alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Pulang dari Pasar Mandalika Periksa ke RSUD, Warga Bengkel Positif Korona

GIRI MENANG-Enam kecamatan yang ada di Lombok Barat kini berstatus zona merah. Kecamatan Kediri, Lingsar, Narmada, Gunungsari, Batulayar, dan yang terbaru adalah Kecamatan Labuapi.

Untuk kasus di Labuapi terdapat Nyonya N, berusia 62 tahun, penduduk Desa Bengkel, Kecamatan Labuapi, Lombok Barat. Nyonya N tercatat sebagai pasien positif nomor 99. Hasil penelusuran Dikes NTB dia tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19 dalam dua pekan terakhir. Selain itu ia tidak memiliki riwayat kontak secara intensif dengan pasien positif korona.

“Memang betul itu adalah warga kami di Desa Bengkel. Beliau dinyatakan positif tanpa klaster,” jelas Camat Labuapi Lalu Mohammad Hakam kepada Lombok Post, Rabu (22/4).

Sesuai rilis Pemerintah Provinsi NTB, N dinyatakan positif Covid-19 kemarin malam. Ia tidak memiliki riwayat perjalanan keluar daerah atau kontak dengan pasien psoitif Korona. Hanya saja, warga Dusun Bengkel Selatan Mekar, Desa Bengkel ini memang memiliki riwayat penyakit kronis bronkhitis. Ia sering sakit-sakitan batuk, demam, dan sesak nafas.

“Kami sudah melakukan penelusuran riwayat aktivitas yang bersangkutan. Sebelum berobat ke RSUP NTB, ia pernah ke Pasar Mandalika di Bertais (Kota Mataram). Sepulangnya dari sana, penyakitnya kambuh,” ujar Hakam.

Ia pun sempat berobat ke Puskesmas Kediri. Namun karena kondisinya tak juga membaik, maka Sabtu pekan lalu ia datang berobat ke RSUD Provinsi NTB. Karena memiliki gejala Covid-19 yakni batuk demam dan sesak napas, ia pun dirawat di ruang isolasi. Sampai ia kemudian dinyatakan positif Covid-19.

“Kami tidak berani berpsekulasi apakah warga kami ini terpapar virus di pasar atau di rumah sakit. Yang bisa kami lakukan hanya melakukan penelusuran terhadap warga yang pernah kontak dengan N,” ungkapnya.

Diketahui ada 31 orang warga di Desa Bengkel yang pernah kontak dengan N. Mereka akan melakukan rapid tes yang akan dilakukan pihak Puskesmas Labuapi. Untuk mengetahui apakah mereka memiliki gejala terpapar (rekatif) atau tidak.

Sementara Kepala Dusun Bengkel Selatan Mekar Ahmadi mengaku tidak menyangka salah seorang warganya akan terpapr virus Covid-19. Lantaran, upaya pencegahan telah jauh sevelumnya ia lakukan pertengahan April lalu. Mulai dari penyemprotan disinfektan, hingga penyediaan tempat cuci tangan menggunakan sabun.

“Kita paling ketat dan sudah melakukan isolasi mandiri paling awal. Nggak nyangka ada warga yang kena (terpapar virus Korona),” akunya.

N, memang diketahuinya memiliki riwayat penyakit bronkhitis sejak beberapa bulan lalu. Jauh sebelum mencuat wabah virus korona. Ia sering keluar masuk berobat ke puskesmas dan rumah sakit. Tidak ada kecurigaan jika warga tersebut akan terpapar korona. “Kami pikir penyakit biasa,” ucapnya.

Sehingga ia benar-benar tidak menyangka, N yang diketahui telah menjanda dua bulan lalu semenjak ditinggal suaminya akan terpapar virus Korona. Sekarang, ia pun dirawat di RSUP NTB bersama salah seorang anaknya yang masih kecil.

“Kami antarkan makanan untuk yang bersangkutan bersama anaknya setiap hari,” ungkap Adi, sapaannya.

Terkait rencana rapid tes untuk warga yang memiliki riwayat kontak dengan N, Adi mendapatkan informasi jika pelaksanaannya ditunda hingga Senin pekan depan. Lantaran kelengkapan alat rapid tes masih kosong di Dinas Kesehatan Lobar maupun provinsi. Sehingga pihak yang pernah kontak diminta melakukan isolasi mandiri di rumahnya masing-masing.

Dengan kondisi ini, Adi terpaksa harus terus mengintensifkan upaya pencegahan penularan. Mulai dengan penyemprotan disinfektan hingga mengimbau warga tetap menggunakan masker dan rajin mencuci tangan. (ton/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Masuk Destinasi Wisata Terpopuler Asia 2020, Lombok Siap Mendunia

”Kalau masuk di ranking dunia artinya kita adalah destinasi yang memang layak untuk dikunjungi,” kata Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) NTB Awanadi Aswinabawa, Rabu (5/8/2020).

Buntut Penutupan Savana Propok, TNGR Perketat Pemeriksaan Pengunjung

”Dengan penutupan ini semua akan lihat, kalau berbuat begitu pasti akan ditutup,” kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Dedy Asriady, Rabu (5/8/2020).

Kasus Sewa Lahan Desa Sesela, Penyidik Perdalam Keterangan Saksi

Berkas penyidikan kasus dugaan korupsi penyewaan lahan untuk pembangunan tower tahun 2018 masih dilengkapi. Sejumlah saksi diperiksa maraton untuk melengkapi berkas penyidikan. ”Yang sudah kita periksa baru Ketua RT dan ada juga dari BPD (Badan Permusyawaratan Desa),” kata Kajari Mataram Yusuf, Rabu (5/8).

Efek Pandemi, Omzet Penjual Perlengkapan Sekolah di Mataram Merosot

”Tak hanya buku paket dan buku tulis saja. Hampir seluruh jenis peralatan sekolah alami penurunan penjualan. Bahkan menjalar ke barang-barang peralatan kantor,” katanya.  

Totalitas dalam Melindungi Hak Pilih

SALAH satu asas penting dalam pelaksanaan pemilu/pemilihan adalah asas jujur. Kata jujur ini tidak hanya muncul sebagai asas penyelenggaraan pemilu/pemilihan, namun juga hadir sebagai prinsip dalam penyelenggaraannya. Setiap kata yang disebut berulang-ulang apalagi untuk dua fondasi yang penting (asas-prinsip) maka kata itu menunjukkan derajatnya yang tinggi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Ungkap Dugaan Pembunuhan LNS, Polres Mataram Periksa 13 Saksi

Penemuan jasad LNS, 23 tahun dalam posisi tergantung di dalam sebuah rumah di di perumahan BTN Royal, Jempong Baru, Sekarbela, Mataram menyisakan tanda tanya. Penyidik Polresta Mataram  memeriksa sejumlah saksi secara maraton.
Enable Notifications.    Ok No thanks