alexametrics
Minggu, 20 September 2020
Minggu, 20 September 2020

Ekonomi Anjlok, Pertanian Jadi Penyelamat NTB di Tengah Pandemi

LOMBOK TENGAH-Di masa pandemi Covid-19, sektor pertanian masih tumbuh positif. Bahkan menjadi satu-satunya sektor penyelamat perekonomian nasional.

”Panen padi menjadi pembuktian bahwa dalam tantangan apa pun, pertanian selalu berproduksi,” kata Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, usai melakukan panen raya padi dengan produktivitas 8 ton per hektare, di Desa Aikmual, Praya, Lombok Tengah, Minggu (23/8).

Ia menyebut, pada kuatal II 2020, BPS mencatat PDB sektor pertanian dan telekomunikasi tumbuh positif dan berkontribusi terhadap PDB nasional. Sektor pertanian paling tinggi kontribusinya 16,24 persen, sementara telekomunikasi hanya 1,29 persen.

”Ini bukti sektor pertanian tidak terlalu terkena dampak, sehingga kita harus bersinergi memperkuatnya ke depan,” imbuhnya.

Selain PDB, BPS juga mencatat nilai tukar petani (NTP) bulan Juli sebesar 100,09 sehingga naik 0,49 persen dibanding NTP Juni 99,6, dan NTP Mei hanya 99,47. Begitu juga dengan ekspor, sektor pertanian menyumbang 2,54 persen secara nasional senilai USD 0,35 miliar.

Tidak sampai di situ, di kala sektor lain mengalami penurunan, ekspor pertanian bulan Juli justru meningkat 24,1 persen dibandingkan bulan Juni 2020 dan meningkat 11,17 persen dibandingkan Juli tahun 2019.

Semua itu merupakan buah dari kerja keras seluruh pihak. Jerih payah petani yang tak berhenti menanam, aparat yang selalu setia mengawal dan mendampingi. ”Saya ingin sinergi ini terus berjalan,” harap Yasin Limpo.

Anggapan bahwa petani selalu miskin, kata Yasin, tidak benar. Itu cara berpikir kolot yang perlu ditinggalkan. Masyarakat tani sebenarnya punya penghasilan besar, bahkan mengalahkan gaji pegawai. ”Pertanian itulah yang membuat orang tidak miskin,” katanya.

Dengan potensi melimpah, ia mengajak seluruh pihak di NTB terus memperkuat sektor pertanian. Jangan sampai lahan-lahan yang ada ditelantarkan. ”Yang di depan mata kita ini tidak boleh kita sia-siakan,” imbuhnya.

Yasin menilai, pembangunan pertanian di NTB berada di jalur yang benar. Tinggal dipacu dengan semangat kerja yang lebih besar. Sebab, tantangan ke depan sangat besar. ”Saya siap menjadi bagian yang mengawal kemajuan pertanian NTB,” katanya, di hadapan Gubernur NTB H Zulkieflimansyah, Bupati Lombok Tengah HM Suhaili FT, dan para petani.

Yasin Limpo mengatakan, penguatan pertanian menjadi agenda penting. NTB memiliki berbagai komoditas strategis yang menopang ketahanan pangan nasional. ”Selain padi, tak kalah hebatnya komoditas unggulan seperti jagung, bawang putih, bawang merah, dan sapi,” ujarnya.

Karena itu, Mentan Yasin Limpo meminta para dirjennya menambah bantuan bagi NTB dari Rp 99 miliar menjadi Rp 120 miliar. ”Berarti kau (dirjen) masih utang sekitar Rp 30 miliar ini. Kan kita mau ke Sumbawa dan lain-lain juga,” katanya.

Dengan bantuan itu, di NTB bisa dibangun proyek-proyek pengembangan pertanian. Beberapa contoh di Kalimantan Tengah bisa dibawa ke NTB. Sehingga NTB ke depan semakin diandalkan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

Dalam acara itu dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian Pertanian, pemerintah daerah, dengan para mitra untuk mendukung program peningkatan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan.

Sementara itu, Gubernur NTB H Zulkieflimansyah mengatakan, NTB merupakan lumbung pangan nasional untuk beras dan jagung. Selain itu, NTB juga menjadi sentra produksi cabai, bawang merah, dan bawang putih.

”Hal ini meletakkan NTB sebagai daerah strategis dalam pengembangan pertanian modern ke depan,” katanya.

Mulai 2019, NTB mencanangkan industrialisasi bidang pertanian dengan mengedepankan kelestarian lingkungan. Program prioritas Mentan Syahrul Yasin Limpo di NTB sangat menopang kebutuhan pangan.

”Mengingat NTB memiliki kawasan wisata yang menjadi top priority destination,” terangnya.

Target produksi padi NTB periode 2019/2020 telah mencapai 86 persen. Terdiri dari produksi gabah kering giling (GKG) 2,6 juta ton. Sedangkan cadangan beras Bulog NTB bertahan untuk 18 bulan ke depan. ”Sehingga surplus ini bisa dapat memenuhi kebutuhan provinsi lain di Indonesia,” jelasnya.

Demikian pula jagung, target tahun ini 2,4 juta ton pipilan kering, dan ekspektasi ke depan di NTB mempunyai pabrik pakan ternak Indonesia bagian timur. ”Tahun ini NTB memulai dengan investasi daerah,” papar Zulkieflimansyah.

Bupati Lombok Tengah HM Suhaili Fadhil Thohir menambahkan, dukungan Kementerian Pertanian dan pemprov membuat aktivitas pertanian tetap berjalan dan petani tetap semangat terjun ke sawah. ”Produksi pertanian Lombok Tengah dari tahun ke tahun meningkat walau pun dilanda Covid-19,” katanya.

Secara kumulatif luas tanam padi periode Oktober 2019 sampai Juli 2020 sebanyak 88.195 hektare. Hasilnya produksi gabah kering giling 396.342 ton atau setara 225.915 ton beras.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi mengatakan, menindaklanjuti arahan Mentan Yasin Limpo, pihaknya telah membangun pertanian dengan model korporasi.

Pola korporasi merupakan terobosan Mentan Yasin Limpo. Dalam program itu dikembangkan pertanian berbasis kawasan dan klaster. Kemudian bersinergi dengan para mitra yang membangun industri dan menyediakan fasilitas permodalan kredit usaha rakyat (KUR).

Tahun ini, dikembangkan 130 korporasi tanaman pangan di 130 kabupaten. Sudah berjalan model korporasi perbenihan jagung dan padi di berbagai daerah. ”Kabupaten di NTB ini menjadi salah satu fokus kami,” katanya.

Provinsi NTB tahun ini mendapat alokasi KUR sebesar Rp 1,8 trliliun. Hingga saat ini baru terealisasi Rp 564,07 miliar. Mentan Yasin minta realisasi ditingkatkan.

 

1.000 Desa Sapi

 

Sehari sebelumnya, masih di Lombok Tengah, Menteri Yaisn Limpo panen pedet atau anakan sapi di Desa Barabali, Kecamatan Batukliang. Ada 1.000 anak sapi pada panen pedet tersebut. NTB kata Menteri Yasin Limpo, adalah salah satu provinsi yang berhasil mengembangkan inseminasi buatan sehingga menghasilkan bibit sapi unggul.

Menteri Yasin menyebutkan, dirinya kini tengah menyiapkan program 1.000 desa sapi di Indonesia. Bibit sapi-sapi unggul tersebut akan didatangkan dari NTB. Nantinya, setiap desa akan menerima bantuan sapi sebanyak 200 ekor. Satu keluarga akan diserahkan memelihara dua ekor sapi. Yang dikembangkan sapi jenis limosin dan jenis brahman.

Satu ekor sapi jenis itu, beratnya mencapai 1 ton-1,5 ton. Nanti dikembangkan dengan sistem kandang komunal. Bukan rumah per rumah, atau dilepas begitu saja. “Ini upaya kita menuju percepatan swasembada daging Indonesia,” harapnya.

Kata dia, sebagaimana arahan Presiden RI Joko Widodo, Indonesia harus mencukupi kebutuhan pangan sendiri. Karena setiap tahun Indonesia harus impor daging sapi sebanyak 280 ribu ton atau setara dengan 1,2 juta ekor sapi.

“Kenapa tidak kita produksi sendiri,” tantangnya di hadapan Gubernur NTB Zulkieflimansyah dan para pejabat lainnya.

Dalam kesempatan itu, Menteri Yasin menyalurkan bantuan peternakan bagi warga NTB sebesar Rp 10,8 miliar. Dari jumlah itu, khusus di Loteng menerima Rp 1,7 miliar. Bentuknya kredit usaha rakyat, asuransi sapi dan kerbau, bantuan ayam, itik, sapi dan kerbau. “Kalau sukses, saya pastikan ditambah lebih besar lagi,” ujarnya.

Dia ingin NTB menjadi pemasok daging sapi nasional. Untuk itulah, pihaknya meminta gubernur NTB dan bupati Loteng mempersiapkan diri.

“Kalau pemimpinnya semangat, maka saya yakin rakyatnya ikut bersemangat,” paparnya. (ili/dss/eka/r6)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

14 Ribu UMKM Lombok Utara Diusulkan Terima Banpres

Jumlah UMKM KLU yang diusulkan menerima bantuan presiden (Banpres) Rp 2,4 juta bertambah. Dari sebelumnya hanya 4. 890, kini tercatat ada 14 ribu UMKM. ”Itu berdasarkan laporan kabid saya, sudah 14 ribu UMKM yang tercatat dan diusulkan ke pusat,” ujar Plh Kepala Diskoperindag KLU HM Najib, kemarin (18/9).

Cegah Penyimpangan, Bupati Lobar Amankan 640 Dokumen Aset Daerah

Dinas Arsip dan Perpustakaan Lombok Barat (Lobar) terus mencari dokumen-dokumen aset milik pemkab. ”Kalau arsip (dokumen) hilang, aset daerah juga melayang,” kata Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Lobar H Muhammad Yamil.

Penuh Sampah, Warga Dasan Geres Turun Bersihkan Sungai

Pola hidup bersih digalakkan warga di Lingkungan Dasan Geres Tengah. Salah satunya melalui program sungai bersih. ”Kita ciptakan lingkungan bersih dan asri,” kata Lurah Dasan Geres Hulaifi, kemarin.

Perintah Menteri, RT Wajib Bentuk Satgas Penaganan Covid-19

Upaya menekan penyebaran virus COVID-19 masih harus gencar. Salah satu kebijakan baru yang digagas adalah mewajibkan membentuk satgas penanganan COVID-19 hingga level kelurahan, dusun atau RT/RW. Satgas tersebut nantinya bertugas mengawal pelaksanaan kebijakan satgas pusat di lapangan.

Senggigi Telah Kembali (Bagian-2)

SELAMA berminggu-minggu “kegiatan tidak berarti ini” dilaksanakan tanpa ada maksud apa-apa kecuali biar sampah tidak menumpuk. Namun keberartian “kegiatan tidak berarti ini” justru menjadi simpul efektif dari kebersamaan dan rasa senasib sepenangungan seluruh komponen yang ikut bergotong royong.

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.
Enable Notifications    Ok No thanks