alexametrics
Kamis, 18 Agustus 2022
Kamis, 18 Agustus 2022

PT Hamparan Karya Insana Kembali Berangkat PMI ke Malaysia

MATARAM-Sebanyak 37 Pekerja Migran Indonesia (PMI) diberangkatkan PT Hamparan Karya Insani menuju Malaysia. Pengiriman ini menjadi yang kali pertama dilakukan setelah Malaysia kembali membuka pintu untuk para pekerja migran.

Alhamdulillah. Awalnya ada 40 orang, tapi tiga orang dokumennya tidak lolos di sistem,” kata Direktur Utama PT Hamparan Karya Insani Hj Sri Puji Pajriani, Kamis (23/6).

PMI sebanyak 37 orang tersebut terbang ke Malaysia melalui Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM), Rabu (22/6), untuk bekerja pada perusahaan Kulim Berhad. Pemberangkatannya dilepas Ketua Asosiasi Pengusaha Pekerja Migran Indonesia (APPMI) Muazzim Akbar. ”PMI yang kami kirim ini untuk bekerja di sektor perladangan,” ujarnya.

Saat ini, administrasi untuk pengiriman PMI ke Malaysia dilakukan secara online. Terintegrasi antara sistem di pemerintah Indonesia dengan Malaysia. Sehingga menutup celah terjadinya pengiriman PMI secara unprosedural.

Baca Juga :  Penyelundup Kambuh Lagi, Polres Lobar Sita 4.600 Benih Lobster

Sri juga mengapresiasi program Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB yang fokus pada pengiriman PMI yang berkompeten. Ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan PMI.

”Jadi PMI yang dikirim ke negara penempatan, harus dipastikan prosedural dan memiliki kompetensi sesuai pekerjaan,” kata Sri.

Adanya MoU antara pemerintah Indonesia dan Malaysia, turut membantu P3MI. Salah satunya, tidak ada lagi beban biaya untuk mengirimkan PMI ke Malaysia. PMI pun turut diuntungkan. Mereka mendapatkan gaji layak, yang jika dirupiahkan sebesar Rp 5,5 juta per bulan. Ditambah adanya jaminan uang lembur serta fasilitas lainnya.

Sistem online membuat seluruh prosedur pengiriman terbuka. PMI bisa dengan mudah mendapat informasi terkait hak dan kewajiban. Kepastian tersebut membuat keluarga PMI di kampung serta perusahaan pengirim PMI tidak merasa khawatir, jika terjadi sesuatu kepada PMI. ”Perusahaan juga nyaman dan aman merekrut CPMI,” sebut Sri.

Baca Juga :  Sudah 2020, Infrastruktur Lombok-Sumbawa Masih Jomplang

Lebih lanjut, persyaratan pengiriman PMI ke Malaysia harus diisi secara online. PMI juga harus memastikan telah menerima minimal vaksin dosis kedua. Selanjutnya mengunduh aplikasi MySejahtera yang dikembangkan Pemerintah Malaysia. Aplikasi ini memudahkan pelacakan kontak di penanganan pandemi covid di Malaysia.

Sri mengatakan, setelah pengiriman 37 PMI tersebut, pihaknya akan terus mengirimkan PMI prosedural setiap minggunya. ”Mohon doa. Yang kemarin kami kirm itu dari Lotim dan Loteng, insya Allah setelah ini PMI dari wilayah lain di NTB. Dengan harapan bisa membantu pemulihan ekonomi masyarakat,” tandasnya. (dit/r5)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/