alexametrics
Kamis, 24 September 2020
Kamis, 24 September 2020

452 Orang Positif DBD, Enam Orang Meninggal Dunia

MATARAM-Selain rabies, NTB kini juga sedang mewaspadai siklus sepuluh tahunan DBD. Data yang diterima Lombok Post, total keseluruhan penderita DBD di NTB ada 452 orang.

Terdiri dari, Kota Mataram 126 orang, Lombok Barat 86 orang, Lombok Tengah 54 orang, Lombok Timur 18 orang, Lombok Utara 12 orang, Sumbawa Barat delapan orang, Sumbawa 6 orang, Dompu 52 orang, Bima lima orang, dan Kota Bima 30 orang.

“Sementara yang meninggal jumlahnya ada enam orang. Satu orang di Kota Mataram, tiga orang di Dompu, dan dua orang di Kota Bima,” tegas Kepala DinasKesehatan (Dikes) NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, kemarin (24/2).

Untuk penanganan DBD di NTB, persediaan obat di seluruh puskesmas dan RS masih memadai. Korban meninggal dunia karena keluarga terlambat membawa pasien untuk dirujuk ke fasilitas kesehatan.

Karena itu, Eka terus mengimbau pada masyarakat, jika ada anggota keluarga yang mengalami panas tinggi, nyeri, dan sakit kepala luar biasa maka segera di bawa ke puskesmas terdekat. “Kami sudah bilang kirim surat imbauan kepada masing-masing kepala daerah untuk diteruskan ke tingkat bawah, petugas medis harus cepat melayani pasien DBD itu,” ujar Eka.

Sementara ini, kasus positif DBD memang ada di Kota Mataram, jumlahnya mencapai 126 orang. Hal ini terjadi karena tingkat kepadatan penduduk di Kota memang lebih tinggi dibandingkan di desa. Eka mengatakan, jarak terbang nyamuk Aedes Aegypti penyebab DBD sejauh 100 meter. “Kalau di desa, jarak 100 meter ditempuh bisa satu rumah tetapi kalau di kota karena padat, nyamuk terbang 10 meter bisa menjangkau beberapa rumah makanya penyebarannya cepat,” jelasnya.

Meski sudah ada ratusan yang positif ditambah dengan korban jiwa, Eka menyebut kasus DBD di NTB sampai saat ini belum dikatakan Kejadian Luar Biasa (KLB). Karena jumlah kasusnya harus dua kali lipat dari KLB sebelumnya. Dalam catatan, KLB DBD pernah dialami NTB pada 2016. Jumlah yang positif mencapai 3.600 orang.

“Untuk bisa dikatakan KLB, harus ada tujuh ribuan kasus, tetapi jangan sampai jadi KLB DBD,” harapnya.

Eka mengakui, jika dibandingkan pada periode yang sama di 2018, jumlah kasus DBD diawal tahun ini memang lebih tinggi. Karena puncak siklus sepuluh tahunan tersebut.

Ia terus mengimbau kepada masyarakat melakukan upaya pencegahan DBD melalui kegiatan 3M yaitu Menguras, Menutup dan Mengubur. Selain itu Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik. Sosialisasi terhadap gerakan ini tidak hanya dilakukan setiap dikes se-NTB. Namun Eka mengatakan, pihaknya telah bersurat ke Kemenag dan Dikbud NTB, agar para pelajar sekolah diberikan pemahaman terkait hal ini.

Fogging fokus juga telah kami lakukan, pada daerah-daerah yang memiliki resiko tinggi penularan DBD,” pungkasnya. (yun/r7)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Hasil Survei Indikator, Elektabilitas HARUM Paling Tinggi

“Pak Mohan Roliskana hingga sejauh ini paling potensial menang dalam pemilihan mendatang,” ujar  Wakil Ketua DPP Golkar Ahmad Doli Kurnia dalam pemaparan yang dilakukan secara online dari DPP Golkar Jakarta, (18/9) lalu.

Polisi Pantau Kampanye Hitam di Pilwali Mataram

Pelaksanaan Pilkada di Kota Mataram mendapat atensi penuh pihak TNI-Polri. Polresta Mataram dan Kodim 1606 Lobar telah melakukan pemetaan potensi konflik dan mencegah secara dini beberapa konflik yang biasa terjadi pada masa Pilkada.

Trailer Film MOHAN Bikin Baper

Kreativitas sineas Kota Mataram terasa bergairah. Ditandai dengan garapan film bergenre drama romantic berjudul ‘Mohan’ yang disutradai Trish Pradana. Film yang direncanakan berdurasi sekitar 35 menit ini mengisahkan perjalanan asmara Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskan dengan istrinya Hj Kinastri Roliskana. Film Mohan dijadwalkan mulai tayang Bulan Oktober mendatang.

Pasangan Calon Harus Memberi Perhatian pada DPT

PESERTA pemilihan yaitu Pasangan Calon harus menunjukkan perhatian lebih pada seluruh tahapan yang ada, bukan hanya pada saat pendaftaran calon atau pada pemungutan suara saja. Salah satu tahapan yang sangat menentukan ialah tahapan Penyusunan dan Pemutakhiran Daftar Pemilih atau cukup disebut dengan penyusunan DPT.

Pendataan Bantuan Kuota Internet untuk Siswa Guru dan Mahasiswa Kacau

Hari pertama penyaluran bantuan subsidi kuota internet untuk siswa, guru, mahasiswa, dan dosen langsung berpolemik. Proses pendataan dan verifikasi nomor ponsel dinilai kacau.

Calon Kepala Daerah Wajib Jadi Influencer Protokol Kesehatan

DPR, pemerintah dan KPU telah memutuskan akan tetap melaksanakan pilkada serentak pada 9 Desember. Para calon kepala daerah (Cakada)  diminta menjadi influencer protokol kesehatan  agar pilkada tidak memunculkan klaster baru Covid-19.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Sutradara Trish Pradana, Angkat Kisah Mohan ke Layar Lebar

Sutradara Trish Pradana tak henti melahirkan karya. Di tengah Pandemi Korona ini ia kembali ke balik layar menuntaskan film baru bertajuk "Mohan". Ini merupakan film yang diangkat dari kisah hidup Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana sewaktu remaja.
Enable Notifications    Ok No thanks