alexametrics
Rabu, 30 November 2022
Rabu, 30 November 2022

Cakupan Imunisasi Dasar Lengkap Tiga Daerah di NTB Ini Masih Rendah

MATARAM-Dinas Kesehatan (Dikes) NTB memastikan cakupan imunisasi dasar lengkap berjalan on the track. ”Kegiatannya terus berlangsung secara reguler untuk pelayanan di faskes dan posyandu,” kata Kepala Dikes NTB dr Lalu Hamzi Fikri.

Di tahun ini, dikes menargetkan 79,1 persen bayi di Provinsi NTB telah menerima imunisasi dasar lengkap. Target tersebut, per Oktober 2022, berhasil dilampaui dengan cakupan imunisasi mencapai 87,3 persen.

Dari 10 kabupaten/kota, empat di antaranya seperti Lombok Timur; Kabupaten Bima; Lombok Utara; dan Kota Bima cakupan imunisasinya di atas 90 persen. Disusul Lombok Barat; Lombok Tengah; dan Kabupaten Dompu dengan capaian di atas 80 persen.

Adapun tiga daerah lainnya, masih di bawah 80 persen. Yakni Kabupaten Sumbawa 79,1 persen; Kota Mataram 71,4 persen; dan yang terendah Kabupaten Sumbawa Barat di angka 67,5 persen. Fikri optimis cakupan imunisasi dasar lengkap bisa lebih tinggi. Apalagi ada Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang dimulai pada November dan Desember. ”Yang belum target, salah satu kendalanya itu belum input ke aplikasi,” ujarnya.

Baca Juga :  Gap Data Capaian Vaksinasi di NTB Tak Kunjung Tuntas

Fikri mengatakan data cakupan imunisasi dasar lengkap berasal dari Aplikasi Sistem Kesehatan IndonesiaKu (ASIK), untuk pencatatan secara digital. Data ini tetap divalidasi dan supervisi Dikes sesuai kondisi riil di lapangan. ”Kami juga dorong kabupaten/kota lakukan input di ASIK,” imbuhnya.

Dibandingkan tahun 2021, cakupan imunisasi dasar lengkap pada 2022 jauh lebih baik. Tahun lalu, imunisasi dasar lengkap hanya mencapai rata-rata 62,8. Kondisi ini disebabkan fokus pemerintah melakukan vaksinasi covid.

Meski cukup baik untuk cakupannya, Fikri menyebut sejumlah tantangan dalam program imunisasi. Seperti kurangnya komitmen pemda untuk penyediaan anggaran; kolaborasi lintas sektor belum maksimal untuk pergerakan sasaran; pencatatan imunisasi masih dilakukan manual; hingga soal ketakutan terhadap pemberian imunisasi ganda. ”Belum lagi ditambah dengan hoaks soal imunisasi,” ungkap Fikri.

Baca Juga :  Sesi Latihan Bebas, Fabio Quartarao Berhasil Bangkit, Marquez Malah Jatuh

Ia mengatakan, imunisasi dasar lengkap harus menjadi perhatian para orang tua. Memastikan anak mereka telah menerimanya. Ini sebagai upaya untuk menekan munculnya penyakit pada anak.

”Sekarang ada muncul kasus polio. Walaupun bukan di NTB, tapi harus jadi atensi. Cara cegah penyebarannya salah satunya dengan imunisasi,” tandasnya. (dit/r5)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications OK No thanks
/