alexametrics
Senin, 15 Agustus 2022
Senin, 15 Agustus 2022

Hari Pertama Pembukaan Pendakian, 75 Pengunjung Naik Rinjani

MATARAM-Pembukaan pendakian Gunung Rinjani belum terlalu menguntungkan trekking organizer (TO). ”Kita ya biasa-biasa saja karena inikan bertahap, itu pun dibatasi pengunjungnya,” kata Ketua Asosiasi Pengusaha Pendakian Rinjani Lombok Timur Hamka Abdul Malik, Minggu (23/8).

Pembukaan pendakian, kata Hamka, tentu memberi dampak positif bagi warga yang menggantungkan hidup dari wisata pendakian. ”Pasti tetap ada untungnya tapi tidak signifikan,” ujarnya.

Hanya saja bagi para TO, pembukaan pendakian kali ini belum terlalu berdampak besar. Karena kebanyakan pendaki merupakan warga lokal yang tidak terlalu banyak membutuhkan jasa mereka. ”Kalau pun ada mereka hanya menyewa satu orang porter atau guide,” katanya.

Berbeda dengan wisatawan mancanegara (wisman). Selama ini para wismanlah yang banyak menggunakan jasa mereka. Wisman berani membayar paket pendakian. Sehingga semua pihak mendapatkan untung, mulai dari sopir, tempat sewa mobil, sewa tenda, pemilik warung, guide, dan porter.

Baca Juga :  Pansel Jamin Tak Ada Permainan dalam Seleksi JPT Pratama

”Sebenarnya kita yang TO, selama ini tolak ukur kawan-kawan adalah tamu Eropa atau wisman dari negara lain seperti Malaysia,” katanya.

Kalau pun pendaki lokal menggunakan jasa mereka, tidak banyak yang terlibat. ”Yang kita harapkan mereka mau beli paket pendakian, sehingga semua bergerak,” harapnya.

Di samping itu, beberapa TO besar belum berani memberi informasi pembukaan ke para wisatawan luar. Banyak persiapan teknis di TNGR yang belum siap 100 persen. Seperti e-Rinjani belum 100 persen bisa diakses. ”Sosialisasi-sosialisasi melulu, tapi belum maksimal,” ujarnya.

Meski demikian, di tengah pandemi covid-19, pengusaha tidak bisa menyalahkan siapa-siapa. ”Kalau pun dibuka penuh, turisnya juga tidak bisa datang karena Indonesia masih dianggap zona merah,” ujarnya.

Selain itu, bisa juga para wisman saat ini belum punya uang untuk melakukan perjalanan karena situasi ekonomi global yang tidak menentu. ”Semua masih tetap mengacu pada covid-19 ini soalnya,” kata Hamka.

Baca Juga :  Krisis Air Bersih, Dusun Bungawa Loteng Butuh Solusi Jangka Panjang

Terpisah, Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Dedy Asriady menyebutkan, pada hari pertama pembukaan pendakian baru 75 orang yang mendaki. Mereka mendaki melalui jalur pendakian Sembalun, Aikberik, Senaru, dan Timbanuh.

Kunjungan saat ini memang masih sedikit, namun beberapa minggu ke depan akan dilihat perkembangannya. TNGR belum bisa memperkirakan kapan puncak pendakian akan terjadi. ”Belum bisa pak,” katanya. (ili/r5)

 

Kuota Pendaki Masing-masing Pintu Gunung Rinjani

  • Jalur Senaru, maksimal 45 orang per hari
  • Jalur Sembalun, maksimal 45 orang per hari
  • Jalur Aik Berik, maksimal 30 orang per hari
  • Jalur Timbanuh, maksimal 30 orang per hari

*Sumber: Balai TNGR

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/