alexametrics
Rabu, 21 April 2021
Rabu, 21 April 2021

Diawasi Ketat BPOM, Dikes NTB Pastikan Vaksin yang Disuntikkan Aman

MATARAM-Vaksin sinovac yang diterima Dinas Kesehatan (Dikes) NTB pada tahap pertama sudah habis digunakan. Dikes NTB menjamin vaksin yang disuntikkan kepada masyarakat aman. Karena vaksinasi diawasi ketat oleh BPOM.

” Dari laporan terakhir, alhamdulillah bisa digunakan semua sebelum kedaluwarsa,” kata Kepala Dikes NTB dr H Lalu Hamzi Fikri.

Vaksin dengan nomor seri 202020907 memiliki batas umur simpan hingga 23 Maret kemarin. Vaksin ini yang pertama kali diterima NTB. Kemudian didistribusikan untuk Kota Mataram, Lombok Barat, dan Lombok Timur.

”Vaksin pertama itu kan single dosis, digunakan untuk vaksinasi nakes tahap pertama,” jelas Fikri.

Ia mengatakan, vaksin yang sudah diberikan pemerintah pusat, harus dimanfaatkan dengan maksimal. Jika sasaran vaksin untuk nakes sudah terpenuhi, kabupaten/kota bisa mengalihkan ke penerima lain. Seperti lansia maupun petugas pelayan publik.

Vaksinasi di NTB diatensi pemerintah pusat. Secara berkala, stok vaksin akan dicek. Fikri menyebut, kalau stok vaksin masih banyak, tentu pusat menilai vaksinasi di NTB berjalan lamban.

”Makanya kita jaga di sini. Dilakukan percepatan, agar vaksin bisa cepat habis,” ujarnya.

Selain vaksin nomor seri 202020907, vaksin nomor seri 202011044 juga bakal memasuki batas umur simpan di 3 Mei nanti. Vaksin ini dikirimkan untuk sembilan kabupaten/kota, kecuali Kota Mataram.

Untuk vaksin yang berakhir di 3 Mei, hingga data 15 Maret kemarin, rinciannya Lombok Timur 153 dosis; Lombok Utara 180 dosis; Sumbawa Barat 1.689 dosis; Sumbawa246 dosis; Dompu 438 dosis; Kabupaten Bima 495 dosis; dan Kota Bima 491 dosis.

Karena itu, Fikri meminta vaksin tersebut juga bisa cepat digunakan. Diberikan kepada sasaran vaksinasi lainnya. ”Kami kasih kebebasan. Sayang kan, vaksin ini mahal. Daripada tidak digunakan, stok yang ada dihabiskan,” tutur Fikri.

Jika vaksin sudah masuk masa expired, sementara masih ada nakes belum mendapat suntikan kedua, maka akan dilakukan substitusi. Penyuntikan menggunakan vaksin yang datang pada tahap kedua. Yang satu botolnya berisi 10 dosis.

Ia menegaskan, dikes tidak akan berani menggunakan vaksin yang sudah habis masa simpannya. Apalagi dalam proses vaksinasi, pelaksanaannya dikawal ketat BPOM. Agar mutu vaksin tetap terjaga. ”Kami pastikan juga vaksin yang ke masyarakat ini belum expired,” tandas Fikri.

Sementara itu, Kasi Surveilans, Dikes NTB Made Utama mengatakan, untuk vaksin yang bakal kedaluwarsa di 3 Mei akan segera dimanfaatkan. Sehingga bisa habis sebelum masa simpan berakhir. ”Itu kan masih lama. Masih ada waktu untuk bisa digunakan,” kata Made. (dit/r5)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications   OK No thanks