alexametrics
Jumat, 7 Agustus 2020
Jumat, 7 Agustus 2020

Pemprov Jamin Anggaran Berkualitas

MATARAM-Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2019 dan APBD 2020 dibahas sekaligus. Tapi kualitas anggaran tidak boleh diabaikan.

Plt Kepala BPKAD NTB H Zainul Islam memastikan, meski dibahas dalam waktu bersamaan, namun kualitas APBD tidak akan berkurang. Semua dokumen disiapkan lebih cermat. Pembiayaan untuk program unggulan  menjadi prioritas untuk dipenuhi. “Kualitas tetap kami jamin, tidak akan dirumuskan sembarangan,” katanya.

BPKAD dalam hal ini masih menunggu draf KUA-PPAS yang tengah disiapkan bersama Bappeda NTB. Rencananya, minggu kedua bulan Juli sudah diserahkan ke DPRD NTB untuk dibahas. Usulan KUA-PPAS bisa dua sekaligus. Tapi yang lebih dahulu dibahas adalah rancangan APBD murni 2020. “Amanatnya APBD murni dulu kita siapkan,” ujaranya.

Dua APBD dibahas bersamaan karena akan ada pergantian anggota DPRD NTB. Bila menunggu legislatif baru, dikhawatirkan anggaran tidak akan tuntas sampai akhir tahun. Karena itu harus dibahas sekaligus dan ditargetkan tuntas sebelum 31 Agustus. “Sudah ada jadwalnya, kami harap tidak ada perubahan,” ujaranya.

Penjabat Sekda NTB H Iswandi menjelaskan, Tim Anggaran Pemerintah Darah (TAPD) ingin pembahasan APBD tepat waktu. Jangan sampai setelah pergantian legislatif, pembahasan anggaran molor.

Meski pembahasan dalam waktu bersamaan, Iswandi yakin kualitas APBD tidak akan berkurang. Tim akan bekerja optimal. Ditambah dukungan dewan yang ingin pembahasan selesai sebelum jabatan berakhir, itu akan mempermudah. ”Kalau kita bersama-sama tidak ada yang tidak bisa,” ujarnya.

Wakil Ketua DPRD NTB TGH Mahalli Fikri yakin bisa selesai telat waktu, eksekutif dan legislatif sudah sepakat dengan jadwal yang mereka buat.  Karena itu, Badan Anggaran (Banggar) dan TAPD  akan bekerja sama agar pembahasan nanti lancar. “Makanya kami doakan semuanya tetap sehat dan kuat,” harapnya. (ili/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Pasien Korona Keluyuran, NTB Siapkan Denda Rp 50 Juta atau Penjara

Pasien positif Covid-19 wajib menjalani isolasi secara ketat. Jika pasien positif Covid-19 tersebut terbukti keluyuran sebelum dinyatakan sembuh dipastikan akan dipidana. “Ketentuan pidana dalam Perda menyebut, dikenakan pidana kurungan paling lama enam bulan atau denda paling banyak Rp 50 juta,” kata Kepala Biro Hukum Setda NTB H Ruslan Abdul Gani, Kamis  (6/8).

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Sosialisasi dan Penilaian Lomba Kampung Sehat Sampai September

PAMATWIL Kabag Sumda Polres Bima AKP Arief Hamid menggelar asistensi dan pemantauan kesiapan desa-desa di Kecamatan Palibelo, Bima, untuk mengikuti Lomba Kampung Sehat.

Kisah Serbat Jahe Desa Langko Lobar yang Bikin Kepincut Ibu Negara

Di tengah pandemi Korona sekarang ini, stamina dan imunitas tubuh harus tetap terjaga. Nah, minuman tradisional dari Desa Langko, Lombok Barat ini patut dicoba. Bentuknya Serbat Jahe. Ibu Negara Iriana Joko Widodo saja mencobanya.

Potensi Kebakaran Hutan di NTB Tinggi, DLHK Intensifkan Pengawasan

”Petugas KPH kami sekarang patroli 24 jam di lokasi yang selama ini sering terjadi kebakaran hutan,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, kemarin (6/8/2020).

Idola Baru Wisatawan, Bukit Pal Jepang Terapkan Sistem Booking Online

Begitu dibuka, Bukit Pal Jepang Desa Sapit, Kecamatan Suela, jadi incaran wisatawan. Dalam sebulan, bukit dengan ketinggian 2.300 meter di atas permukaan laut itu sudah didaki 3.550 wisatawan. Ibarat tengah berpuasa, inilah waktunya berbuka, setelah selama pandemi Covid-19 menahan dahaga akan sepinya wisatawan.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks