alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Tiket Pesawat Naik, Penumpang Bus Tetap Sepi

MATARAM-Naiknya harga tiket pesawat dan penerapan bagasi berbayar tidak berdampak pada jumlah penumpang di Terminal Mandalika. Pantauan Lombok Post, ruang tunggu terminal terlihat sepi. Begitu juga ditempat parkir bus AKDP dan AKAP, pihak PO bus dan beberapa penumpang hanya mengobrol santai.

Kepala Terminal Mandalika Muhammad Junaidi mengakui, bahwa tidak ada lonjakan pengguna jasa transportasi darat. Meskipun tarif tiket angkutan udara mengalami kenaikan. “Semuanya biasa-biasa saja, gak ada lonjakan apa-apa,” terangnya.

Junaidi menyebut, dalam sehari bus AKDP jurusan Pulau Sumbawa seperti Taliwang, Sumbawa hingga Bima, yang beroperasi memang ada 30 unit. Namun kursi penumpang jarang terisi penuh. Total jumlah penumpang rata-rata 300 orang. Sementara untuk AKAP yang beroperasi hanya enam PO bus. Membawa penumpang dari Malang, Surabaya, dan Denpasar. “Rata-rata hanya 195 orang,” ungkapnya.

Dalam satu bus, ada 41 kursi penumpang, namun saat ini yang terisi hanya setengah saja. Bahkan bus AKAP sendiri paling jauh membawa penumpang dari Jogjakarta, padahal rute paling jauh ke Jakarta. “Itu busnya kadang beroperasi kadang nggak, pokoknya sekarang gak pernah full seat,” terang Junaidi.

Dalam sehari, jadwal keberangkatan bus terkadang agak sedikit mengalami perubahan. Alasannya pihak PO masih menunggu penumpang. Dirinya pun tidak bisa berbuat apa-apa. Semua tergantung pilihan masyarakat dalam menggunakan jasa transportasi.

Sementara itu, pengurus PO bus AKAP Langsung Indah di Mataram Rais mengatakan, sampai sekarang kenaikan harga tiket pesawat belum berdampak apa-apa. Tidak ada lonjakan penumpang dan tetap saja sepi. Padahal harga tiket bus AKAP dan AKDP masih normal. “Pernah kami bawa penumpang dari Surabaya hanya tiga orang,” terangnya.

Meski demikian, pihaknya tetap beroperasi seperti biasa. Namun ada pengurangan jadwal. Biasanya full seminggu, namun saat ini bus beroperasi empat hari dalam sepekan, karena jumlah penumpang sangat sedikit. Kerugian memang tidak bisa dihindari akan tetapi bisa disiasati dari jasa pengiriman paket. “Kami masih buka untuk jasa pengiriman paket kok, misalnya dari Bima ke Surabaya jadi kami ambil keuntungannya dari situ, busnya harus jalan, kalau gak malah ruginya gede,” tutupnya. (yun/r7)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hari Pertama Razia Masker di NTB, Pemda Kumpulkan Denda Rp 9,1 Juta

Sebanyak 170 orang tidak menggunakan masker terjaring razia di hari pertama penerapan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan di seluruh NTB, kemarin (14/9). Dari para pelanggar di semua titik operasi ini, Badan Pendapatan Daerah NTB pun mengumpulkan uang sebesar Rp 9,1 juta.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks