alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Pembawa Virus Korona Semakin Sulit Terdeteksi, Warga NTB Harus Lebih Waspada

PENAMBAHAN kasus positif Covid-19 di NTB membeludak. Pembawa virus kini semakin sulit diketahui sejak tiga daerah ditetapkan sebagai daerah transmisi lokal Covid-19.

Kamis (23/4) kemarin, NTB mencatat rekor kasus baru tertinggi yakni 38 kasus baru dalam sehari. Dengan tambahan itu, kasus positif Covid-19 di NTB membengkak menjadi 153 orang. ”Sebanyak 15 orang sembuh, empat meninggal dunia, dan 134 orang masih dirawat,” kata Sekda NTB H Lalu Gita Ariadi, dalam keterangan persnya, kemarin (23/4).

Lebih lanjut, Gita menyebut, dari 120 sampel yang diperiksa kemarin, 80 sampel negatif, dua pasien sampel ulangan masih positif, dan 38 sampel kasus baru positif Covid-19. Ke-38 kasus itu berasal dari Lombok Barat lima orang, Kota Mataram sembilan orang, Sumbawa satu orang, dan 23 orang dari Dompu.

Lima orang yang positif dari Lombok Barat merupakan jamaah tablig klaster Gowa, Sulawesi Selatan. Rekam jejak mereka sama, pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. ”Saat ini mereka menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik,” jelas Gita.

  Kelima orang itu adalah pasien nomor 116, Tn. S, laki-laki, 61 tahun, penduduk Desa Perampuan, Kecamatan Labuapi. Pasien nomor 117, Tn. HAG, laki-laki, 51 tahun, penduduk Desa Perampuan, Kecamatan Labuapi, dan pasien nomor 118, Tn. N, laki-laki, 38 tahun, penduduk Desa Duman, Kecamatan Lingsar.

Kemudian pasien nomor 119, Tn. A, laki-laki, 38 tahun, penduduk Desa Gili Gede, Kecamatan Sekotong dan pasien nomor 120, Tn. M, laki-laki, 25 tahun, penduduk Desa Perampuan, Kecamatan Labuapi.

Demikian pula, 23 orang asal Kabupaten Dompu, semuanya merupakan jamah tablig klaster Gowa. Mereka pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan orang yang sakit Covid-19 tidak pernah. ”Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Dompu dengan kondisi baik,” jelasnya.

  Dari 23 orang itu, empat dari Kecamatan Woja, delapan orang dari Kecamatan Kilo, lima orang dari Kecamatan Dompu, tiga orang Kecamatan Manggalewa, dua lainnya dari Desa Hu’u, Kecamatan Hu’u, dan satu orang dari Desa Doropeti, Kecamatan Pekat.

Satu orang dari Kabupaten Sumbawa yakni pasien nomor 144, RL, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Desa Labuhan Jambu, Kecamatan Tarano. Dia juga klaster Gowa dam saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Sumbawa.

Sementara sembilan orang dari Kota Mataram juga klaster klaster Gowa. Delapan diantaranya pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar, satu orang tertuluar pasien klaster Gowa.   

Satu orang yang tertular yakni pasien nomor 153, An. F, perempuan, usia 12 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan. ”Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit tapi kontak erat dengan pasien nomor 108,” kata Gita.

Kabar baiknya, kemarin empat orang sembuh dari Covid-19. Setelah pemeriksaan swab dua kali, hasilnya negatif. Keempat orang ini adalah pasien nomor 37, Ny. NLEY, perempuan, 46 tahun, penduduk Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Dia merupakan salah satu staf khusus gubernur NTB. ”Saat ini sudah dalam keadaan sehat,”kata Gita.

Pasien nomor 07, Tn. M, laki-laki, usia 59 tahun, penduduk Kota Mataram. Pasien  nomor 31, DAR, perempuan, usia 15 tahun, penduduk Monjok Kota Mataram, dan pasien nomor 29, FYT, perempuan, usia 15 tahun, penduduk Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram.

Untuk mencegah penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melacak semua orang yang pernah kontak dengan pasien positif.

Rapid Diagnostic Test (RDT) dilakukan terhadap 522 tenaga kesehatan, tidak ada yang reaktif, 1.090 ODP/ OTG diperiksa dengan hasil 28 orang reaktif, dan 1.765 PPTG perjalanan Gowa Makassar diperiksa dengan hasil 400 orang reaktif. ”Semua orang dengan hasil reaktif dilanjutkan pemeriksaan swab,” katanya.

Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) 358 orang, 222 orang PDP masih dalam pengawasan, 136 orang PDP sembuh, dan 15 orang meninggal. Untuk orang dalam pemantauan (ODP) jumlahnya 4.639 orang. ”Sebanyak 842 orang masih dalam pemantauan,” jelasnya.

Gita menambahkan, untuk mengantisipasi dampak sosial ekonomi, bantuan JPS Gemilang sudah dibagikan. Di Kota Mataram 2.685 KK, Kabupaten Lombok Utara 4.079 KK dan Kabupaten Lombok Barat 7.648 KK.

Awas Transmisi Lokal

Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nrurhandini Eka Dewi mengingatkan, dengan ditetapkannya Kota Mataram, Lombok Barat, dan Lombok Timur sebagai daerah transmisi lokal, dia mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan.

”Kita tidak tahu siapa dia di sekitar kita yang kemungkinan menularkan kepada kita,” katanya.

Karena itu, anjuran memakai masker saat keluar rumah itu harus dipatuhi. Aturan-aturan yang dibuat pemerintah demi kebaikan bersama. ”Maskerku melindungimu, maskermu melindungiku,” katanya.

Terapkan social distancing saat beraktivitas dan lebih baik lagi jika masyarakat tetap di rumah. ”Ini adalah cara paling ampuh untuk mencegah penularan virus Korona,” tegasnya.

Bagi masyarakat yang telah berkeluarga mereka harus menjaga anggota keluarga dan mengurangi kontak fisik dengan orang lain. ”Yang punya anak-anak tolong kalau tidak perlu sekali anak-anaknya tidak usah keluar rumah,” imbuhnya. (ili/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

2021, Pemkot Mataram Usulkan 400 Formasi CPNS

Pemkot Mataram mengusulkan 400 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2021. Jumlah tersebut hasil kalkulasi dari kebutuhan pegawai daerah ini pada tahun 2020 dan 2021.

VIDEO : Pilwali Mataram Dianul-Badrun Maju ke Tahap Verfak

Bakal pasangan calon (Bapaslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota H Dianul Hayezi-H Badrun Nadianto yang maju melalui jalur perseorangan melaju ke tahap verifikasi faktual (Verfak). “Dari hasil Vermin (verifikasi administrasi) syarat dukungan pasangan DR (Dianul-Badrun) sudah melebih target. Lanjut ke tahap verfak,” kata Ketua KPU Kota Mataram M Husni Abidin, Selasa (4/8).

Kisah Baitul Askhiya Sekarbela (1) : Semua Berawal dari 12 Dermawan

Apa yang dilakukan 97 dermawan ini patut diteladani. Kehadiran mereka yang tergabung dalam Yayasan Peduli Umat Baitul Askhiya telah meringankan beban ratusan orang.

Libur Korona Semakin Panjang, Anak-anak Lupa Pelajaran Sekolah

"Kita sudah lupa (pelajaran)," kata Rio, salah satu anak di Pagutan, Kota Mataram saat ditanya, apakah ia masih ingat materi pelajarannya di sekolah.

Lulus 2018, Pelantikan 262 CPNS Mataram Tertunda Karena Korona

Sebanyak 262 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang lulus pada tahun 2018 lalu harus bersabar. Sebab, pelantikan mereka harus ditunda karena wabah Korona.

Di NTB, Keluarga Kini Boleh Ikut Pemulasaraan Jenazah Pasien Korona

Dirreskrimsus Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra mendatangi RSUD Kota Mataram, Senin (3/8) lalu. Ia melihat bagaimana proses pemulasaran jenazah pasien Covid-19 yang dilakukan pihak rumah sakit.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Tertangkap di Bandara Lombok, Satpam Selundupkan Sabu dari Batam

Pria asal Batam berinisial AK, 47 tahun dibekuk tim khusus Ditresnarkoba Polda NTB, Minggu (2/8). Pria yang bekerja  sebagai satpam itu ditangkap setelah turun dari pesawat di Bandara Internasional Lombok (BIL).

NTB Waspada, Penularan Korona Terdeteksi di Usaha Rumahan

Penularan virus Korona di NTB kian tidak terkendali. Transmisi lokal kian merajalela. Hampir tidak ada ruang yang bebas dari penularan virus. Bahkan rumah pun mulai tidak aman. Terutama bagi mereka yang membuka usaha di rumah.

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...
Enable Notifications.    Ok No thanks