alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Emi Dapat Umrah Gratis

SELONG-Program undian Berkah (berangkat umrah) Kopi Ya Susu memasuki tahun kedua. Berbagai jenis hadiah hiburan, hingga utama berupa ibadah umrah disiapkan manajemen Kopi Ya Susu.

Peserta program undian Berkah Ya Susu adalah mereka yang sudah mengirimkan atau mengumpulkan bungkus kosong Kopi Ya Susu ke agen undian Kopi Ya Susu. Setiap 5 bungkus kosong Kopi Ya Susu yang telah terkumpul akan ditukarkan dengan 1 kupon undian. Panggung rakyat yang dirangkaikan dengan pengundian digelar di Lapangan Umum Pringgasela Lotim, Sabtu (20/7).

Menurut Antonius Widi Anugrah, Promotion Supervisor Kapal Api Global area Lombok kegiatan ini merupakan bentuk rasa terima kasih dan apresiasi Kopi Ya Susu pada konsumen setianya di Pulau Lombok, khususnya malam ini di Lotim. Ini juga bagian dari cara manajemen memperluas jangkauan konsumennya.

Dari undian Berkah Kopi Ya Susu tahun ini, 10 orang yang akan ditetapkan menjadi pemenang untuk bisa berangkat menunaikan ibadah umrah. Jumlah tersebut sama dengan jumlah hadiah umrah di Undian Berkah tahun sebelumnya. Lima orang pemenang umrah diundi pada bulan Juli 2019. Sedangkan sisanya akan diundi pada bulan Oktober mendatang.

Salah seorang yang beruntung pada Undian Berkah tahun 2018 adalah Emi Sudimarti. Warga Banjar Kemuning Kelurahan Selong, Kecamatan Selong ini, awalnya sempat ragu dengan hadiah umrah yang dijanjikan Kopi Ya Susu lewat iklan yang ada. “Saya langsung sujud syukur setelah mendapat telepon berhasil meraih hadiah utama berupa ibadah umrah,” ungkapnya. (yun/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks