alexametrics
Sabtu, 15 Agustus 2020
Sabtu, 15 Agustus 2020

NTB Target Perbaikan Rumah Korban Gempa Tuntas Dua Bulan

MATARAM-Pemprov NTB sanggup menuntaskan perbaikan sisa rumah korban gempa dalam dua bulan. ”Kalau diberikan waktu dua bulan saja sudah bisa,” kata Plt Kepala Pelaksana BPBD NTB H Ahmadi, pada Lombok Post, Jumat (25/7/2020).

Ia menyebut, dari 226.204 unit rumah rusak yang dikerjakan tahap pertama, sudah tertangani 213.740 unit atau 94,48 persen. Sisanya 12.464 belum dikerjakan atau masih tahap persiapan. ”Belum dikerjakan ini karena kita off dua bulan. Hambatannya ada puasa, anggaran belum turun, fasilitator belum dapat SK dan banyak lagi,” kata Ahmadi.

Bila pemerintah pusat memberi waktu, daerah akan segera menuntaskan. Sebab saat ini, beberapa hambatan sudah mampu diatasi seperti pengangkatan tenaga fasilitator. ”Kita upayakan memperpanjang masa transisi darurat ke pemulihan,” katanya.

Menurutnya, status masa transisi dibutuhkan agar anggaran dari pusat bisa dieksekusi. Dengan demikian pemda memiliki waktu menuntaskan sisa rumah yang belum. ”Puluhan ribu rumah tidak mungkin dalam waktu sekejap tuntas,” katanya.

BNPB, kata Ahmadi, sudah memberikan sinyal setuju dengan usulan tersebut. ”Selama itu memungkinkan dan masih banyak yang belum tuntas boleh-boleh saja. Tapi  ini baru secara lisan,” jelasnya.

Perpanjangan masa transisi menurutnya sangat wajar. Di samping pandemi Covid-19 yang memperlambat progres, juga masih ada sisa dana Rp 87,4 miliar belum ditransfer BNPB. ”Logisnya kalau uangnya ada sudah dituntaskan,” katanya.

Pemerintah pusat, lanjut Ahmadi, punya target menutaskan sedikit rumah yang belum dibangun itu. ”Sebagian besar di KLU yang paling banyak PR-nya, itu pun hanya rusak sedang dan ringan saja,” katanya.

Sedangkan 17.500 unit usulan baru ke BNPB merupakan sisa rumah korban gempa yang tidak masuk data 226.204 unit pada tahap pertama. ”Mereka ini korban gempa yang dulu tidak masuk data, sebab kita tidak mampu mendata semua waktu itu,” jelas Ahmadi.

Kebutuhan dana untuk 17.500 unit itu sekitar Rp 500 miliar. Ia berharap, pemerintah pusat segera menyetujui agar semua korban gempa di NTB tuntas.

Sebelumnya, Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB Rifai menargetkan, perbaikan rumah korban gempa Lombok-Sumbawa harus tuntas November tahun ini.

Pemerintah tidak mau sampai akhir tahun ini masih ada masyarakat yang tinggal di pengungsian atau numpang di rumah keluarga. Karenanya, semua upaya harus dilakukan untuk menyelesaikan rumah tahan gempa (RTG).

Saat ini instruksi presiden (Inpres) terbaru terkait rehab rekon sedang digodok. Presiden, kata Rifai, telah menyebut masa berlaku Inpres tersebut empat bulan. ”Inpres terbaru ini masih tetap kami negosiasikan, umurnya tetap empat bulan. Empat bulan dari bulan sekarang ya sampai November,” jelasnya.

BNPB sangat percaya pembangunan sisa rumah yang belum terbangun bisa segera tuntas. Ia sudah berkoordinasi dengan semua BPBD kabupaten/kota dan provinsi. Mereka sanggup menuntaskan sisa rumah yang belum.  (ili/r5)

 

 

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Astra Motor Gelar Kompetisi untuk Siswa SMA Sederajat

“Pelaksanaan AHMBS tahun ini sudah memasuki penyelenggaraan ke-18 dengan mengusung tema "Satu Hati Menuju Indonesia Maju” ujar Kepala Wilayah Astra Motor NTB Budi Yanto.

Pandai Besi, Penyelamat Ekonomi Rarang saat Pandemi

EKONOMI Warga Desa Rarang, Kecamatan Terara, Lombok Timur tak meredup, meski pandemi Covid-19 masih berlangsung. Keberadaan pandai besi yang ditekuni warga setempat menjadi musababnya.

Desa Medana Buka Destinasi Wisata dengan Protokol Kesehatan Ketat

Dunia pariwisata memang lesu di tengah pandemi. Tapi tidak bagi Desa Medana, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara. Tiga destinasi wisata di desa ini justru berkibar. Ada jurus jitu membuka destinasi wisata meski pandemi tengah mendera.

51.200 Pekerja NTB Masuk Daftar Penerima Bantuan Tambahan Penghasilan

Perusahaan di NTB harus bertanggungjawab. Mereka harus memastikan pekerja dengan upah di bawah Rp 5 juta mendapatkan bantuan tambahan penghasilan dari pemerintah. Sebab, hingga kemarin, di NTB, belum semua pekerja masuk daftar penerima bantuan.

Waspada Bahaya Klaster Covid 19 Baru di Sekolah

BARU beberapa hari sekolah dibuka, muncul klaster baru. Ketegasan pemerintah diharapkan banyak pihak. Sayangnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melempar tanggungjawab ke pemerintah daerah.

Kantor Layanan Publik Harus Jadi Contoh Pencegahan Covid 19 di NTB

nstansi pelayanan publik, BUMN, dan BUMD harus menjadi contoh penerapan protokol pencegahan Covid-19. ”BUMN dan BUMD berperan penting dalam mendisiplinkan masyarakat melalui budaya kerja dengan protokol kesehatan,” kata Sekda NTB H Lalu Gita Ariadi, selaku ketua pelaksana harian Gugus Tugas Covid-19 NTB, saat memimpin rapat pembahasan pencegahan Covid-19, Rabu (12/8).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bukan Bunuh Diri, Terungkap Mahasiswi Unram Dicekik Lalu Digantung

Misteri kematian mahasiswi Universitas Mataram (Unram), Linda Novitasari yang ditemukan meninggal di rumah BTN Royal Mataram, Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram pada Sabtu (25/7) lalu akhirnya terkuak.

Ayo, Pekerja NTB Setor Nomor Rekening Dapat Bantuan Rp 600 Per Bulan

Para pekerja yang merupakan karyawan swasta di NTB tak boleh ketinggalan. Bagian Sumber Daya Manusia (HRD) di setiap perusahaan di NTB diingatkan agar proaktif menyetorkan rekening karyawan untuk mendapatkan bantuan Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah.

Penggali Kubur LNS di Mataram Sakit, Arwah Minta Organ Dikembalikan

Penyidik telah melakukan otopsi terhadap jenazah Linda Novita Sari (LNS) maha siswi unram yang diduga jadi korban pembunuhan. Bagian tubuh LNS diambil dokter forensik untuk proses pemeriksaan.
Enable Notifications.    Ok No thanks