alexametrics
Minggu, 27 September 2020
Minggu, 27 September 2020

Pascagempa, Penderita Katarak Meningkat

MATARAM-Gempa tidak hanya menyisakan rumah rusak. Warga yang tinggal di pengungsian juga menderita berbagai macam  penyakit. Salah satunya adalah katarak. Meski tidak memiliki kaitan langsung, namun pasien katarak meningkat pascagempa.

Hal itu diungkapkan Direktur RS Metro Medika Lombok dr Rangga Haryo Notokusumo dalam acara bakti sosial operasi katarak, kemarin (20/1). Peningkatan pasien katarak disebabkan banyak faktor, sebagian besar karena penuaan. Tapi bisa juga trauma akibat gempa mempengaruhi kondisi kesehatannya. “Rata-rata pasien usianya 40 tahun ke atas,” katanya.

Dalam bakti sosial itu, 112 orang pasien mendapatkan operasi katarak gratis. Kegiatan serupa juga sudah pernah dilakukan di tempat berbeda. Tapi tahun ini sangat spesial karena didukung banyak pihak.

Acara itu bekerja sama dengan Yayasan Baitul Mal (YBM) PLN NTB, Korem 168/WB, dan Pemkot Mataram. Dari 112 orang pasien baru 36 lulus screening. Sebagian besar dari Kota Mataram. “Ini melebihi dari target awal,” katanya.

Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani dan Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh meninjau proses operasi katarak yang berlangsung sejak pagi itu. Mereka menyapa warga yang antre menunggu giliran.

Kolonel Rizal menjelaskan, baksos tersebut merupakan bagian dari rehabilitasi dan rekonstruksi. Sebab pemulihan pascagempa tidak hanya menyangkut perbaikan bangunan yang rusak. Tetapi juga memulihkan kesehatan warga.  “Bangunannya kita bangun, manusianya kita sembuhkan,” katanya.

Danrem menjelaskan, mereka mengerahkan Babinsa untuk mencari dan menemukan warga yang menderita katarak. Kemudian operasi bekerja sama dengan RS Metro Medika dan pembiayaan dari YBM PLN NTB.

Ia menekankan kepada para Babinsa untuk terus melayani masyarakat. Sebagai ujung tombak TNI AD mereka harus runcing. Artinya bekerja efektif mengatasi berbagai persoalan di bawah.  “Mereka dilatih dan dibentuk untuk mengabdi kepada masyarakat,” tegasnya.

Danrem menegaskan, saat ini TNI tengah melakukan operasi teritorial untuk melanjutkan penanganan pascagempa. Operasi teritorial menjadi pengganti dari pasukan Kogasgabpad yang sudah ditarik. “Kami sadari tentara tidak akan hebat kalau tidak dibantu seluruh masyarakat,” ujarnya.

Khairuddin, perwakilan YBM PT PLN NTB berharap dengan operasi itu pengelihatan warga kembali normal. Mata menjadi sehat dan mampu melihat dengan baik. “Pengelihatan yang tadinya samar-samar jadi terang kembali,” katanya.

Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada TNI, RS Metro Medika, YBM PLN, dan pihak lainnya yang terlibat. Sebab operasi mata gratis sangat penting, terutama bagi korban gempa. (ili/r7)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Penataan Kawasan Wisata Senggigi Dimulai

Penataan kawasan wisata Senggigi direalisasikan Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar). Sayang, dari tujuh proyek dalam perencanaan, hanya lima yang bisa dieksekusi.

LPPOM MUI NTB Target Sertifikasi Halal 125 Usaha Rampung Tahun Ini

”Rinciannya, dari Dinas Perindustrian NTB dan pusat sebanyak 75 usaha, serta Dinas Koperasi Lombok Barat sebanyak 50 usaha,” katanya, kepada Lombok Post, Rabu (23/9/2020).

Solusi BDR Daring, Sekolah Diminta Maksimalkan Peran Guru BK

Jika terkendala akses dan jaringan internet, layanan dilaksanakan dengan pola guru kunjung atau home visit. ”Di sanalah mereka akan bertemu dengan siswa, orang tua, keluarga. Apa permasalahan yang dihadapi, kemudiann dibantu memecahkan masalah,” pungkas Sugeng.

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Pilwali Mataram, HARUM satu SALAM dua MUDA tiga BARU empat

Pengundian nomor Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram berjalan di bawah protokol Pandemi Covid-19 dengan ketat, pukul 19.00 wita-selesai semalam.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Trailer Film MOHAN Bikin Baper

Kreativitas sineas Kota Mataram terasa bergairah. Ditandai dengan garapan film bergenre drama romantic berjudul ‘Mohan’ yang disutradai Trish Pradana. Film yang direncanakan berdurasi sekitar 35 menit ini mengisahkan perjalanan asmara Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskan dengan istrinya Hj Kinastri Roliskana. Film Mohan dijadwalkan mulai tayang Bulan Oktober mendatang.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks