alexametrics
Minggu, 12 Juli 2020
Minggu, 12 Juli 2020

New Normal, PNS NTB di Atas 45 Tahun Boleh Kerja Dari Rumah

MATARAM-Aparatur Sipil Negara (ASN) harus mulai terbiasa bekerja dengan tatanan baru. Kebiasaan rapat tatap muka, salaman, dan kunjungan kerja ke luar daerah harus dikurangi. “Karena sedang pandemi covid-19, perlu dilakukan penyesuaian sistem kerja ASN dengan menjalankan protokol kesehatan,” kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah dalam keterangan persnya, kemarin (24/6/2020).

Untuk mengatur sistem kerja ASN, ia telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Gubernur NTB Nomor 060/210/ORG tentang Sistem Kerja ASN Menuju Tatanan Baru di NTB. SE itu merupakan tindak lanjut surat edaran Menpan-RB Nomor 58 Tahun 2020, dan keputusan Mendagri Nomor 440-842 Tahun 2020 tentang pedoman tatanan normal baru bagi ASN.

SE gubernur mengatur, semua ASN, baik pegawai tidak tetap, tenaga kontrak, atau honorer kembali bekerja di kantor. Namun OPD bisa menyesuaikan sistem kerja dengan prinsip fleksibilitas, akuntabel, dan selektif. ”Selektif dalam menentukan pegawai yang bertugas di kantor dan mana yang tugas di rumah,” jelasnya.

Bagi pegawai yang masuk kantor, diharuskan masuk sesuai jam kerja dan mengisi daftar hadir manual, kemudian melaksanakan apel pagi, olahraga, dan imtaq sesuai ketentuan. “Penyelenggaraan rapat-rapat diutamakan dengan memanfaatkan teknologi informasi,” imbuhnya.

Rapat bisa dilakukan secara tatap muka bila mendesak. Peserta rapat juga terbatas dengan memperhatikan jarak aman (physical distancing). “Perjalanan dinas dilakukan secara selektif sesuai prioritas,” jelasnya.

Sementara pemilihan pegawai yang bekerja dari rumah tidak bisa sembarangan. Pejabat pembina harus mempertimbangkan jenis pekerjaan, hasil penilaian kinerja, dan laporan disiplin pegawai. ”Juga ketersediaan dan kemampuan pegawai dalam mengoperasikan sistem teknologi informasi,” jelasnya.

Di samping itu, juga memperhatikan kondisi kesehatan keluarga, riwayat kontak dengan penderita covid-19 atau telah melaksanakan perjalanan ke luar daerah. “ASN lebih dari 45 tahun dan atau memiliki riwayat komorbiditas sebaiknya bekerja di rumah (work from home/WFH),” terangnya.

ASN yang bekerja dari rumah pun harus  mendapatkan surat tugas dari pimpinan.  ”Mereka juga wajib membuat laporan ke pimpinan secara berkala,” jelasnya.

Kepala Biro Organisasi Setda NTB H Lalu Hamdi menambahkan, dalam SE itu, gubernur juga mengatur disiplin pegawai. ”Bagi ASN yang melanggar ketentuan tersebut diberikan hukuman disiplin,” jelasnya.

Standar operasional prosedur (SOP) pelayanan juga disederhanakan dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. ”Pelayanan tetap dibuka secara online maupun offline,” jelasnya.

Penyesuaian sistem kerja bertujuan mencegah penularan virus namun ASN tetap produktif bekerja. Sebelum menerbitkan edaran, gubernur seminggu terakhir telah keliling ke OPD-OPD untuk memberikan motivasi secara langsung. (ili/r5)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Ke Praya Tak Pakai Masker, Siap-siap Dihukum Push Up

Menurunnya kesadaran warga menggunakan masker membuat jajaran Polres Lombok Tengah menggelar razia. “Kami sasar pasar-pasar dan pusat pertokoan di wilayah Praya,” kata Kasatnarkoba Polres Loteng Iptu Hizkia Siagian, Jumat (10/7).

JPS Gemilang III Segera Disalurkan, Mudah-mudahan Tepat Sasaran

antuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang tahap III segera disalurkan. Gubernur NTB H Zulkieflimansyah meminta penyaluran JPS yang terakhir ini dilakukan tanpa cela.

Pemerintah Janji Bantu UMKM NTB Terdampak Korona, Ini Syaratnya

encairan bantuan Rp 800 triliun bagi UMKM dan IKM masih menunggu petujuk pemerintah pusat. ”Kita tunggu petunjuk teknisnya dari kementerian koperasi UKM,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB Wirajaya Kusuma, Jumat (10/7

Kompak Lawan Korona, Kelurahan Cakra Timur Bertahan di Zona Hijau

Kelurahan Cakranegara Timur patut dicontoh. Saat keluarahan lain di Kota Mataram zona merah Covid-19, justru Cakra Timur berada pada zona hijau. Strategi para pemimpin di wilayah ini membuat virus Korona tak berani mendekat. Apa resepnya?

Berkurban di Masa Korona, Ini Fatwa MUI

Jumat (10/7) malam Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa terbaru bernomor 36/2020 tentang salat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban. MUI di antaranya meminta kegiatan penyembelihan tidak tekonsentrasi pada saat Idul Adha saja.

Batal Berangkat, 16 Jamaah NTB Tarik Ongkos Haji

Karena ibadah haji ditiadakan, 16 orang jamaah calon haji (JCH) asal NTB menarik ongkos haji yang telah dilunasi. ”Masing-masing lima orang dari Mataram, Lombok Barat, Sumbawa, dan satu orang dari Bima,” kata Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag NTB H Ali Fikri, Jumat (10/7).

Paling Sering Dibaca

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Duka di Lombok Utara, Suami Tewas Tergantung, Istri Tergeletak di Ranjang

Warga Dusun Sumur Jiri, Desa Santong Mulia, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, geger. Pasangan suami istri (pasutri) berinisial S, 25 tahun dan R, 20 tahun ditemukan tewas di dalam rumahnya, Minggu malam (5/7).

12 Karyawan Bank di Cilinaya Mataram Positif Korona

Di Kelurahan Cilinaya misalnya. Di sini tercatat ada 12 karyawan salah satu bank terpapar virus Korona. “Sebenarnya hanya satu. Namun setelah kita tracing, menjadi 12 orang yang positif,” kata Lurah Cilinaya I Gusti Agung Nugrahini, Kamis (9/7)

Pakai Narkoba, Satu Anggota Polisi Ditangkap di Mataram

Tim Subdit II Ditresnarkoba Polda NTB menangkap jaringan narkoba di salah satu hotel di mataram dua pekan lalu. Sebanyak empat orang berinsial E, LA, AD, dan SL. “E adalah polisi aktif, LA dan AD pecatan polisi, SL warga sipil,” kata Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, kemarin (10/7).

PKS Berpeluang Kocok Ulang Figur di Pilbup Lombok Tengah

Peta kekuatan politik Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) di Lombok Tengah (Loteng) tampak berimbang. Ini terlihat dari hasil survei yang dilakukan PKS bekerja sama dengan Olat Maras Institute (OMI).
Enable Notifications.    Ok No thanks