alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

NTB Harus Waspada Penularan Korona dari Orang Tanpa Gejala

MATARAM-Masuk zona hijau dan kuning penularan virus Korona bukan jaminan sudah aman bagi NTB. Karena banyak keterbatasan, hampir semua daerah di NTB belum menggambarkan kondisi penularan Covid-19 sebenarnya.

”Hanya keadaan Mataram yang riil, kabupaten lain itu belum riil,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nuhandini Eka Dewi, kemarin (25/7).

Akibat koindisi yang tidak mencerminkan keadaan sebenarnya itu, dipastikan bahwa ada di antara masyarakat yang sebetulnya sudah terinfeksi positif Covid-19 namun belum terlacak. Dan ini yang justru menjadi ancaman. Sebab, mereka terus beraktivitas seperti biasa. Apalagi mereka yang merupakan orang tanpa gejala.

Kadikes menyebutkan, agar penanganan Covid-19 di NTB lebih efektif, idealnya harus diketahui kondisi riil terkait penularan virus di tengah masyarakat. Posisi riil tercapai apabila jumlah tracing dan pemeriksaan swab secara maksimal. Tes ideal dengan perbandingan lima per seribu jumlah penduduk.

Kota Mataram yang selama ini menjadi sorotan karena zona merah justru menggambarkan kondisi sesungguhnya. Sebab, tracing dan jumlah orang yang dites sudah maksimal. Bahkan lebih dari lima per seribu penduduk.

”Tapi kabupaten lain belum rill. Kenapa? misalnya dia positif 10 belum tentu 10 orang yang positif. Karena jumlah testingnya belum memenuhi lima per seribu tadi,” jelas Eka.

Karena belum menggambarkan kondisi yang nyata, daerah-daerah yang masuk zona kuning, oranye, dan hijau di NTB tidak boleh lengah. Apalagi teledor mengeluarkan kebijakan, membuka tempat umum tanpa standar protokol Covid-19.

Menurut Eka, sembilan kabupaten/kota belum menunjukkan potret penularan sesungguhnya bukan karena mereka tidak mau tracing dan uji swab. Tapi lebih disebabkan keterbatasan sumber daya manusia dan fasilitas kesehatan.

”Bukan mereka tidak jujur, tapi kemampuan mereka terbatas,” ujarnya.

Berbeda dengan Mataram, hampir semua rumah sakit dan laboratorium ada di Mataram. Sehingga warga yang positif lebih cepat diketahui, kemudian dilakukan pelacakan kontak erat.

”Lombok Timur sekarang naik karena sudah ada lab-nya di sana,” jelasnya.

Menurutnya, semakin cepat diketahui orang positif Covid-19 semakin baik. Karena  penanganan lebih cepat. Tim juga akan cepat mencegah penularan. Sebaliknya, jika lambat diketahui akan semakin susah penanganannya.

Pemprov, kata Eka, berupaya membantu meningkatkan kapasitas tim di masing-masing kabupaten. Mulai dari pelatihan terhdap tenaga swab, masing-masing 12 orang di tiap daerah.(ili/r6)

 

 

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Gak Pakai Masker, PNS Bakal Didenda Rp 200 Ribu

Aturan wajib menggunakan masker diberlakukan di Kota Bima. Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menegaskan sanksi bagi pelanggar akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemrov) NTB.

Tiga Dokter dan Delapan Perawat RSUD Dompu Diisolasi

Sebanyak 11 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Dompu yang sempat kontak dengan HM, pasien positif Covid-19 meninggal dunia menjalani isolasi. Masing-masing tiga dokter dan delapan perawat.

Lamaran Ditolak, Dosen di Bima Tikam Pacar Hingga Tewas

Naas menimpa  Intan Mulyati, 25 tahun warga Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Dia merenggang nyawa ditangan pacarnya sendiri Arif Satriadi, 31 tahun, yang merupakan seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bima, Rabu (5/8).

Kasus Pengadaan ABBM Poltekes Mataram Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pengadaan alat bantu belajar mengajar (ABBM) Poltekkes Mataram tahun 2016 segera rampung. “Progres cukup bagus. Sebentar lagi naik penyidikan,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Haris Dinzah, Rabu (5/8).

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Masuk Destinasi Wisata Terpopuler Asia 2020, Lombok Siap Mendunia

”Kalau masuk di ranking dunia artinya kita adalah destinasi yang memang layak untuk dikunjungi,” kata Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) NTB Awanadi Aswinabawa, Rabu (5/8/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks