alexametrics
Jumat, 25 September 2020
Jumat, 25 September 2020

AP Diminta Tidak Ngutang Terlalu Lama

MATARAM-PT Angkasa Pura (AP) I diminta tidak terlalu lama menyelesaikan pembayaran dana kontribusi ke Pemprov NTB. Uang yang menjadi hak daerah itu harus segera dibayar ke kas daerah. Jangan sampai terlalu lama dan terus menerus menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) NTB. ”Sudah terlalu lama masyarakat menunggu, jangan sampai tertunda terus,” kata Wakil Ketua DPRD NTB H Abdul Hadi, kemarin (24/7).

Politisi PKS itu menekankan, saat ini daerah sangat membutuhkan dana untuk memenuhi kebutuhan pembangunan. Banyak program yang harus dijalankan pemerintah namun dana tidak mencukupi. Karena itu, pembayaran uang kontribusi itu sangat penting bagi daerah. Kalau cepat dibayar cepat pula digunakan untuk pembangunan. ”Karena dana itu adalah hak rakyat,” katanya.

Dia mengapresiasi pertemuan kedua pihak, Selasa lalu. Dalam pertemuan itu, mereka sepakat untuk menunjuk tim appraisal bersama dari Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) atau tim appraisal independen lainnya. Hasil penilaian tim appraisal akan menjadi rujukan bersama untuk menentukan besaran uang kontribusi yang harus disetor ke kas daerah. ”Ini sebuah langkah maju untuk menuntaskan persoalan uang kontribusi,” katanya.

Dengan adanya tim bersama ditambah pengawasan dari kejaksaan dan BPKP diharapkan hasilnya benar-benar diterima semua pihak, tidak ada lagi kesan klaim sepihak. Sebelumnya, pemprov menghitung dana kontribusi yang harus dibayar PT AP I atas pengelolaan aset pemprov di bandara sebesar Rp 41 miliar lebih. Tapi AP belum sepakat sehingga harus dihitung ulang.

Plt Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) NTB H Zainul Islam menjelaskan, uang kontribusi itu merupakan kewajiban PT AP. Hal itu sesuai dengan perjanjian kerja sama antara PT AP dengan pemprov tahun 2019 atas pemanfaatan hasil pembangunan sebagian fasilitas fisik bandara yang dikelola PT AP. Diperkuat dengan akta jual beli aset tahun 2017. Salah satu persyaratan pelepasan aset adalah PT AP I akan tetap membayar uang kontribusi.

”Kami sudah lama mengeluarkan hasil perhitungan, sekarang tinggal kita sepakati saja,” katanya.

Hasil perhitungan kontribusi itu terdiri dari uang kontribusi tahun 2012 hingga 2015 sebesar Rp 35,4 miliar dan tahun 2016 saja senilai 6 miliar lebih. Itu untuk sewa pamatangan lahan bandara, apron, taxiway, helipad, dan service road.

Meski meminta uang kontribusi sebesar Rp 41 miliar, namun pemprov mengalah dan mau menghitung ulang besaran dana kontribusi. Zainul berharap hasil perhitungan tim apprasial bisa segera keluar sehingga dana yang menjadi hak daerah terbayarkan. ”Kami terus berupaya supaya uang itu masuk ke kas daerah,” katanya. (ili/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Pilwali Mataram, HARUM satu SALAM dua MUDA tiga BARU empat

Pengundian nomor Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram berjalan di bawah protokol Pandemi Covid-19 dengan ketat, pukul 19.00 wita-selesai semalam.

Catat, Kampanye Undang Massa Bisa Dipidana

Seluruh calon kepala daerah yang akan berlaga dalam Pilkada serentak di tujuh kabupaten/kota di NTB telah ditetapkan, kemarin (23/6). Hari ini, para calon kepala daerah tersebut akan melakukan pengundian nomor urut. Kampanye akan dimulai pada 26 September. Seluruh kandidat harus hati-hati berkampanye di masa pandemi. Sebab, mengundang massa dalam kampanye bisa dikenakan pidana.

Dua Sopir Bupati Lotim pun Positif Tertular Covid-19

PELACAKAN kontak erat Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy yang positif terinfeksi Covid-19 masih terus dilakukan. Hingga kemarin, dari kontak erat yang telah menjalani uji usap atau swab, dua orang sopir Bupati Sukiman telah dipastikan positif Covid-19.

Dua Jempol untuk Penanggulangan Covid-19 Desa Bentek Lombok Utara

Desa Bentek meraih juara satu Kampung Sehat di Kecamatan Gangga, Lombok Utara. Berada di pintu masuk Kecamatan Gangga, desa ini memang dua jempol. Bidang kesehatannya oke. Bidang ekonominya mantap. Sementara bidang ketahanan pangannya juga menuai decak kagum. Pokoknya top!

Disdag Kota Mataram Gelar Pasar Rakyat, Warga Antusias

”Kami berterima kasih pada pihak Disdag karena kebutuhan rumah tangga bisa diakomodir sekaligus di sini dengan harga terjangkau,”  kara Nasrullah, lurah Pagutan Barat.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Tertular Korona di Luar Daerah, Bupati Lotim Sempat Drop

Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy menjadi kepala daerah pertama di NTB yang positif terinfeksi Covid-19. Pemimpin Gumi Patuh Karya dua periode tersebut menjalani uji usap (swab) pada Senin (21/9) di RSUD dr Raden Soedjono Selong.
Enable Notifications    Ok No thanks