alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

52 Ribu UMKM NTB Bakal Dapat Bantuan Presiden Rp 2,4 Juta

MATARAM-Pemprov NTB mengusulkan 52.661 UMKM sebagai penerima bantuan presiden (banpres) produktif. ”Data ini terus kita perbarui sampai minggu kedua bulan September,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB H Wirajaya Kusuma, pada Lombok Post, kemarin (23/8).

Dalam program ini, masing-masing UMKM akan menerima bantuan Rp 2,4 juta. Bantuan langsung tunai itu diharapkan meringankan beban pedagang selama masa pandemi covid-19. ”Data 52.661 UMKM itu sudah kami kirim ke Kementerian Koperasi dan UKM,” jelasnya.

Bantuan kali ini, jelas Wira, bukan dalam bentuk barang atau pinjaman. Bantuan presiden tersebut dalam bentuk uang tunai. Semua jenis UMKM berhak menerima bantuan tersebut tanpa terkecuali. ”Semua usaha ultra mikro boleh,” katanya.

Data yang sudah dikirim ke pusat nanti akan diverifikasi tim kementerian, terutama validasi NIK masing-masing UMKM. Pusat tidak menentukan kuota masing-masing provinsi, namun total se-NTB ada 12 juta UMKM yang akan dibantu.

Meski kabupaten/kota sudah menyerahkan data, namun masih ada kesempatan mengusulkan warga yang belum masuk. ”Kami minta dinas kabupaten/kota  se-NTB untuk lebih cepat menyerahkan data tersebut, paling lambat 31  Agustus,” harapnya.

Hal itu penting untuk mengantisipasi data yang belum valid, sehingga bisa diperbaharui. Rencananya, hari ini, bantuan secara simbolis akan diserahkan oleh presiden, termasuk untuk NTB. ”Akan diserahkan secara simbolis di kantor cabang BRI Mataram,” jelasnya.

Bagi UMKM yang merasa belum terdaftar, bisa mendaftar melalui Dinas Koperasi dan UKM di masing-masing kabupaten/kota. ”Caranya dengan menyerahkan fotokopi KTP dan foto tempat usaha,” jelasnya.

Terpisah, Anggota Komisi II DPRD NTB Mohammad Akri mengapresiasi pemerintah pusat yang memberi subsidi kepada UMKM. ”Kami tentu di DPRD mengawasi,” katanya.

Akri mengingatkan, data penerima bantuan harus benar-benar valid. Jangan sampai ada warga yang berhak tidak mendapatkan bantuan. Dewan sendiri belum mendapat laporan berapa UMKM yang akan menerima bantuan. ”Harus jelas datanya yg mendapatkan subsidi,”  ujar politisi PPP ini. (ili/r5)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Menag Positif Korona, UIN Mataram Langsung Instruksikan Pegawai WFH

”Pegawai UIN Mataram semaksimal mungkin, agar bekerja dari rumah menyelesaikan tugas masing-masing,” tegas dia.

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

WCD, Warga Lobar Bebaskan Pantai Cemara dari Sampah

Ribuan orang di Lombok Barat (Lobar) memperingati World Cleanup Day (WCD), akhir pekan kemarin. Kegiatan ini dipusatkan di Pantai Cemara. ”Semuanya terlibat. OPD, kecamatan, desa, bahkan masyarakat juga ramai ikut,” kata Bupati Lobar H Fauzan Khalid, Sabtu (19/9).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks