alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Pengusaha Hotel Dukung Pemprov NTB Tutup Tempat Hiburan

MATARAM-Kebijakan Gubernur NTB untuk menutup tempat hiburan disambut baik pelaku usaha. “Kerugian pasti ada dan sangat besar sekali, apalagi kondisi senggigi sebelum virus korona ini sempat lesu,” kata Ketua Asosiasi Pengusaha Hiburan (APH) Senggigi Lombok Barat (Lobar), Suhermanto, kemarin (23/3).

Meski mengalami kerugian yang cukup besar, Suherman mengajak seluruh pengusaha mendukung imbauan gubernur. Yakni, menutup kegiatan (tempat hiburan) hingga 30 Maret mendatang.

“Pengusaha hiburan maupun restoran di Senggigi, siap mengikuti program pemerintah,” jelasnya.

Sebagai informasi, pengusaha di wilayah Senggigi telah menerima surat imbauan dari Gubernur NTB H Zulkieflimansyah sejak Minggu malam. “Tapi, ada beberapa perusahaan juga yang masih beroperasi. Seperti restoran dan rumah makan,” ucapnya.

Beroperasinya rumah makan hingga restoran di kawasan Senggigi dinilainya masih menjadi kebutuhan masyarakat setempat. Ataupun wisatawan yang masih tinggal di wilayah tersebut.

“Kalau kami kalkulasi, kurang dari 100 perusahaan yang tutup di Senggigi. Dari anggota, ada 23 perusahaan yang tutup. ,” tuturnya.

Di sisi lain, nasib para karyawan menjadi perhatian besar bagi perusahaan. Mengingat, perusahaan harus menaati imbauan resmi dari gubernur.

“Sebenarnya ini berat, apalagi bagi karyawan. Tapi sejauh ini, karyawan kami minta diam di rumah, ini bukan PHK,” ujarnya.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) NTB Ni Ketut Wolini mengatakan, dirinya menyambut baik dengan langkah pemerintah yang menutup  tempat hiburan. Karena memang dilakukan untuk meminimalisir penyebaran virus korona (Covid-19).

“PHRI mendukung langkah yang diambil pak gubernur. Salah satunya, dengan menutup tempat hiburan. Dan teman-teman pengusaha juga mendukung itu,” katanya. (tea/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks