alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Lima Wilayah Ini Sukses Tekan Korona Karena Lebih Cepat Lakukan Karantina

KARANTINA wilayah atau lockdown memang tidak bisa menyelesaikan pandemi Covid-19. Sebab, antivirus SARS-CoV-2 belum ditemukan. Juga belum ada obat yang dipastikan seratus persen bisa menyembuhkan pasien yang tertular. Namun, kebijakan tersebut dirasa tepat untuk menekan angka penularan dan kematian. Sukses atau tidaknya bergantung pada waktu penerapannya.

Laos adalah salah satu contoh negara yang sukses menerapkan lockdown. Kasus pertama penularan Covid-19 di negara tersebut terjadi pada 24 Maret. Pada 30 Maret, pemerintah langsung menerapkan lockdown total hingga pertengahan April. Kebijakan itu diperpanjang hingga 3 Mei. Hasilnya, hanya ada 19 kasus di negara yang berbatasan dengan Thailand, Kamboja, Vietnam, Tiongkok, dan Myanmar tersebut. ’’Empat orang sudah sembuh dan keluar dari rumah sakit,’’ ujar Wakil Menteri Kesehatan Laos Phouthone Meaungpak.

Suriname juga menerapkan lockdown walaupun hanya sebagian. Meski begitu, negara tersebut sudah bersiap meski belum ada kasus. Pada 2 Maret, jalur Guyana-Suriname ditutup tanpa batas waktu. Kasus pertama di negara tersebut baru terjadi pada 13 Maret. Keesokan harinya, semua perbatasan dan bandara ditutup. Dua hari setelahnya, semua sekolah diliburkan.

Pada 28 Maret, mereka menerapkan lockdown sebagian dan jam malam. Penduduk dilarang keluar dari rumah pukul 20.00-06.00. Orang-orang juga dilarang berkumpul lebih dari sepuluh orang. Transportasi umum dibatasi dan orang yang tertular wajib dikarantina di gedung yang disediakan pemerintah. Hingga saat ini, hanya ada enam kasus di negara tersebut.

Sebagai negara yang berbatasan dengan Tiongkok, Vietnam sangat waspada. Mereka belajar dari wabah SARS 2002-2003 lalu. Sehari setelah kasus pertama terdeteksi, mereka langsung menghentikan penerbangan ke Wuhan. Virus SARS-CoV-2 yang menjadi penyebab Covid-19 kali pertama terdeteksi di Wuhan, Hubei, Tiongkok.

Beberapa hari kemudian, mereka menutup perbatasan sepanjang 1.400 kilometer yang menghubungkan Vietnam-Tiongkok. Perlintasan hanya diperbolehkan untuk urusan penting. Pemerintah juga mewajibkan memakai masker di area publik serta menangkap orang-orang yang mengambil keuntungan dengan menjual masker dan barang kebutuhan lain dengan harga yang tidak masuk akal.

Pemerintah memang baru menerapkan lockdown pada 1 April, tapi situasi di negara tersebut sangat terkendali. Bangkok Post mengungkapkan bahwa Vietnam melakukan tes kepada 180.067 penduduk dan hanya 268 orang yang terbukti positif. Itu pun 83 persennya sudah sembuh. Rabu (22/4) pemerintah Vietnam berencana melonggarkan kebijakan dengan menghapuskan lockdown di beberapa wilayah.

Timor Leste juga menjadi negara yang patut dicontoh. Mereka menerapkan lockdown jauh hari sebelum ada kasus Covid-19 di negara tersebut. Mereka menyebutnya sebagai langkah pencegahan.

Di Benua Eropa, Yunani bisa menjadi contoh nyata kesuksesan lockdown. Ada 2.408 kasus di negara tersebut dan 121 lainnya meninggal. Jumlah itu sangat rendah jika dibandingkan dengan negara-negara Eropa lainnya. Yunani tahu diri. Mereka termasuk negara dengan finansial pas-pasan. Selain itu, populasi lansia di negara tersebut tinggi. Itu adalah sasaran empuk penularan Covid-19.

Yunani meliburkan sekolah-sekolah pada 10 Maret ketika kasus belum sampai seratus dan belum ada korban jiwa. Tiga hari kemudian, kafe, restoran, dan toko-toko lainnya ditutup setelah satu orang meninggal. Pada 23 Maret, Negeri Para Dewa itu menerapkan lockdown nasional.

’’Negara lain yang memiliki infrastruktur rumah sakit yang lebih baik dan punya lebih banyak unit ICU per populasi berkhayal bahwa sistem mereka mampu mengatasi (Covid-19). Jadi, mereka menunda langkah pencegahan,’’ kata Kepala Institute for Social and Preventive Medicine Yunani Yannis Tountas seperti dikutip Washington Post. Di Yunani, angka kematian hanya 121 orang. Bandingkan dengan Italia yang mencapai 25.085 orang. Padahal, Italia merupakan salah satu negara di Eropa dengan sistem kesehatan terbaik.

Yunani hanya punya 600 unit ICU. Banyak dokter yang pergi mencari peluang di negara lain karena perekonomian negara yang terpuruk selama beberapa tahun. Tahu bahaya mengancam, staf di rumah sakit-rumah sakit dilatih untuk mengatasi virus tersebut sejak Januari. Kala itu Covid-19 belum menjadi pandemi.

Kombinasi lockdown lebih awal, persiapan, deteksi penularan, dan berbagai kebijakan lainnya membuat negara-negara di atas sukses menekan angka kematian. Yang bisa dilakukan negara-negara saat ini adalah bertahan menjauhi kemungkinan terburuk sedapat-dapatnya hingga vaksin dan pengobatan ditemukan.

’’Lockdown memberi kita banyak waktu untuk mempersiapkan manajemen (penanganan) Covid-19,’’ tegas Direktur National Institute of Traditional Medicine Debaprasad Chattopadhyaya.

Pakar penyakit menular senior dari National University Hospital (NUH) Profesor Dale Fisher mengungkapkan, SARS-CoV-2 adalah virus yang cerdas dan punya kemampuan unik. Bisa menginfeksi sekaligus mengakibatkan penyakit.

’’Virus itu bisa menemukan blind spot kita, mencari orang yang rentan, dan menemukan area yang tingkat penularannya tinggi,’’ ujarnya seperti dikutip The Straits Times.

Pencarian Vaksin

Sementara itu, para menteri luar negeri ASEAN bertemu Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo. Forum US-ASEAN Foreign Minister Meeting itu dilangsungkan secara daring kemarin (23/4). Indonesia menyampaikan beberapa hal. Terutama tentang pentingnya penguatan kerja sama dalam menghadapi pandemi Covid-19. ”Pertama, penekanan agar kemitraan strategis antara ASEAN dan AS dapat berfungsi dan bermanfaat, terutama di masa sulit ini,” tutur Menlu Retno Marsudi.

Menlu menyadari, banyak negara menghadapi tantangan berat terkait dengan Covid-19. Namun, dia yakin, ketika semua bersatu dan saling membantu, beban tersebut akan menjadi lebih ringan. Dia juga menyuarakan agar seluruh negara mengesampingkan perbedaan dan fokus pada upaya penanganan. ”Karena itu, kami mengusulkan, untuk jangka pendek, pentingnya bekerja sama memenuhi kekurangan yang masih terus dihadapi terkait kelengkapan alat medis dan obat-obatan,” paparnya.

Pertemuan itu juga membicarakan tema pengembangan vaksin Covid-19. Menlu berharap, ketika vaksin sudah tersedia, negara berkembang dan least developed countries (LDC) bisa mendapatkannya dengan harga terjangkau.

Retno juga mengumumkan, keterlibatan Indonesia dalam upaya mencari vaksin dan obat Covid-19 mulai diwujudkan. Indonesia merupakan bagian dari 100 negara yang sedang melaksanakan uji coba dalam upaya menemukan obat untuk Covid-19.

Ada 14 RS yang disiapkan untuk ambil bagian dalam uji coba klinis obat Covid-19. ”Sembilan di antaranya sudah memulai uji coba klinis pada pekan ini,” terangnya. Namun, dia tidak memerinci lebih jauh RS mana saja yang terlibat uji coba klinis itu.

Upaya lain, laboratorium Eijkman saat ini juga sedang mengembangkan convalescent plasma (plasma penyembuh) untuk terapi Covid-19. ”Kemudian, Biofarma berkolaborasi dengan partner luar negeri untuk memproduksi vaksin masa depan dan menjadi bagian dari uji coba klinis,” tambah Retno. (sha/mia/byu/c11/ayi/JPG/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Gak Pakai Masker, PNS Bakal Didenda Rp 200 Ribu

Aturan wajib menggunakan masker diberlakukan di Kota Bima. Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menegaskan sanksi bagi pelanggar akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemrov) NTB.

Tiga Dokter dan Delapan Perawat RSUD Dompu Diisolasi

Sebanyak 11 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Dompu yang sempat kontak dengan HM, pasien positif Covid-19 meninggal dunia menjalani isolasi. Masing-masing tiga dokter dan delapan perawat.

Lamaran Ditolak, Dosen di Bima Tikam Pacar Hingga Tewas

Naas menimpa  Intan Mulyati, 25 tahun warga Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Dia merenggang nyawa ditangan pacarnya sendiri Arif Satriadi, 31 tahun, yang merupakan seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bima, Rabu (5/8).

Kasus Pengadaan ABBM Poltekes Mataram Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pengadaan alat bantu belajar mengajar (ABBM) Poltekkes Mataram tahun 2016 segera rampung. “Progres cukup bagus. Sebentar lagi naik penyidikan,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Haris Dinzah, Rabu (5/8).

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Masuk Destinasi Wisata Terpopuler Asia 2020, Lombok Siap Mendunia

”Kalau masuk di ranking dunia artinya kita adalah destinasi yang memang layak untuk dikunjungi,” kata Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) NTB Awanadi Aswinabawa, Rabu (5/8/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks