alexametrics
Minggu, 9 Agustus 2020
Minggu, 9 Agustus 2020

Siap-siap Daftar, KEK Mandalika Butuh 27.694 Tenaga Kerja

PELUANG kerja di kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika terbuka lebar. Tiga tahun ke depan, pengembangan KEK diperkirakan membutuhkan sedikitnya 27.694 tenaga kerja. Sebagian besar ada pada fase konstruksi. Sisanya tenaga kerja saat kawasan pariwisata ini sudah mulai beroperasi.

Kebutuhan tenaga kerja itu untuk beberapa proyek pembangunan di KEK Mandalika. Baik pembangunan infrastruktur yang dilakukan PT ITDC selaku pengelola kawasan maupun pembangunan hotel, restoran, dan sirkuit oleh investor.

”SDM untuk pengelolaan tidak banyak. Yang banyak SDM untuk properti yang dibangun investor,” kata Operations Head The Mandalika I Made Pari Wijaya usai sosialisasi kebutuhan tenaga kerja KEK Mandalika, di kantor Disnakertrans NTB, Kamis (23/7).

Ia mencontohkan, SDM hotel rasionya satu berbading lima. Sedangkan kebutuhan tenaga kerja ITDC sebagai pengelola kawasan hanya berupa tenaga inti pengelola, kemudian tenaga security, dan gardener atau tukang kebun.

”Yang banyak dibutuhkan nanti di sektor industrinya. Ada hotel, restoran, dan sirkuit,” katanya.

Dengan pemetaan kebutuhan tenga kerja itu, ia berharap institusi pendidikan, khususnya SMK dan balai latihan kerja (BLK) menyiapkan SDM sesuai kebutuhan.

Kebutuhan tenaga kerja dibagi menjadi dua kelompok besar yakni tenaga kerja pada tahap konstruksi yang dibutuhkan tenaga teknik.  Kemudian setelah beroperasi lebih banyak membutuhkan tenaga kerja hospitality.

”Mulai dari food and beverage, room service, dan security. Tentunya security hotel membutuhkan kualifikasi lebih juga, bisa bahasa Inggris,” katanya.

Total kebutuhan tenaga kerja, kata Pari Wijaya, akan berkembang sesuai tahapan pembangunan. Dihitung kebutuhan pada tahap konstruksi dan setelah beroperasi akan berbeda-beda.

Karena itu, ITDC mengharapkan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertans) NTB menjadi pihak yang menjembatani kebutuhan tenaga kerja dengan para penyedia.

Terkait tenaga kerja lokal, ITDC punya komitmen kuat untuk itu. Dari 582 orang tenaga kerja di KEK Mandalika saat ini, 69 persen atau 399 orang merupakan tenaga kerja asal NTB, 30 persen atau 178 orang merupakan tenaga kerja luar NTB, dan 1 persen atau 5 orang tenaga kerja asing.

”Itu di luar properti, hanya di ITDC sendiri,” jelasnya.

Kriteria tenaga kerja yang dibutuhkan, lanjut Pari Wijaya, tentunya memiliki kriteria khusus. Mereka memiliki pendidikan yang bagus, memiliki kompetensi, dan penguasaan bahasa yang bagus.

”Karena bagaimana pun sebagai kawasan bintang lima membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas,” harapnya.

Selain itu, hal paling penting adalah orang yang memiliki etos kerja. Hal itu tumbuh dari dalam diri orang tersebut. ”Antara etos kerja, pendidikan, dan kompetensi ini harus seimbang semua,” ujarnya.

Khusus proyek Sirkuit Mandalika untuk MotoGP 2021, saat ini baru menyerap tenaga konstruksi. Setelah sirkut beroperasi, kebutuhan tenaga kerja sedang disiapkan Mandalika Grand Prix Association (MGPA).

”Termasuk kebutuhan tenaga di lapangan,” katanya.

Pembangunan konstruksi Sirkuit Mandalika sudah mencapai 50 persen pekan lalu. ”Target konstruksi selesai di pertengahan bulan Juni  2021,” jelasnya.

Kontraktor yang mengerjakan struktur lapis atas untuk aspal mulai bekerja pada awal Agustus. Sebelum diaspal konstruksi lapis atas harus kuat dengan beberapa tahap. ”Karena tiga lapis aspal nanti. Itu butuh waktu empat setengah bulan untuk aspalnya saja,” ujarnya.

Pengaspalan butuh waktu lama karena butuh campuran khusus, standar kualitas aspal, dan teknis pengaspalan khusus. ”Alatnya khusus juga,” jelasnya.

Ia berharap hambatan seperti permasalahan lahan cepat selesai, sehingga pembangunan selesai tepat waktu.

Menurutnya, warga NTB harus bersyukur. Sebab, dengan keberadaan KEK Mandalika dan MotoGP, semua proyek  tetap dijalankan meski sedang ada pandemi Covid-19.

”Walaupun di daerah-daerah lain ada yang dihentikan ada yang ditunda, kita tidak ada,” ujarnya.

Sebab itu, semua elemen masyarakat di NTB harus merapatkan barisan. Tidak boleh lengah dan fokus menyukseskan event tersebut agar pembangunan tetap jalan. ”MotoGP ini harus jadi, karena ini pertaruhan negara,” kata Pari Wijaya.

 

13 Titik Lahan ITDC Diklaim Warga

 

Terkait lahan, Pari Wijaya benar-benar berharap secepatnya tuntas. Jangan  sampai persoalan itu membuat pembangunan terhambat.

Persoalan lahan di kawasan itu dibagi menjadi tiga tipe masalah. Pertama lahan enklave seluas 10 hektare yang masih dalam proses pembebasan. Kedua, persoalan lahan ITDC yang diklaim warga di 13 titik. Ketiga, lahan yang diakui warga sebagai lahan ITDC, mereka memijam tetapi belum dimanfaatkan.

Lahan enklave sedang dalam proses penyelesaian. Jual beli melalui mekanisme pengadilan. Sebab, ITDC dan pemilik lahan belum menyepakati soal harga lahan.

Sementara 13 titik lahan ITDC yang diklaim warga masih menunggu validasi dan klarifikasi Forkopimda. Kemudian lahan yang dipinjam, ITDC akan berkoordinasi dengan pemda agar warga bisa segera direlokasi.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB Hj Wismaningsih Drajadiah mengharapkan, dengan pemaparan dari ITDC, SMK dan balai latihan kerja menyiapkan SDM sesuai kualifikasi yang dibutuhkan.

”Jangan lagi nanti ribut ini ITDC tidak mau menyerap, padahal kita tidak menyiapkan SDM seperti yang diharapkan,” jelasnya.

Pertemuan itu digelar agar kebutuhan dan penyediaan tenaga kerja nyambung. Standar kebutuhan kompetensi yang disiapkan sudah jelas, bukan membuat standar sendiri yang tidak nyambung dengan kebutuhan.

”Misalnya masalah bahasa. Kan yang penting mereka bisa berkomunikasi. Jangan BLK ngejarnya ke grammar saja,” katanya. (ili/r6)

 

Estimasi Kebutuhan Tenaga Kerja KEK Mandalika

 

TAHUN 2020

  • Tahap konstruksi 850 orang
  • Saat beroperasi 494 orang

TAHUN 2021

  • Tahap konstruksi 650 orang
  • Saat beroperasi 314 orang

TAHUN 2020

  • Tahap konstruksi 400 orang
  • Saat beroperasi 986 orang

 

Sumber: Diolah dari data ITDC

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

TGB Dukung Mohan, Bang Zul Jagokan Selly di Mataram

Jika Bang Zul (panggilan akrab H Zulkieflimansyah) mendukung pasangan Hj Putu Selly Andayani-TGH Abdul Manan (paket Salaman). Maka tidak dengan TGB. Pria yang berkuasa selama 10 tahun di NTB itu memilih mendukung pasangan H Mohan Roliskana-TGH Mujibburahman (pasangan Harum).

Zona Merah, Pembelajaran Tatap Muka di Mataram Terlalu Berisiko

Pemkot Mataram belum bisa menerapkan pembelajaran tatap muka di sekolah. Karena kegiatan ini dinilai terlalu berisiko di tengah mewabahnya Covid-19 di Kota Mataram. “Pembelajaran tatap muka di sekolah belum bisa kita lakukan,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram HL Fatwir Uzali pada Lombok Post, Jumat (7/8)

Senin, Gerindra Janjikan SK Dukungan untuk Makmur-Ahda

Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram HL Makmur Said-H Badruttamam Ahda (Muda) belum memegang SK dukungan. Baik dari Partai Gerindra maupun PKB.

Inovasi Pengusaha Kuliner Mataram Gaet Pengunjung di Masa Pandemi

IKON KULINER IBU KOTA: Karyawan warung Sate Rembiga Hj Sinnaseh menyiapkan pesanan pelanggan, Kamis malam.( DIDIT/LOMBOK POST)

Sekolah Tutup Pendataan Pemilih Pemula di Mataram Terhambat

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Mataram kesulitan mendata warga  berusia 17 tahun atau pemilih pemula pada Pilkada Kota Mataram 9 Desember mendatang. Alasannya, karena sampai saat ini belum ada proses belajar mengajar tatap muka dilakukan sekolah.

Satu Tenaga Kesehatan Positif Korona Sejumlah Ruang RSUD Bima Ditutup

Tenaga Kesehatan (Nakes) yang bertugas di RSUD Bima ternyata sudah ada yang terpapar Covid-19.  Informasi yang berhasil dihimpun, ada sembilan yang terdiri dari Nakes dan pegawai RSUD Bima yang terpapar.

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dugaan Mahasiswi Unram Dibunuh Menguat

Penyidik terus mengumpulkan bukti mengungkap penyebab kematian gadis berinisial LNS (inisial, Red). Sejauh ini, polisi belum mengungkap penyebab pasti kematian gadis yang baru diterima S2 Fakultas Hukum Unram.
Enable Notifications.    Ok No thanks