alexametrics
Kamis, 18 Agustus 2022
Kamis, 18 Agustus 2022

Ini Barang-barang yang Tidak Boleh Dibawa JCH ke Tanah Suci

MATARAM-Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) NTB menemukan sejumlah barang bawaan Jamaah Calon Haji (JCH), yang tidak berkaitan dengan pelaksanaan ibadah di Tanah Suci. Seperti beras, sambal, lontong, hingga minyak goreng.

Selain bahan-bahan untuk memasak, petugas juga menemukan ada JCH membawa rokok melebihi ketentuan. Sehingga kelebihannya harus disita petugas. ”Kalau satu slop masih boleh,” kata Kepala Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) NTB Zaidi Abdad.

Barang-barang tersebut dinilai masih wajar. Setidaknya jika dibandingkan JCH dari luar NTB, yang kedapatan membawa cobek, palu, hingga paku. ”Kami sudah antisipasi sejak awal, barang bawaan harus jadi perhatian (JCH),” ujarnya.

Sejak manasik haji, PPIH NTB telah menginformasikan kepada JCH apa-apa saja yang boleh dan tidak di bawa ke Tanah Suci. Sehingga JCH tidak membawa barang yang aneh-aneh, di luar kepentingan ibadah. Ketentuan tersebut diharapkan bisa dipatuhi JCH, agar pelaksanaan ibadah haji bisa berjalan lancar.

Baca Juga :  Menpan RB Keluarkan Moratorium Penyetaraan Jabatan Fungsional

Selain itu, kata Zaidi, ketentuan mengenai koper juga harus ditaati. JCH dibekali tiga tas, antara lain koper dengan kapasitas 32 kilogram; tas kabin tujuh kilogram; dan tas selempang untuk dokumen-dokumen penting JCH.

”Tidak boleh bawa koper sampai beranak. Maksimal dua, ditambah satu tas kecil,” imbaunya.

Sebelum terbang ke Tanah Suci, tas milik JCH diperiksa petugas. Dari hasil pemeriksaan terhadap tiga kloter pertama itulah ditemukan barang-barang seperti lontong, sambal, minyak goreng, hingga beras.

Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Mataram dr Aulianto menyebut, barang bawaan yang tidak sesuai ketentuan terpaksa disita petugas. Tidak diperkenankan untuk ikut terbang ke Tanah Suci.

Ia pun meminta JCH untuk tidak membawa makanan ke Arab Saudi. Sebab, seluruh kebutuhan makan untuk JCH telah ditanggung pemerintah. Bahkan di ibadah haji tahun ini, JCH mendapat makan tiga kali sehari. ”Barang-barang yang diisita nanti bisa diambil keluarganya,” katanya.

Baca Juga :  Peringati Mayday, PLN UIP Nusra Bersihkan Pantai

KKP mengantisipasi barang berupa makanan yang dibawa JCH. Sebab, dikhawatirkan makanan yang dibawa bisa menimbulkan gangguan pencernaan saat perjalanan terbang maupun begitu tiba di Arab Saudi.

”Kami khawatir timbul gangguan kesehatan, terutama pencernaan,” tandas Aulianto. (dit/r5)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/