alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Hari Pertama Pembukaan Pendakian, 75 Pengunjung Naik Rinjani

MATARAM-Pembukaan pendakian Gunung Rinjani belum terlalu menguntungkan trekking organizer (TO). ”Kita ya biasa-biasa saja karena inikan bertahap, itu pun dibatasi pengunjungnya,” kata Ketua Asosiasi Pengusaha Pendakian Rinjani Lombok Timur Hamka Abdul Malik, Minggu (23/8).

Pembukaan pendakian, kata Hamka, tentu memberi dampak positif bagi warga yang menggantungkan hidup dari wisata pendakian. ”Pasti tetap ada untungnya tapi tidak signifikan,” ujarnya.

Hanya saja bagi para TO, pembukaan pendakian kali ini belum terlalu berdampak besar. Karena kebanyakan pendaki merupakan warga lokal yang tidak terlalu banyak membutuhkan jasa mereka. ”Kalau pun ada mereka hanya menyewa satu orang porter atau guide,” katanya.

Berbeda dengan wisatawan mancanegara (wisman). Selama ini para wismanlah yang banyak menggunakan jasa mereka. Wisman berani membayar paket pendakian. Sehingga semua pihak mendapatkan untung, mulai dari sopir, tempat sewa mobil, sewa tenda, pemilik warung, guide, dan porter.

”Sebenarnya kita yang TO, selama ini tolak ukur kawan-kawan adalah tamu Eropa atau wisman dari negara lain seperti Malaysia,” katanya.

Kalau pun pendaki lokal menggunakan jasa mereka, tidak banyak yang terlibat. ”Yang kita harapkan mereka mau beli paket pendakian, sehingga semua bergerak,” harapnya.

Di samping itu, beberapa TO besar belum berani memberi informasi pembukaan ke para wisatawan luar. Banyak persiapan teknis di TNGR yang belum siap 100 persen. Seperti e-Rinjani belum 100 persen bisa diakses. ”Sosialisasi-sosialisasi melulu, tapi belum maksimal,” ujarnya.

Meski demikian, di tengah pandemi covid-19, pengusaha tidak bisa menyalahkan siapa-siapa. ”Kalau pun dibuka penuh, turisnya juga tidak bisa datang karena Indonesia masih dianggap zona merah,” ujarnya.

Selain itu, bisa juga para wisman saat ini belum punya uang untuk melakukan perjalanan karena situasi ekonomi global yang tidak menentu. ”Semua masih tetap mengacu pada covid-19 ini soalnya,” kata Hamka.

Terpisah, Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Dedy Asriady menyebutkan, pada hari pertama pembukaan pendakian baru 75 orang yang mendaki. Mereka mendaki melalui jalur pendakian Sembalun, Aikberik, Senaru, dan Timbanuh.

Kunjungan saat ini memang masih sedikit, namun beberapa minggu ke depan akan dilihat perkembangannya. TNGR belum bisa memperkirakan kapan puncak pendakian akan terjadi. ”Belum bisa pak,” katanya. (ili/r5)

 

Kuota Pendaki Masing-masing Pintu Gunung Rinjani

  • Jalur Senaru, maksimal 45 orang per hari
  • Jalur Sembalun, maksimal 45 orang per hari
  • Jalur Aik Berik, maksimal 30 orang per hari
  • Jalur Timbanuh, maksimal 30 orang per hari

*Sumber: Balai TNGR

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hari Pertama Razia Masker di NTB, Pemda Kumpulkan Denda Rp 9,1 Juta

Sebanyak 170 orang tidak menggunakan masker terjaring razia di hari pertama penerapan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan di seluruh NTB, kemarin (14/9). Dari para pelanggar di semua titik operasi ini, Badan Pendapatan Daerah NTB pun mengumpulkan uang sebesar Rp 9,1 juta.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks