alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Usulan Formasi CPNS dan PPPK Mulai Digodok

MATARAM-Setelah rekrutmen CPNS dibuka, Pemprov NTB menggodok formasi CPNS dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Hingga saat ini kebutuhan formasi belum final, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) masih melakukan input data ke e-formasi milik pemerintah pusat.

”Belum bisa kita rekap kebutuhan formasi secara keseluruhan untuk saat ini, nanti kami akan rekap setelah input selesai,” kata Sekretaris BKD NTB Yus Harudian Putra, kemarin (24/5).

Kebutuhan formasi disesuaikan dengan analisis jabatan, yang dihitung berdasarkan kebutuhan tenaga di masing-masing jabatan. Selain itu juga memperhatikan jumlah pegawai pensiun. Tahun 2019 jumlah pegawai yang pensiun mencapai 209 orang, bisa bertambah sampai akhir tahun mendatang.

Meski demikian, kebutuhan pegawai tahun ini hampir sama dengan kebutuhan pegawai tahun lalu. Sebagian besar tenaga guru, kesehatan, dan tenaga teknis bidang pekerjaan umum.

Tahun 2018, Pemprov NTB mengusulkan formasi 5.554. Untuk tenaga guru 3.630 formasi, tenaga kesehatan 617 formasi, fungsional tertentu 546 formasi, dan fungsional umum 761 formasi. Tapi setelah disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah, yang disetujui pusat hanya 700-an formasi. ”Usulan formasi tahun ini juga tidak jauh berbeda, tapi pasti akan ada penambahan-penambahan,” katanya.

Kepala Subdit Formasi dan Seleksi Bidang Mutasi BKD NTB Rafiin menjelaskan, input data membutuhkan waktu karena harus memasukkan data kepegawaian dari jumlah pejabat eselon II sampai pegawai staf. Juga memasukkan kebutuhan berdasarkan analisis jabatan dan beban kerja. BKD juga bekerja sama dengan Biro Organisasi Setda NTB.  ”Tidak asal memasukkan jumlah formasi,” katanya.

Sesuai surat edaran Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) Nomor 617 Tahun 2019 tentang Pengadaan Aparatur Sipil Negara (ASN), usulan kebutuhan formasi berpatokan pada peta jabatan yang telah ditetapkan pejabat pembina kepegawaian (PPK). Juga memperhatikan jumlah PNS yang memasuki batas usia pensiun tahun 2019, rasio jumlah penduduk dengan PNS, luas wilayah, serta melampirkan surat pernyataan kesediaan anggaran gaji dan latihan dasar (latsar) bagi CPNS.

Untuk alokasi pegawai, 30 persen CPNS dan 70 persen PPPK. Rekrutmen diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan pegawai di bidang pelayanan dasar pada satuan/unit kerja di daerah terpencil, tertinggal, dan terluar.

Terpisah, Plt. Kepala BPKAD NTB H Zainul Islam menjelaskan, dana untuk CPNS tahun 2019 belum dianggarkan secara khusus. Dana itu akan dialokasikan di APBD Perubahan, masuk di komponen Dana Alokasi Umum (DAU). ”Wajib disiapkan lewat tambahan DAU dari pusat,” katanya.

Mereka meminta BKD berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Setelah kuota formasi dari pusat jelas, baru BPKAD bisa menghitung kebutuhan anggaran. Mereka tidak bisa mengira-ngira kebuuhan dana CPNS sebelum ada kepastian formasi. (ili/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

HARUM Goda Pemilih Millenial Lewat Lomba Film Pendek dan E-Sport

Bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mencoba menggoda pemilih milenial. Caranya, dengan menggelar film pendek dan e-sport. "Orang yang menggeluti dunia film tidak banyak. Bagi sebagian orang ini ekslusif. Prosesnya panjang," kata Mohan Sabtu malam (19/9) lalu.

Cerita Shaina Babheer saat Memerankan Sosok Kikin dalam film MOHAN

Shaina Azizah Putri dipilih untuk memerankan sosok Kikin Roliskana dalam film pendek berjudul "Mohan". Ini menjadi tantangan baru bagi dara yang sudah membintangi beberapa sinetron dan FTV nasional ini.

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Korem 162/WB Gelar Bakti Sosial di KEK Mandalika

Sejumlah kegiatan bakti sosial di gelar Korem 162/WB dalam rangka menyambut HUT TNI ke-75 di Loteng. “Terima kasih TNI karena menggelar salah satu rangkaian HUT-nya, di daerah kami tercinta,” ujar Asisten II Setda Loteng H Nasrun, kemarin (18/9).

Dugaan Korupsi Pembangunan RS Pratama Dompu Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama Manggelewa, Dompu, tahun 2017 sebentar lagi rampung. ”Kira-kira dua minggu lagi kita naikkan ke penyidikan,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hasil Uji Diragukan, Dua Merek Alat Rapid Test asal China Dipakai di NTB

MATARAM-Dua dari tiga merek alat rapid test yang diragukan akurasinya dipakai di NTB. Yakni VivaDiag dan Wondfo. ”Itu kami dapat bantuan dari pusat, silahkan...
Enable Notifications    Ok No thanks