alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Kapolda NTB : Zona Hijau Harus Tetap Terapkan Protokol Covid 19

MATARAM-Keluar dari zona merah bukan berarti perang melawan Covid-19 berakhir. Setiap waktu, perubahan zona bisa saja terjadi, tergantung kedisiplinan warga.

”Kita jangan berpuas diri. Bukan berarti kalau sudah zona hijau lalu tidak pakai protokol. Itu salah,” tegas Kapolda NTB Irjen Pol Muhammad Iqbal, usai kegiatan analisa dan evaluasi (Anev) program kampung sehat, di Mapolda NTB, kemarin (24/8).

Anev diikuti kabupaten/kota seluruh NTB. Anev tersebut digelar secara daring untuk mengevaluasi program Kampung Sehat dengan tujuan untuk menekan penyebaran Covid-19.

Protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19, kata Iqbal, harus dilakukan setiap hari. Bahkan ketika sudah menjadi zona hijau, kebiasaan itu harus diteruskan. ”Ini untuk menyelamatkan masyarakat,” ujarnya.

Ia mencontohkan Kota Bima yang dahulu menjadi satu-satunya zona hijau di NTB. Kini Kota Bima justru menjadi satu-satunya zona merah. ”Dugaan saya adalah protokol tidak dimksimalkan, karena keenakan di zona hijau,” katanya.

Dengan fakta itu, protokol kesehatan harus terus dilakukan sampai dunia menemukan obat dan vaksin Covid-19. Sampai virus Korona melemah seperti virus influenza saat ini.

Dengan segala upaya, Kota Mataram dan Lombok Barat kini keluar dari zona merah penularan virus Korona. Itu tidak lepas dari kerja gotong royong antara polisi, TNI, pemda, dan masyarakat. Salah satunya program Kampung Sehat Polda NTB.

Dalam pertemuan itu diketahui, dari 50 kelurahan di Kota Mataram saat ini tersisa satu kelurahan zona merah. Capaian itu, kata Iqbal, tidak boleh membuat berpuas diri. ”Kita harus terus berupaya, zona hijaukan Mataram dengan tindakan konkret di lapangan,” imbuhnya.

Upaya yang sudah dilakukan selama ini harus terus dilanjutkan. Polda sendiri terus melakukan operasi masker di semua destinasi wisata, dari Mataram sampai Lombok Barat. ”Mereka yang tidak pakai masker diminta pulang. Ada sepeda motor kami sita suruh bawa masker baru boleh masuk,” kata Iqbal.

Semua itu dilakukan agar kedisiplinan menerapkan protokol Covid-19 terus ditingkatkan. ”Semua demi masyarakat,” tegasnya lagi.

Sementara itu, Irwasda Polda NTB Kombes Pol  Djoko Hari Utomo menambahkan, program Kampung Sehat membutuhkan sinergitas semua pihak. Tidak hanya TNI dan Polri, tetapi juga dibutuhkan keterlibatan pemerintah daerah.

”Apalagi dengan adanya Inpres Nomor 6 Tahun 2020 ini, implementasi harus lebih nyata di lapangan,” harapnya.

Beberapa hal harus menjadi perhatian dalam pelaksanaan protokol Covid-19, khususnya di daerah-daerah wisata. ”Tempat wisata kita, selama liburan empat hari kemarin, masih perlu perhatian lebih untuk penerapan protokol kesehatan,” ungkapnya.

Ia melihat di tempat-tempat wisata imbauan menggunakan masker sangat minim. Tidak ada pengeras suara di tempat wisata. Sementara aparat tidak mungkin keliling setiap hari ke semua tempat. ”Dibutuhkan peran aktif dari pengelola dan pemda,” katanya.

Dinas pariwisata masing-masing daerah harusnya turun dan aktif mensosialisasikan. Termasuk memfasilitasi pengelola destinasi agar menerapkan protokol kesehatan. ”Ini konsen kita semua,” jelas  Djoko.

Polda NTB sendiri terus melakukan patroli dan melakukan operasi masker. Tapi di samping itu, dinas kesehatan juga perlu melakukan edukasi terhadap penjual masker agar menjual masker yang standar. Sehingga masker yang dipakai warga cukup aman.

Hingga kemarin jumlah pasien positif Covid-19 di NTB mencapai 2.612 orang, dengan perincian 1.907 orang sembuh, 150 meninggal dunia, serta 555 orang masih positif. Terdapat tambahan 17 kasus baru terkonfirmasi positif, 18 tambahan sembuh baru, dan dua kasus kematian baru.

 

Jangan Kecolongan

 

Di sisi lain, terkait Anev kemarin, Kapolda Irjen Pol Muhammad Iqbal menilai, secara keseluruhan upaya yang dilakukan pemerintah kabupaten/kota di NTB sudah maksimal untuk menekan penyebaran Covid-19.

”Saya salut dengan upaya pemerintah kabupaten/kota yang sudah berjuang di masing-masing daerahnya menekan penyebaran Covid-19,” ungkapnya.

Apa yang sudah dilakukan Pemda selaras dengan program Kampung Sehat yang dijalankan. Muncul beberapa inovasi dan gebrakan dari masing-masing daerah. ”Memanfaatkan kearifan lokal untuk keluar menuju zona hijau,” ujarnya.

Saat ini, trend peningkatan kasus Covid-19 di setiap daerah menurun. Namun, itu bukan menjadi kebanggaan. “Kita harus tetap berupaya maksimal di lapangan untuk meredam penyebarannya,” ujarnya.

Kapolda mengingatkan, setiap data yang disajikan harus riil. Jangan memperlihatkan di slide tidak sesuai dengan fakta di lapangan. ”Setelah di cek di lapangan malah tidak sesuai  dengan pemaparan yang ada. Jadi data itu abal-abal. Semua harus terukur,” ujarnya.

Misalnya saja di Kota Mataram,  upayanya untuk membawa Kota Mataram menuju zona hijau sangat luar biasa. Bahkan akan melaunching Kota Mataram sebagai kawasan zona hijau di HUT Kota Mataram.

Tetapi, setelah di cek di lapangan masih banyak masyarakat di Lingkungan yang tidak menggunakan masker. Berkerumun. ”Ini bukti masyarakat masih tidak patuh terhadap protokol kesehatan. Itu yang harus kita disiplinkan,” kata dia.

 

Euforia Warga

 

Sekda Kota Bima H Mukhtar mengatakan, pemerintah sudah berupaya membawa Kota Bima menuju zona hijau. Namun, ketika dideklarasikan mengenai zona hijau malah berubah menjadi zona merah hingga saat ini. ”Mungkin karena masyarakat euforia terlalu berlebihan. Sehingga melupakan protokol kesehatan,” kata Mukhtar melalui zoom meeting.

Sampai saat ini terkonfirmasi ada sebanyak 84 kasus. Sebanyak 25 orang masih menjalani perawatan. Sembuh 58 orang. ”Meninggal satu orang,” bebernya.

Dengan masih adanya orang yang mendapatkan perawatan, pemerintah meminta dukungan dari TNI-Polri untuk meredam penyebarannya. ”Kita sudah berkoordinasi dengan Babinsa dan Babinkamtibmas untuk terus mendorong dan mensosialisasikan protokol kesehatan,” kata dia.

Menurutnya, dampak program Kampung Sehat cukup besar dalam penekanan penyebaran Covid-19. Masyarakat bergotong royong untuk menekan itu. ”Masyarakat terlibat langsung untuk tetap menjaga protokol kesehatan,” ujarnya.

Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar mengatakan, pemerintah bersama TNI-Polri sudah berupaya menekan penyebaran Covid-19. Trend kasus di KLU menurun.

Terkonfirmasi ada sebanyak 93 kasus hingga saat ini. Sebanyak 17 orang yang masih dalam proses perawatan. Perawatannya tersebar di beberapa rumah sakit. ”Kalau di rumah sakit kami (RSUD KLU), ada sebanyak lima orang yang masih dirawat,” kata Najmul.

Kondisi seluruh pasien yang terpapar Covid-19 semakin membaik. Diperkirakan dalam waktu dekat mereka bisa sembuh. ”Dua atau tiga hari lagi kemungkinan dinyatakan sembuh,” ujarnya.

Tantangan yang dihadapi di daerah adalah kejenuhan. Namun, berkat program Kampung Sehat menjadi amunisi melawan kejenuhan tersebut. ”Program ini sangat terasa sekali di masyarakat. Apalagi di masa pandemi,” ucapnya.  (ili/arl/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Ada Apa dengan Pulau-pulau Kecil?

SAYA diundang oleh Ketua LPPM Unram, Dr. Muhammad Ali dalam diskusi untuk merevisi Rencana Induk Penelitian Universitas Mataram lima tahun ke depan. Salah satu bagian yang cukup alot diskusinya adalah ketika mendiskusikan fokus penelitian di Unram. Mengapa harus ada fokus?

Penyuntikan Vaksin Korona Untuk Warga Dimulai Januari 2021

Pemerintah telah bekerja sama dengan Uni Emirat Arab dan mendapatkan vaksin untuk Covid-19 sebanyak 20 juta dosis. Rencananya, vaksin mulai didistribusikan pada Desember.

Kampung Sehat, Warga Desa Setanggor Semangat Gotong Royong

GAIRAH warga Desa Setanggor, Kecamatan Praya Barat sedang menggebu-gebu untuk mewujudkan lingkungan mereka yang bersih dan sehat. Karena itu, jangan heran manakala menemukan semangat gotong royong masyarakat di desa ini sangat tinggi.

Satu Gerakan, Warga Desa Kuripan Lawan Penyebaran Covid-19

Warga Desa Kuripan kian konsisten menerapkan protokol kesehatan. Apalagi setelah berhasil menyabet juara pertama untuk tingkat kabupaten di lomba Kampung Sehat. Sederet inovasi pun telah disiapkan Desa Kuripan.

Simulasi KBM Tatap Muka SMA Sederajat di NTB Pekan Kedua Dimulai

Simulasi KBM tatap muka untuk SMA sederajat di NTB memasuki pekan kedua. ”Sambil kami tetap memantau perkembangan penyebaran Pandemi Virus Korona,” kata Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan, pada Lombok Post, Minggu (20/9/2020).  

Mendikbud Pastikan Wacana Penghapusan Mapel Sejarah Hoaks

”Tidak ada sama sekali kebijakan regulasi atau perencanaan penghapusan mata pelajaran sejarah di kurikulum nasional,” tegas dia.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.
Enable Notifications    Ok No thanks