alexametrics
Minggu, 9 Agustus 2020
Minggu, 9 Agustus 2020

Insentif Tenaga Kesehatan NTB Cair Rp 4,1 Miliar, Tapi Belum Dibagi

MATARAM-Dana insentif bagi tenaga kesehatan NTB sudah cair. Jumlahnya Rp 4,1 miliar lebih. ”Pusat sudah transfer ke rekening BPKAD, tapi belum bisa kami bagi,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nuhandini Eka Dewi, Jumat (24/7).

Mereka belum berani mengeksekusi sebab dana yang diterima lebih kecil dari yang diusulkan pemprov sebesar Rp 5,5 miliar. Artinya ada usulan rumah sakit yang dikurangi. ”Usulan siapa yang harus dikurangi kami belum tahu, makanya kita cek lagi,” jelasnya.

Setelah jelas klaim siapa saja yang dikurangi, baru kemudian pemprov bisa memberikan uang tersebtut kepada para tenaga medis. ”Kalau jumlahnya sama seperti yang diusulkan sudah langsung saya bagikan,” ujarnya.

Insentif itu hanya untuk tiga bulan pelayanan Covid-19 yakni Maret, April, dan Mei. ”Sedangkan yang baru sedang diusulkan lagi,” katanya.

Eka menyebut, pemprov mengusulkan insentif untuk tenaga medis di RSUD NTB, RS darurat, RSUD Manambai Abdulkadir, RSJ Mutiara Sukma, dan beberapa tegana Dinas Kesehatan yang diperbantukan di RS darurat Covid-19. ”Kami juga belum tahu apakah itu termasuk insentif bagi RS lain,” katanya.

Masing-masing rumah sakit seperti RSUD kabupaten/kota dan RS swasta yang menangani Covid-19 mengajukan dana insentif sendiri ke pusat. Tapi atas konfirmasi pemerintah daerah.

Masing-masing tenaga medis mendapat insentif berbeda, tergantung jumlah hari kerja mereka. Maksimal, jika masuk 30 hari selama sebulan seorang perawat mendapat insentif Rp 5 juta.

Sedangkan dokter umum maksimal Rp 10 juta, dan dokter spesialis Rp 15 juta sebulan. Tapi jumlah yang diterima masing-masing tenaga medis berbeda-beda.  ”Tergantung hari masuk, kalau kurang ya berkurang insentif yang diterima,” jelasnya.

Sekda NTB H Lalu Gita Ariadi menambahkan, terkait insentif-insentif tenaga kesehatan. Pihaknya terus berkoordinasi dengan pusat sehingga dana tersebut segera dicairkan. ”Insentif kan semuanya dari pusat, kita daerah mengajukan usulan,” jelasnya.

Insentif tersebut diharapkan bisa menjadi penyemangat bagi tenaga medis untuk bekerja menangani Covid-19. Mereka menjalani tugas yang sangat berisiko. Insentif diberikan sebagai bentuk penghargaan kepada pengabdian mereka. (ili/r2)

 

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dewan Lombok Barat Minta Pekerja Hiburan Malam Jalni Rapid Test

Antisipasi penyebaran covid di tempat hiburan malam bisa lebih ketat. DPRD Lombok Barat (Lobar) mengusulkan para pekerja hiburan malam untuk dirapid test. ”Ini juga masuk bagian protokol kesehatan,” kata Ketua DPRD Lobar Hj Nur Hidayah, Jumat (7/8)

Fitch Ratings Indonesia Naikkan Peringkat Bank Bukopin Jadi AA-

Peringkat Nasional Jangka Panjang Bank Bukopin dinaikkan menjadi ‘AA-(idn)’ dari ‘BBB+(idn)’

Mata Air Lombok Utara Hanya Tersisa 77 Titik

Pemerintah KLU mencatat jumlah mata air potensial hanya tersisa 77 titik. Angka potensial itu terdeteksi sangat minim, dibandingkan total 238 mata air yang sebelumnya ada.

NTB Tuan Rumah Festival Ekonomi Syariah 2020

Provinsi NTB terpilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) atau Festival Ekonomi Syariah Indonesia ke-7 tahun 2020. ”Provinsi NTB sekaligus menjadi koordinator penyelenggaraan festival tahun ini,” kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam pembukaan ISEF 2020 secara virtual, Jumat (7/8).

Layangan Nyangkut Ganggu Jaringan Listrik Lombok

MATARAM-Akhir-akhir ini layang-layang kerap mengganggu aktivitas warga. Layangan putus banyak nyangkut di jaringan listrik PLN. Akibatnya listrik harus dipadamkan. ”PLN mencatat beberapa kali gangguan listrik yang disebabkan oleh layang layang,” kata Manager PLN UP3 Mataram Dony Noor Gustiarsyah, Jumat (7/8).

Tahun ini NTB Butuh Rp 8,3 Miliar Tangani Kekeringan

Seperti tahun-tahun sebelumnya, dana penanganan kekeringan tidak pernah sedikit. Tahun ini, BPBD NTB kembali mengusulkan dana hingga Rp 8,3 miliar lebih untuk atasi bencana kekeringan. ”Ini sedang kami usulkan mudahan dananya tersedia,” kata Plt Kepala Pelaksana BPBD NTB H Ahmadi, Jumat  (7/8).

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

TGB Dukung Mohan, Bang Zul Jagokan Selly di Mataram

Jika Bang Zul (panggilan akrab H Zulkieflimansyah) mendukung pasangan Hj Putu Selly Andayani-TGH Abdul Manan (paket Salaman). Maka tidak dengan TGB. Pria yang berkuasa selama 10 tahun di NTB itu memilih mendukung pasangan H Mohan Roliskana-TGH Mujibburahman (pasangan Harum).

Idola Baru Wisatawan, Bukit Pal Jepang Terapkan Sistem Booking Online

Begitu dibuka, Bukit Pal Jepang Desa Sapit, Kecamatan Suela, jadi incaran wisatawan. Dalam sebulan, bukit dengan ketinggian 2.300 meter di atas permukaan laut itu sudah didaki 3.550 wisatawan. Ibarat tengah berpuasa, inilah waktunya berbuka, setelah selama pandemi Covid-19 menahan dahaga akan sepinya wisatawan.
Enable Notifications.    Ok No thanks