alexametrics
Jumat, 12 Agustus 2022
Jumat, 12 Agustus 2022

Benahi Fasilitas Objek Wisata !

MATARAM-Infrastruktur yang rusak. Sampah yang menumpuk. Pelayanan kesehatan. Hingga buruknya fasilitas objek wisata menjadi keluhan-keluhan warga melalui aplikasi NTB Care.

Kemarin (23/6), jumlah pengaduan yang masuk 18 aduan. Empat aduan mengeluhkan kondisi infrastruktur jalan kecamatan dan desa di Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Lombok Barat. Kemudian lima aduan menyoroti masalah perilaku hidup bersih, dan fasilitas umum di beberapa obyek wisata yang tidak terawat. Salah satunya di sekitar KEK Mandalika.

Juga  pengaduan pemilik lahan yang memprotes tanahnya dijadikan tempat buang sampah. Kemudian keluhan tentang kesehatan salah warga Pringgabaya, Lombok Timur, anaknya pernah gizi buruk ditambah epilepsi. Namun Dinas Kesehatan NTB sudah menanganinya. Saat ini sedang diupayakan untuk mendapatkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dari pemda.

Beberapa warga juga mempertanyakan bantuan dana pembangunan rumah rusak berat akibat gempa. Mereka mengaku rumahnya rusak sudah dilakukan perbaikan oleh pokmas, tiba-tiba dana di rekening ditarik kembali. Alasannya rumahnya sudah baik.

Baca Juga :  Mafia Tanah Perburuk Iklim Investasi NTB

“Kami berharap BPBD segera mengklarifikasi dan merespons pengaduan tersebut,” ujar Plt. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) NTB I Gede Putu Aryadi, kemarin (23/6).

Salah seorang warga juga menyampaikan keluhan melalui akun Facebook Gubernur NTB. Dia memprotes kurang nyamanan pelayanan petugas saat perawatan medis orang tuanya di RSUD NTB.

Satu pengaduan terkait dugaan pelanggaran hukum atau tindak pidana korupsi di salah satu instansi di  kabupaten. “Laporan itu sudah diteruskan ke APH,” katanya.

Gede menambahkan, Diskominfotik NTB juga telah menerima data dari Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI, tentang beredarnya sejumlah berita bohong di akun media sosial. Sedikitnya 31 berita bohong beredar via media sosial dalam sepekan terakhir.

Baca Juga :  Selama Pandemi Warga Tionghoa NTB Hampir Setiap Hari Salurkan Bantuan

Termasuk isu hoax di akun Facebook Archangel Samuel yang memposting sebuah video mengerikan, seolah-olah  telah terjadi kerusakan hebat dan menelan banyak akibat gempa 4,6 SR  di Lombok Timur, 18 Juni lalu.

Faktanya, video tersebut tidak benar. Gempa saat itu, merupakan getaran kecil yang tidak menimbulkan dampak kerusakan dan korban. “Kami imbau seluruh masyarakat hati-hati menanggapi informasi yang kurang jelas sumbernya,” katanya.

Terkait dana gempa yang ditarik, Kepala Pelaksana BPBD NTB H Asanul Khalik menjelaskan, dana-dana tersebut ditarik karena setelah dilakukan validasi data penerima keliru. Harusnya dia rusak ringan tapi mendapat bantuan rumah rusak berat.

Total ada Rp 173 miliar dana rehabilitasi dan rekonstruksi yang ditarik. Uang itu dimasukkan ke rekening BPBD untuk diproses kembali. (ili/r5)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/