alexametrics
Selasa, 14 Juli 2020
Selasa, 14 Juli 2020

Tak Patuh Cegah Korona, Polda NTB Ancam Tutup Paksa Destinasi Wisata

MATARAM-Destinasi wisata atau tempat usaha yang tidak mematuhi protokol Covid-19 tidak akan diberi ampun.

”Kalau tidak mematuhi saya minta para Kapolres setempat menutup sementara,” tegas Kapolda NTB Irjen Pol Muhammad Iqbal, Selasa (23/6).

Sentilan Wakil Gubernur NTB terkait longgarnya penjagaan destinasi wisata, kata Iqbal, harus jadi atensi semua pihak. Ia pun memerintahkan jajarannya turun melakukan sosialisasi.

”Mengimbau semua masyarakat mematuhi protokol Covid-19,” katanya.

Pendekatan persuasif tetap dikedepankan. Tapi bila pengelola tidak mengindahkan imbauan pemerintah, kepolisian bisa menutup.

”Saya perintahkan ditutup, demi keselamatan. Saya minta ditutup sampai penanggungjawab tempat wisata mematuhi (protokol Covid-19) itu,” katanya.

Demikian juga terhadap warga, mereka diimbau secara baik-baik agar mengenakan masker dan tetap jaga jarak fisik. Tapi kalau tidak mau, terpaksa dibubarkan.

”Pembubaran juga tetap dengan persuasif dan humanis, bukan dengan kekerasan,” katanya.

Iqbal juga berharap pemda kabupaten/kota menindaklanjuti imbauan Wakil Gubernur Hj Sitti Rohmi Djalilah. Seperti diberitakan Lombok Post sehari sebelumnya, Wagub memang meminta para bupati dan wali kota tanggung jawab menyusul banyaknya destinasi wisata yang menerima pengunjung tapi tanpa pemberlakuan protokol kesehatan yang memadai.

Kapolda mengatakan, meski kondisi kesehatan warga yang datang ke tempat wisata itu bagus, kemudian penularan di daerah tempat destinasi wisata itu berada menurun. ”Tapi protokol kesehatan itu menjadi esensi, itu harus kita patuhi dalam kondisi apa pun,” katanya.

Bahkan, meski kelak tidak ada lagi penularan virus Korona di NTB, protokol Covid-19 tetap dijalankan. ”Harus dibiasakan, apalagi dalam konteks publik area,” ujarnya.

Ia yakin bila protokol dijalankan dengan benar, kasus penularan virus Korona lambat laun akan berkurang. Sehingga perekonomian kembali menggeliat.

 

Pemkot Tidak Tahu

 

Sementara itu, Sekda Kota Mataram H Effendi Eko Saswito mengatakan, Pemkot Mataram sampai saat ini belum membuka destinasi wisata. Karena itu dia memastikan, tempat wisata yang dikunjungi warga dibuka pengelola tanpa sepengetahuan Pemkot Mataram.

”Belum ada secara resmi kita membuka,” katanya.

Berbeda halnya dengan tempat umum lain yang sudah dibuka Pemkot Mataram seperti mal. Hal tersebut telah diatur dengan protokol Covid-19 yang ketat. ”Kalau tidak menerapkan Covid-19 pemerintah akan menutup,” tegasnya.

Karena itu, jika saat ini ada destinasi wisata yang ramai dikunjungi warga, ia meminta OPD terkait melakukan pengawasan. Pembukaan sebuah destinasi harus melalui tahapan evaluasi terlebih dahulu.

”Jika memungkinkan baru akan dibuka. Tapi sekarang belum,” katanya.

Pemprov NTB sendiri tadinya menjadwalkan pembukaan destinasi wisata secara bertahap. Itu pun dengan protokol yang sangat ketat. Pembukaan tersebut tadinya akan dimulai dari kawasan wisata tiga gili di Lombok Utara. Pembukaan dijadwalkan 20 Juni, namun mundur. Saat ini sedang dalam proses persiapan oleh organisasi perangkat daerah terkait.

Sementara itu, hingga tadi malam, jumlah kasus Covid-19 di NTB telah mencapai 1.102 orang, dengan perincian 763 orang sembuh, 47 meninggal dunia, dan 292 orang masih dalam perawatan.

Kemarin, tambahan kasus baru 21 orang, 19 orang sembuh, dan dua orang meninggal. Dua orang yang meninggal merupakan kaum lanjut usia. ”Keduanya memiliki riwayat penyakit komorbid,” kata H Lalu Gita Ariadi, dalam keterangan persnya.

Kedua pasien meninggal adalah pasien nomor 1072, IWG, laki-laki, usia 73 tahun, penduduk Desa Batu Mekar, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Kemudian pasien nomor 1085, IWW, laki-laki, usia 74 tahun, penduduk Kelurahan Mayura, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. (ili/JPG/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Banyak Warga Mataram Menyepelekan Korona

Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram membubarkan kegiatan Car Free Day (CFD) di Jalan Udayana, kemarin. Sebab, kegiatan ini dinilai ilegal. Belum mendapat izin dari pemerintah dan aparat keamanan.

Bantu Nelayan Lobster, Pemprov NTB Diminta Lobi Pemerintah Pusat

Sebagian nelayan lobster di Dusun Awang Balak Desa Mertak, Pujut, Lombok Tengah beralih menjadi pekerja migran Indonesia (PMI). “Mereka berangkat sejak larangan ekspor benih lobster,” tutur salah seorang nelayan lobster Sayid Kadir Al Idrus pada Lombok Post, Minggu (12/7/2020).

Pemprov Kerahkan OPD dan Pol PP Awasi 19 Pasar di Mataram

Pemprov NTB mengerahkan pegawai dan anggota polisi pamong praja mengawasi pasar tradisional di Kota Mataram. Hal itu dilakukan untuk mencegah penularan virus korona.

Mulai Ramai Pengunjung, Perekonomian di Sembalun Menggeliat Lagi

Kawasan wisata Sembalun, Lombok Timur mulai ramai dikunjungi wisatawan lokal. Peningkatan pengunjung memang terasa sepekan terakhir.

Lembaga Pendidikan Nonformal di Mataram Dilarang Belajar Tatap Muka

Bukan hanya sekolah, Pemkot Mataram belum mengizinkan lembaga pendidikan nonformal (PNF) menggelar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka. ”Masih dilarang,” kata Kepala Disdik Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali, kepada Lombok Post Minggu (12/7/2020).

Penuhi Persyaratan, Sekolah di NTB Bisa Buka Mulai September

Tahun ajaran baru 2020/2021 tepat dimulai hari ini. Namun, karena pandemi, sekolah belum diperbolehkan menggelar KBM (kegiatan belajar mengajar) tatap muka. ”Tidak diperkenankan,” kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah, seperti yang tertulis dalam surat edarannya.

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.

Tertangkap, Buron Pembunuh Polisi di Sumbawa Ditembak

Pelarian RH alias Bim terhenti pada Minggu pagi kemarin. Tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Uji Siswanto, Kanit Reskrim Polsek Utan tertangkap.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).
Enable Notifications.    Ok No thanks