alexametrics
Jumat, 10 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020

Bom Ikan, Dua Nelayan Ditangkap di Perairan Lombok Timur

MATARAM-Terduga pelaku pengebom ikan berinisial SD, 54 tahun dan AR, 32 tahun dibekuk petugas. Mereka ditangkap Tim Gabungan Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) dan TNI Angkatan Laut. ”Kita tangkap pelaku setelah melakukan pengeboman di wilayah perairan Lombok Timur (Lotim),” kata Pengawas Perikanan PSDKP Benoa Bali Hari Purwanto, Senin (22/6).

Penangkapan itu berawal dari laporan Pokmaswas Petrando, Selasa (16/6) lalu. Mereka dicurigai membuang bungkusan di wilayah perairan Lombok Timur (Lotim). “Saat kami dekati, mereka berupaya melarikan diri,” jelasnya.

Petugas pun melakukan pengejaran. Mereka berhasil menyandar ke daratan terlebih dahulu. ”Mereka kabur meninggalkan perahu,” ujarnya.

Dari hasil penggeledahan perahu yang ditinggalkannya, ditemukan beberapa barang bukti. Seperti bom ikan yang  sudah dirakit menggunakan botol, beserta alat rakitan bom lainnya. “Kita amankan barang buktinya,” ujarnya.

Selanjutnya, tim melakukan pengembangan. Ternyata, perahu tersebut milik SD dan AR. ”Lalu kita melakukan pengejaran dan menangkap pelaku di rumahnya, Jumat (19/6) lalu,” ujarnya.

Direktur Pengawasan PSDKP Matheus Eko Rudianto mengapresiasi penangkapan yang dilakukan aparat gabungan tersebut. Tim gabungan tidak patah semangat meskipun pelaku berhasil melarikan diri ke daratan. ”Terungkapnya kasus ini berkat kerja keras tim,” ujarnya.

”Ini menjadi momentum yang baik dimana aparat penagak hukum dan masyarakat dapat saling bahu membahu dalam memberantas destructive fishing”, terang Eko.

Eko juga menjelaskan bahwa dalam beberapa hari terakhir juga dilakukan penangkapan di beberapa wilayah lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa KKP yang bekerja sama dengan TNI AL terutama dengan Posal terdekat, sangat serius dalam memberantas kegiatan penangkapan ikan secara illegal. ”Pelaku pengeboman ikan ini harus ditindak karena dapat merusak lingkungan dan ekosistem,” tegasnya.

Komandan Lanal Mataram Kolonel Laut (P) Suratun mengatakan, TNI AL siap bersinergi dengan aparat penegak hukum lainnya termasuk KKP dalam memberantas praktik-praktik destructive fishing di wilayah perairan NTB. ”TNI AL tentu akan memberikan dukungan penuh agar kegiatan penangkapan ikan dengan cara yang merusak ini dapat diberantas,” jelas Suratun.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 86 ayat (1) juncto pasal 12 ayat (1),  Pasal 84 ayat (1) juncto Pasal 8 ayat (1), Huruf a Undang-undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan, sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009. Ancaman hukumannya enam tahun penjara.

Pelaku SD baru kali pertama melakukan pengeboman ikan. Dia melakukan pengeboman ikan itu untuk mencari ikan kecil sebagai umpan. ”Saya hanya cari ikan untuk sebagai umpan. Seperti ikan lembain, dan lainnya,” kata SD.

Dia membeli bom ikan itu dari seseorang. Kebetulan dia diberikan harga murah. ”Saya dikasih harga Rp 50 ribu per botolnya,” terangnya.

SD berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi. ”Saya kapok pak. Tidak bakal lagi mengulanginya,” pungkasnya. (arl/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Mataram Bisa Tiru Depok, Tak Pakai Masker Denda Rp 200 Ribu

Pemkot Mataram merespons kritikan Wakil Gubernur NTB. Kemarin, tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP, TNI, dan Polri melakukan penertiban di pagi buta. Sasarannya, para pedagang di Pasar Kebon Roek, Ampenan.

