alexametrics
Kamis, 13 Agustus 2020
Kamis, 13 Agustus 2020

Organda NTB Keluhkan Larangan Mudik, Ribuan Sopir Butuh Bantuan Pemerintah

MATARAM-Larangan mudik yang diberlakukan mulai hari ini (24/4) dikeluhkan pengusaha angkutan. “Pemberlakuan ini sangat berdampak bagi kami, jika larangan mudik diberlakukan,” kata Ketua DPD Organisasi Angkutan Darat (Organda) NTB Antonius Zaremba Mustaf Kamal, kemarin (23/4).

Meski demikian, nasib para pekerja angkutan masih bisa terjamin. Walaupun adanya larangan mudik tersebut. Mereka mendapatkan bantuan dari pemerintah. Sedangkan para pengusaha, sudah di cover dari bantuan adanya relaksasi kredit.

Sampai saat ini, dari Organda NTB telah mendata jumlah pekerja di industri angkutan NTB. Terutama para pengemudi angkutan darat, baik untuk angkutan orang maupun barang terhadap dampak Covid-19.

“Karena bahasa mereka sama nol (tidak ada penghasilan), baik itu untuk angkot, angdes, AKDP, maupun AKAP pasti terdampak semua. Itu sudah kita data,” ujarnya.

Saat ini, jumlah yang sudah dimasukkan dalam data Organda NTB ke Dinas Perhubungan NTB maupun DPP Organda 2.714 sopir dan kondektur. Walaupun, nantinya ada tambahan-tambahan lagi. Kendati, data tersebut belum semua kabupaten/kota menyerahkan.

“Di luar Loteng dan Bima. Artinya itu semua belum tercover, tetapi itu yang sudah di upayakan dengan menyerahkan data ke Dishub,” tuturnya.

Di sisi lain, bantuan yang diberikan Rp 600 ribu per sopir per bulannya. “Kalau sekarang sudah di kaitan dengan dilarang mudik. Kalau kita bilang dampak, ya pasti berdampak bagi pengusaha karena tidak ada omset dan pasti berdampak kepada pengemudi,” katanya.

Lebih lanjut, akan ada bantuan yang diberikan kepada pengemudinya. Artinya paling tidak masih membantu untuk sisi pengemudi. Walaupun bantuannya di anggap minim oleh pengemudi.

“Ya itulah makanya solusinya, artinya kalau kita katakan secara bisnis ya jelas (merugi). Biasanya lebaran ini panen, tetapi karena bahaya covid-19, otomatis tidak ada,” tuturnya.

Terkait, adanya larang mudik, pihaknya sudah ada koordinasi dengan Dirlantas Polda NTB. “Dari data polisi ada 5.930 orang pekerja yang dikumpulkan, bisa dikatakan jumlah pekerja di industri angkutan berada di bawah 10 ribu karyawannya,” tutupnya. (tea/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Belajar Tatap Muka Harus Ada Izin Orang Tua Siswa

TALIWANG- Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) HW. Musyafirin menegaskan belajar tatap muka di sekolah di tengah covid-19 bisa saja digelar. Tetapi syaratnya harus ada izin atau persetujuan orang tua siswa.

Lima Daerah di NTB Alami Kekeringan Parah, Ini Daftarnya

Lima daerah di NTB mengalami kekeringan ekstrem dengan status awas. Yaitu Kabupaten Dompu, Bima, Sumbawa, Sumbawa Barat, dan Lombok Timur. ”Masyarakat  kami imbau mewaspadai dampak dari kekeringan,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat Luhur Tri Uji Prayitno, kemarin (11/8).

Tertular Korona, Satu Anggota DPRD Lombok Timur Diisolasi

SELONG-Salah seorang anggota DPRD Lotim berinisial SM terpapar covid-19. “Ya, ada anggota kami yang dikonfirmasi positif,” kata Wakil Ketua DPRD Lotim H Badran Achsyid membenarkan informasi tersebut saat dihubungi Lombok Post, Selasa (11/8).

Soal Wifi Gratis Dewan Mataram : Pak Sekda Jangan Siap-Siap Saja!

Niat DPRD Kota Mataram untuk memasang wifi gratis di setiap lingkungan segera terealisasi. “Pak Sekda sudah bilang siap. Tapi saya bilang jangan siap-siap saja. Harus segera, karena anak-anak sangat butuh,” terang Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Mataram Nyayu Ernawati.

Lale-Yusuf atau Pathul-Nursiah, Siapa Didukung Golkar di Loteng?

MATARAM-Tampilnya H Yusuf Saleh mendampingi Lale Prayatni atau Lale Sileng membuat dinamika politik di Lombok Tengah (Loteng) semakin dinamis. Tidak hanya untuk peta perebutan kursi Kepala Daerah tetapi untuk arah dukungan partai Golkar.

H Masrun : TGH Saleh Hambali Harus Jadi Pahlawan Nasional

PRAYA-Kiprah dan nama besar ulama NU TGH Saleh Hambali tercatat dalam sejarah. Tokoh ulama karismatik yang berkontribusi nyata dalam membangun pendidikan dan semangat kebangsaan di Lombok, NTB.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Penggali Kubur LNS di Mataram Sakit, Arwah Minta Organ Dikembalikan

Penyidik telah melakukan otopsi terhadap jenazah Linda Novita Sari (LNS) maha siswi unram yang diduga jadi korban pembunuhan. Bagian tubuh LNS diambil dokter forensik untuk proses pemeriksaan.

Berkarya Pecah, Baihaqi-Diyah Terancam

MATARAM-Dualisme kepengurusan di DPP Partai berkarya berimbas ke daerah. terutama bagi Paslon yang sebelumnya menerima SK dukungan dari kepengurusan Berkarya terdahulu. Salah satunya pasangan H Baihaqi-Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi (Baru) di Pilwali Mataram.

Ayo, Pekerja NTB Setor Nomor Rekening Dapat Bantuan Rp 600 Per Bulan

Para pekerja yang merupakan karyawan swasta di NTB tak boleh ketinggalan. Bagian Sumber Daya Manusia (HRD) di setiap perusahaan di NTB diingatkan agar proaktif menyetorkan rekening karyawan untuk mendapatkan bantuan Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah.
Enable Notifications.    Ok No thanks