alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Rehab Rekon Rumah Korban Gempa di NTB Harus Tuntas November!

MATARAM-Perbaikan rumah korban gempa Lombok-Sumbawa harus tuntas tahun ini. Tidak boleh ada lagi sisa rumah yang tidak terbangun. ”November semua sudah harus klir,” kata Deputi BNPB Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB Rifai usai acara temu UMKM di Hotel Golden Palace Mataram, Kamis (23/7/2020).

Pemerintah tidak mau sampai akhir tahun ini masih ada masyarakat yang tinggal di pengungsian atau numpang di rumah keluarga. Karenanya, semua upaya harus dilakukan untuk menyelesaikan rumah tahan gempa (RTG).

Saat ini instruksi presiden (inpres) terbaru terkait rehab rekon sedang digodok. Presiden, kata Rifai, telah menyebut masa berlaku Inpres tersebut empat bulan. ”Inpres terbaru ini masih tetap kami negosiasikan, umurnya tetap empat bulan. Empat bulan dari bulan sekarang ya sampai November,” jelasnya.

BNPB sangat percaya pembangunan sisa rumah yang belum terbangun bisa segera tuntas. Ia sudah berkoordinasi dengan semua BPBD kabupaten/kota dan provinsi. Mereka sanggup menuntaskan sisa rumah yang belum. ”Pak gubernur tadi bilang, buat sepeda listrik saja bisa apalagi ini. Jadi saya optimis,” katanya.

Menurutnya, kepercayaan pusat terhadap daerah dengan menggelontorkan dana Rp 5,7 triliun untuk pembangunan RTG dilaksanakan dengan baik oleh pemda. Apalagi pola pengalokasian anggaran itu cukup unik, anggaran 2018 masih bisa dieksekusi sampai saat ini. ”Memberikan uang Rp 3,8 triliun ke daerah itu tidak mudah, kita harus meyakinkan pengawas internal dalam hal ini BPK,”  ujarnya.

Bahkan pada bulan Februari mendapat tambahan sekitar Rp 1,9 triliun. Semua itu mampu diselesaikan dengan cukup baik. Ia berharap semua proses pencairan dana dilakukan dengan benar. ”Tapi jangan sampai setelah bencana ini kita mendapatkan bencana baru,” imbuhya.

Dana Rp 5,7 triliun yang sudah diberikan diharapkan tidak tersisa dan habis terpakai untuk membangun rumah korban gempa.

BNPB juga memberi kesempatan bagi daerah untuk mengusulkan rumah-rumah yang belum tertangani diusulkan untuk mendapatkan bantuan. Usulan baru tersebut jumlahnya sekitar 17.500 unit yang tersebar di semua kabupaten/kota.

Usulan perbaikan rumah yang baru itu akan menggunakan anggaran baru, di luar Rp 5,7 triliun. ”Ini betul-betul baru tidak kegiatan yang overlab,” tegasnya.

 

Rusak Sedang dan Ringan Dikerjakan Mandiri

 

Sehari sebelumnya, dalam pertemuan dengan gubernur NTB, Rifai mengatakan, tenaga fasilitator sipil pembangunan RTG bisa diaktifkan pemerintah daerah. Pemda bisa mengaktifkan kembali tenaga fasilitator sipil. ”Diperbanyak juga tidak masalah,” katanya.

Pengangkatan tenaga fasilitator itu, kata Rifai, bisa mempercepat pembangunan rumah korban gempa. Di samping itu, pengangkatan fasilitator juga menjadi bagian pemberdayaan masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

Ke depan, lanjut Rifai, fokus penanganannya pada rusak berat. Sedangkan untuk rumah rusak sedang dan ringan masyarakat akan diberikan bantuan 100 persen untuk dikerjakan mandiri. ”Kita kasih masyarakat bantuan 100 persen dan tugas kita memantau,” ujarnya.

Plt. Kepala Pelaksana BPBD NTB H Ahmadi menyebut, dengan diaktifkannya tenaga fasilitator sipil dengan SK bupati, ia harap proses rehab rekon semakin cepat. ”Mereka diangkat bupati dan sudah disetujui BNPB, daripada mereka ngambang,” katanya.

Terkait upah lelah tenaga fasilitator, para bupati sudah mengusulkan dana ke BNPB. Jumlahnya bervariasi tergantung jumlah RTG yang ditangani daerah. Usulan bukan lagi Rp 32 miliar, sebab tim pengendali kegiatan sudah dihapus. ”Tugas mereka sudah berkhir,” katanya.

Sementara itu, Gubernur NTB H Zulkieflimansyah terima kasih kepada BNPB. Menurutnya, usulan pengerjaan terfokus rusak berat harus secepatnya ditindaklanjuti BPBD NTB. ”Kita fokus kerjakan yang rusak berat,” katanya.

Ia sangat setuju perbaikan rumah rusak sedang dan ringan diserahkan pendanaannya 100 persen ke masyarakat. ”Kita percaya, masyarakat bisa memperbaiki, tugas kita memantau,” ujarnya. (ili/r5)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Masuk Destinasi Wisata Terpopuler Asia 2020, Lombok Siap Mendunia

”Kalau masuk di ranking dunia artinya kita adalah destinasi yang memang layak untuk dikunjungi,” kata Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) NTB Awanadi Aswinabawa, Rabu (5/8/2020).

Buntut Penutupan Savana Propok, TNGR Perketat Pemeriksaan Pengunjung

”Dengan penutupan ini semua akan lihat, kalau berbuat begitu pasti akan ditutup,” kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Dedy Asriady, Rabu (5/8/2020).

Kasus Sewa Lahan Desa Sesela, Penyidik Perdalam Keterangan Saksi

Berkas penyidikan kasus dugaan korupsi penyewaan lahan untuk pembangunan tower tahun 2018 masih dilengkapi. Sejumlah saksi diperiksa maraton untuk melengkapi berkas penyidikan. ”Yang sudah kita periksa baru Ketua RT dan ada juga dari BPD (Badan Permusyawaratan Desa),” kata Kajari Mataram Yusuf, Rabu (5/8).

Efek Pandemi, Omzet Penjual Perlengkapan Sekolah di Mataram Merosot

”Tak hanya buku paket dan buku tulis saja. Hampir seluruh jenis peralatan sekolah alami penurunan penjualan. Bahkan menjalar ke barang-barang peralatan kantor,” katanya.  

Totalitas dalam Melindungi Hak Pilih

SALAH satu asas penting dalam pelaksanaan pemilu/pemilihan adalah asas jujur. Kata jujur ini tidak hanya muncul sebagai asas penyelenggaraan pemilu/pemilihan, namun juga hadir sebagai prinsip dalam penyelenggaraannya. Setiap kata yang disebut berulang-ulang apalagi untuk dua fondasi yang penting (asas-prinsip) maka kata itu menunjukkan derajatnya yang tinggi.

Sanksi Tak Pakai Masker, Bayar Denda atau Bersihkan Toilet Pasar

Peraturan daerah (Perda) tentang Penanggulangan Penyakit Menular berlaku efektif bulan ini. Denda bagi aparatur sipil negara (ASN) yang melanggar lebih berat dibandingkan warga biasa.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Ungkap Dugaan Pembunuhan LNS, Polres Mataram Periksa 13 Saksi

Penemuan jasad LNS, 23 tahun dalam posisi tergantung di dalam sebuah rumah di di perumahan BTN Royal, Jempong Baru, Sekarbela, Mataram menyisakan tanda tanya. Penyidik Polresta Mataram  memeriksa sejumlah saksi secara maraton.
Enable Notifications.    Ok No thanks