Selasa, 31 Januari 2023
Selasa, 31 Januari 2023

Transaksi Ekonomi di Lapak UMKM saat WSBK Mencapai Rp 1,7 Miliar

MATARAM-Transaksi ekonomi pada lapak UMKM di Lombok Sumbawa Fair saat World Superbike (WSBK) mencapai Rp 1,7 miliar. Angka ini disebut cukup baik, meski tidak begitu tinggi dalam sebuah gelaran internasional.

”Sudah baik. Tentu nanti kami akan cari cara yang lebih baik, agar di penyelenggaraan berikutnya bisa lebih tinggi,” kata Gubernur NTB Zulkieflimansyah, Rabu (23/11).

Kemeriahan balapan WSBK telah dirasakan. Dampak positifnya pun terlihat dengan semakin menggeliatnya perekonomian masyarakat dengan banyaknya UMKM yang terlibat selama event.

Penyelenggaraan event internasional tidak melulu soal menghitung untung rugi dari penjualan tiket. Maupun perputaran uang atau transaksi yang terjadi terhadap produk UMKM. Jika sebatas ini, lanjut Zul, ada banyak orang yang tidak akan mau menyelenggarakan event.

”Perputaran uang di UMKM penting, tapi kalau menurut saya soal brand equity Mandalika itu tak kalah pentingnya,” ujarnya.

Kehadiran WSBK dan MotoGP di Pertamina Mandalika International Street Circuit membuat banyak orang mengenal Mandalika, Lombok, maupun NTB. Belum lagi jika menghitung event Motocross Grand Prix (MXGP) di Sumbawa.

Baca Juga :  Toprak Unggul di Free Practice 3

Setelah dikenal, dampak positif lainnya akan mengikuti. Seperti peningkatan kunjungan wisatawan hingga masuknya investasi. ”Itu yang tidak ternilai. Kalau dilihat hanya dari hasil (jual) tiket tidak ada yang bikin acara. Nah, untuk yang UMKM kalau kurang, kami akan cari cara di penyelenggaraan berikutnya,” beber Zul.

Zul mengatakan, Provinsi NTB telah meneguhkan posisinya sebagai tuan rumah sport tourism untuk level internasional. Namun, pemerintah tidak akan berhenti sampai sebatas itu. ”Event dunia tidak boleh terisolasi dari event nasional,” katanya.

”Jangan event dunia di sini, tapi tidak kebagian event nasional dan regional. Semuanya harus dapat, supaya daerah kita semakin ramai,” tandas Zul.

Lombok Sumbawa Fair merupakan side event untuk WSBK. Lokasinya berada di tengah-tengah Sirkuit Pertamina Mandalika. Selama kegiatan, Lombok Sumbawa Fair menyuguhkan hiburan dan menjadi lokasi UMKM untuk berjualan.

Baca Juga :  Vaksinasi Covid-19 di NTB Capai 100 Persen Sasaran

Selama tiga hari penyelenggaraan WSBK, dari 11-13 November, transaksi yang terjadi di arena Lombok Sumbawa Fair diperkirakan mencapai Rp 1,7 miliar. ”Meski belum kumulatif, tapi diperkirakan sekitar Rp 1,7 miliar,” kata Kepala Dinas Perdagangan NTB Fathurrahman.

Ia mengakui tidak ada target khusus terhadap angka transaksi. Pemerintah memfasilitasi UMKM selama WSBK bertujuan agar masyarakat pelaku usaha bisa ikut berpartisipasi. Sekaligus mempromosikan produk mereka hingga level internasional.

Terlepas dari itu, Fathurrahman menyebut akan ada evaluasi dalam waktu dekat ini. Melihat apa-apa saja yang perlu dibenahi dan diperbaiki untuk penyelenggaraan WSBK 2023.

Evaluasi nanti akan melibatkan juga Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) serta Mandalika Grand Prix Association (MGPA). ”Hasil evaluasi sementara ada banyak zona penonton yang minim makanan dan minuman. Jadi tahun berikutnya kami coba perbaikan konsep bersama ITDC dan Mandalika,” kata Fathurrahman. (dit/r5)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications OK No thanks