alexametrics
Selasa, 29 September 2020
Selasa, 29 September 2020

CPNS dan PPPK Juga Gigit Jari

MATARAM-Uang tunjangan hari raya (THR) Rp 59 miliar bagi PNS Pemprov NTB cair. Dana itu sudah ditransfer ke rekening masing-masing pegawai, sejak kemarin. Gaji ke-14 tersebut diharapkan dimanfaatkan dengan baik untuk kebutuhan selama Lebaran. ”Sudah kami transfer dan tidak ada persoalan,” kata Plt Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) NTB H Zainul Islam, kemarin (24/5).

Semua persyaratan pencairan THR menurutnya tidak ada perosoalan. Dana hingga peraturan gubernur (pergub) sudah selesai. Diharapkan, hal yang sama juga dilakukan pemda kebupaten/kota. Tujuannya agar uang  tersebut segera dibelanjakan pegawai untuk kebutuhan Lebaran.

Beberapa kabupaten/kota sekarang masih pada tahap pengusulan peraturan kepala daerah. Meski lebih telat dari target pusat 24 Mei, namun hal itu tidak masalah. Karena dalam ketentuannya, THR paling cepat disalurkan 10 hari sebelum Lebaran. Mereka bisa lebih dari itu, lima hari sebelum lebaran juga bisa. ”Tinggal dua tiga hari lebaran tidak apa-apa,” ujarnya.

Masing-masing PNS mendapat THR bermacam-macam, tergantung pangkat dan golongan. Sementara bagi honorer, CPNS dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) tahun ini belum bisa mendapatkan THR. ”CPNS belum bisa menerima karena belum dianggap mulai kerja,” katanya.

 Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB H Fathurrahman menyenbutkan, jumlah CPNS yang diterima pemprov tahun ini 380 orang, kemudian PPPK sebanyak 223 orang. Kemudian jumlah honorer mencapai 100 orang lebih. Terkait THR dia menyerahkan sepenuhnya ke BPKAD. Setelah mendapat THR, para pegawai bisa meningkatkan kinerja dan tidak malas-malasan hingga lebaran nanti. (ili/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Turunkan Angka Pernikahan Anak, Lobar Apresiasi Program Yes I Do

"Sudah pas Peran NGO melalui Program Yes I Do sangat bagus menekan tingkat pernikahan anak," kata Kepala DP2KBP3A Lobar Ramdan Hariyanto.

Tetap Tumbuh, Sektor Tambang Topang Ekonomi NTB di Masa Pandemi

Sektor pertambangan memang tak lepas dari fondasi ekonomi provinsi NTB. Di triwulan II 2020, sektor pertambangan dan penggalian yang tumbuh sebesar 47,78 persen mampu menahan laju penurunan ekonomi NTB. Pada triwulan II, ekonomi NTB kontraksi 1,4 persen, namun tanpa sektor pertambangan dan penggalian, kontraksi akan lebih dalam lagi hingga mencapai 7,97 persen.  

Taspen Lindungi JKK JKM Non ASN

PT Taspen kini memberikan jaminan dan perlindungan penuh terhadap pegawai non Aparatur Sipil Negara (ASN)

Nomor 4, Era BARU, Industri 4.0, Menang!

Aqi berkomitmen membuat lompatan besar membawa Kota Mataram lebih maju, nyaman, dan beradab. Ia yakin dengan dukungan semua pihak yang menginginkan ibu kota provinsi NTB bersinar terang. “Sebagai putra Mataram, saya ingin memberikan karya terbaik saya buat tanah kelahiran saya,” katanya dengan suara bertenaga.

UT Mataram Beri Beasiswa KIP-K dan CSR se-NTB

“Penerima beasiswa KIP-K mendapatkan bebas biaya kuliah, buku dan uang saku Rp 700 ribu per bulan yang dibayar di akhir semester,” terang Raden.

Dorong Industri Kreatif : HARUM Rancang Mataram Creative District

Sebagai sebuah kota yang terus berkembang, Kota Mataram harus menangkap peluang ini sebagai salah satu penguat daya saing global di masa mendatang.  Bagaimana rencana pengembangan Industri Kreatif di Mataram di masa mendatang berikut petikan wawancara kami dengan H Mohan Roliskana calon wali kota Mataram.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks