alexametrics
Kamis, 18 Agustus 2022
Kamis, 18 Agustus 2022

Telurnya Dikonsumsi, Penyu Hijau Terancam Hilang dari Sumbawa Barat

TALIWANG-Penyu hijau di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terancam punah. Keberadaan satwa dilindungi ini mulai berkurang.

Kondisi ini dampak dari pembangunan sekitar pantai. Juga pengambilan telur penyu untuk dikonsumsi.

Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Produk Sumber Daya Perikanan Dinas Perikanan KSB Endang Yunari mengatakan, untuk mencegah penyu hijau punah diperlukan berbagai langkah pencegahan. Salah satunya sosialisasi kepada masyarakat dan pemangku kepentingan.

Pihaknya sudah menggandeng Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSDPSL) Denpasar. ”Mereka juga akan beraudensi dengan bupati KSB membicarakan langkah-langkah penyelamatan ini,’’ katanya, Kamis (23/6).

Penyuluh Perikanan KSB Rinto Basuki menjelaskan, berdasarkan data, ada tujuh jenis penyu yang ada di dunia. Enam di antaranya hidup dan berkembang biak di Indonesia. ’’Lima dari enam jenis penyu di Indonesia itu adanya di Sumbawa Barat. Penyu hijau yang paling banyak mendominasi. Itu tersebar di wilayah pesisir selatan KSB, terutama di Kecamatan Sekongkang,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Jelang MXGP, Promosi Wisata Pulau Sumbawa Kian Gencar

Perburuan telur penyu di Sekongkang cukup tinggi. Hal ini juga mengundang keprihatinan dari BPSDPSL Denpasar. Rencananya pekan ini mereka akan melihat langsung kondisi yang ada di Sekongkang.

’’BPSDPSL Denpasar juga mengakui ancaman kepunahan ini. Beberapa penyebab utama itu karena tingginya angka perburuan telur penyu untuk diperdagangkan dan dimakan. Termasuk belum maksimalnya konservasi penyu,’’ akunya.

Hewan penyu termasuk yang dilindungi sesuai Undang-Undang (UU) nomor 5 Tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. ’’Penyu dan bagian-bagian tubuhnya termasuk turunannya tidak boleh ditangkap, dilukai, dibunuh, disimpan, dimiliki, dipelihara, diangkut dan diperdagangkan. Jika ini melanggar ada konsekuensi hukum yaitu pidana lima tahun penjara dan denda Rp 100 juta,’’ sebutnya.

Baca Juga :  Tersangka Penganiaya Polisi Meninggal di Sumbawa

Menurut Rinto, sosialisasi tentang perlindungan penyu hijau sangat penting dilakukan. Selain diancam secara pidana, konsumsi penyu maupun telur penyu dari sisi kesehatan juga bisa membahayakan. ’’Kita juga akan mengedukasi masyarakat dari sisi kesehatan. Bahwa mengonsumi telur penyu maupun penyu itu sendiri berbahaya,’’ terangnya. (far/r8)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/