Kuliah ke Luar Daerah, Warga Mataram Harus Bebas Korona

Warga Kota Mataram yang kuliah di luar daerah cukup banyak. Kemarin kata dia, sekitar 50 mahasiswa mengajukan permintaan melakukan rapid test. Dari jumlah tersebut tidak ada yang hasilnya reaktif.

12 Karyawan Bank di Cilinaya Mataram Positif Korona

Di Kelurahan Cilinaya misalnya. Di sini tercatat ada 12 karyawan salah satu bank terpapar virus Korona. “Sebenarnya hanya satu. Namun setelah kita tracing, menjadi 12 orang yang positif,” kata Lurah Cilinaya I Gusti Agung Nugrahini, Kamis (9/7)

Di Kediri Lobar, Ibu Rumah Tangga Diduga Jual Narkoba

WM, 28 tahun, warga asal Kediri Selatan ditangkap Satres Narkoba Polres Lobar. Ia bersama kedua rekannya MA dan MU diduga menjadi penjual dan penyalahguna narkotika jenis sabu. Bahkan, WM alias Dewi ini diketahui sebagai penjual obat penenang tanpa izin pihak instansi kesehatan.

Pariwisata Lesu, Pengusaha Travel Lombok Bertahan lewat Promo

Agen travel perjalanan wisata terus berupaya bertahan dalam ketidakpastian Pandemi Korona. Sektor ini menjadi salah satu yang paling terdampak akibat turunnya kunjungan wisatawan. ”Kami upayakan tetap bangkit seiring dengan penerapan new normal yang sedang digaungkan,” kata Kukuh Laro, pemilik Duta Lombok Transport.

Berdayakan UMKM Lokal, Bappeda NTB Tunggu Pergub

Pergub Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) hingga kini belum rampung. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB masih menunggu kelanjutan masukan dan revisi dari gubernur. ”Sampai hari ini (kemarin,Red) kita belum terima. Jika sudah ada, akan langsung kita jadikan landasan dalam memberdayakan UKM/IKM,” kata Kepala Bappeda NTB Amry Rakhman, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (9/7/2020).

Paling Sering Dibaca

Jika Masih Tak Patuh, Seluruh Pasar di Mataram Bakal Ditutup Paksa

akil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengancam akan menutup pasar yang mengabaikan protokol kesehatan. Ancaman tersebut disampaikan Wagub saat menggelar inspeksi mendadak di Pasar Mandalika, kemarin (8/7). Dia mendapati langsung banyak pedagang dan pembeli tidak mengenakan masker.

Zona Merah Korona, Wagub NTB : Mana Pol PP Mataram, Kenapa Sembunyi?

Pemkot Mataram dinilai lemah dalam merespon dan menangani Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun begitu geregetan. Meski zona merah dengan kasus positif dan kematian tiap hari, penerapan protokol kesehatan di ibu kota justru sangat longgar. Tak lagi ada pengawasan macam sedang tidak terjadi apa-apa.

Istri Model Suami Youtuber, Bantah Cari Sensasi “Mahar Sandal Jepit”

Pernikahan dengan mahar sandal jepit Iwan Firman Wahyudi dan Helmi Susanti bukan bermaksud mencari  sensasi di media sosial. Menurut mereka ikatan mereka tulus beralas kasih sayang.

Pilbup Loteng, Lale Prayatni Mulai Goyang Posisi Pathul Bahri

Lobi politik tersaji di DPP Partai Gerindra. Dari informasi yang dihimpun Lombok Post, diam-diam SK Gerindra dibidik Prayatni melalui ‘lorong’ Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

Turun dari Rinjani, Warga Lombok Tengah Tewas Jatuh ke Jurang

Pendakian di Gunung Rinjani kembali memakan korban jiwa. Sahli, 36 tahun, warga Desa Tampak Siring, Lombok Tengah meninggal setelah terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, Senin (6/7).
Enable Notifications.    Ok No thanks