NTB Mu'azam, Rabu (23/9/2020).

SMK di NTB Mulai Persiapan Ikuti LKS Tingkat Nasional

”Siswa yang ikut, sedang menjalani training center (TC),” kata Kepala SMKN 3 Mataram Ruju Rahmad, Rabu (23/9/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Sutradara Trish Pradana, Angkat Kisah Mohan ke Layar Lebar

Sutradara Trish Pradana tak henti melahirkan karya. Di tengah Pandemi Korona ini ia kembali ke balik layar menuntaskan film baru bertajuk "Mohan". Ini merupakan film yang diangkat dari kisah hidup Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana sewaktu remaja.
Enable Notifications    Ok No thanks