alexametrics
Senin, 3 Agustus 2020
Senin, 3 Agustus 2020

Pemprov Akan Lebih Serius Menata Kawasan Destinasi Wisata

MATARAM-Pelaku wisata terus mendesak pemprov untuk lebih serius dalam menata kawasan destinasi wisata. Salah satunya agar memiliki sejumlah kelengkapan mitigasi bencana.

Menanggapi hal itu, Sekda NTB H Rosiady Sayuti menegaskan, sebenarnya Bumi Gora sudah lama menerapkan mitigasi bencana pada destinasi wisata. Seperti di Kota dan Kabupaten Bima yang biasanya berlangganan dengan banjir bandang. Begitu juga Kota Mataram, pada wilayah pantai telah dilengkapi dengan tanda-tanda jalur evakuasi sampai dengan titik kumpul. “Kita sudah lengkapi itu semua,” tegasnya, kemarin (24/3).

Ternyata hal itu tentu tidak cukup. Rosiady mengaku, ia sendiri tidak pernah membayangkan sebelumnya, jika destinasi wisata alami seperti air terjun harus memiliki kelengkapan mitigasi bencana. Gempa bumi 5,4 SR yang terjadi pada Minggu (17/3) lalu menewaskan dua wisatawan asal Malaysia saat berkunjung ke air terjun Tiu Kelep, Desa Senaru, Lombok Utara.

“Kita nggak pernah mengantisipasi karena air terjun itu masih alami, terbentuk selama ratusan tahun tidak akan terjadi apa-apa, namun gempa kemarin ternyata menimbulkan korban,” ujarnya.

Karena kejadian itu, pemprov akan betul-betul serius merancang penjelasan soal mitigasi bencana. Termasuk jalur evakuasi, titik kumpul, papan informasi, mana area yang diperbolehkan, dilarang dan masih banyak lagi. Hingga ke destinasi wisata alam yang sebelumnya tidak diantasipasi, tetap akan dipasang.

 “Semua air terjun yang ada di Lombok, masuk dalam geosite Gunung Rinjani sehingga harus kita jamin mitigasi bencana, apalagi nanti ada APGN di September, kita harus ready,” tegas Rosiady.

Berkaitan dengan mitigasi bencana, kata Rosiady tetap membutuhkan anggaran dari APBD dan BNPB. Karena ada pemasangan sejumlah tanda-tanda dan perbaikan berbagai fasilitas pendukung di destinasi wisata itu. Agar bisa meminimalisisi bahkan menghindari timbulnya korban jiwa. “Ada dua porsi, dari pemprov atau BPBD dan dari BNPB,” pungkasnya.

Terpisah, Kalak BPBD NTB H Muhammad Rum mengatakan, tidak hanya soal pemasangan tanda-tanda mitigasi bencana, pelatihan terhadap pemandu wisata berlisensi akan diperkuat. Pihaknya bersama Dispar NTB, berencana akan lebih masif menggelar sosialisasi dan edukasi kepada pemandu wisata. “Agar pemandu saat membawa wisatawan, harus paham terhadap ancaman bencana alam yang bisa saja terjadi di destinasi tersebut,” tutupnya. (yun/r7)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Desa Sekotong Tengah Pertahankan Status Zona Hijau Covid 19

Desa Sekotong Tengah terus mempertahankan status zona hijau Covid-19. Langkah sukses ini tak lepas dari upaya pemdes bersama masyarakat dengan dibantu TNI-Polri. Kuncinya, mitigasi dilakukan sedari awal kemunculan covid-19.

VIDEO : Polda NTB Bongkar Penyelundupan 2 Kg Sabu di Cakranegara

Penderita rabun ayam bakal sulit melihat jika kekurangan sumber cahaya. Tetapi, kekurangan para penderita penyakit tersebut malah  dimanfaatkan oleh para bandar narkoba. Untuk menyelundupkan sabu.

Tertangkap di Bandara Lombok, Satpam Selundupkan Sabu dari Batam

Pria asal Batam berinisial AK, 47 tahun dibekuk tim khusus Ditresnarkoba Polda NTB, Minggu (2/8). Pria yang bekerja  sebagai satpam itu ditangkap setelah turun dari pesawat di Bandara Internasional Lombok (BIL).

Pathul Bahri, Pasrah Bila tak Diusung Golkar

HL Pathul Bahri enggan menanggapi hasil survei beberapa lembaga yang menempatkan elektabilitasnya nyaris di bawah satu digit. Salah satunya survei Olat Maras Institute yang menempatkannya di angka 13,9 persen. “Ya itu urusan di sana,” katanya.

Pelestarian Penyu Terus Jadi Atensi Pemerintah 

Meski berada di situasi pandemi Covid-19, upaya pelestarian penyu, tetap menjadi perhatian pemerintah

KPU NTB Jelaskan Teknis Verifikasi Faktual Calon Perseorangan

KPU NTB memperjelas teknis verifikasi data dukungan calon perseorangan. Anggota KPU NTB Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Parmas dan SDM Agus Hilman menjelaskan pencoretan dukungan dilakukan bila Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Independen gagal mendatangkan pemilik dukungan sampai di kantor PPS.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Sindikat Curanmor di Lotim Terbongkar, 24 Motor Hasil Curian Disita

Dua orang tersangka  pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan tiga penadah berhasil diringkus tim Puma Satreskrim Polres Lotim. Bersama para tersangka, 24 unit sepeda motor hasil curian berhasil disita. “Beberapa di antara pelaku merupakan residivis dengan kasus yang sama,” kata Kapolres Lotim AKBP Tunggul Sinatrio pada konferensi pers yang digelar kamis (30/1).

Jumlah Pasien Korona NTB dalam Kondisi Kritis Melonjak Drastis

Semakin banyak pasien Covid-19 masuk ke RSUD NTB dalam kondisi parah. ”Pasien datang sudah dalam keadaan gagal napas,” kata Direktur RSUD NTB dr H Lalu Hamzi Fikri usai meninjau pembangunan rumah sakit darurat khusus Covid-19, Rabu  (29/7).

VIDEO : Pilkada Serentak NTB, Empat Bapaslon Terima SK Berkarya

Ribut-ribut internal partai Berkarya hingga rumor dualisme, berpotensi berimbas ke SK Berkarya untuk Bakal Pasangan Calonb (Bapaslon) Kepala Daerah.
Enable Notifications.    Ok No thanks