alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Tingkatkan Produktivitas Pertanian, Pupuk Kaltim Gagas Agro-Solution

PRAYA-Dukung ketahanan pangan melalui peningkatan produktivitas pertanian, Pupuk Kaltim menggagas program Agro-Solution. Ini berupa pemanfaatan kawasan pertanian dengan konsep aliansi kemitraan berkelanjutan. Program ini bekerja sama dengan Kementerian Pertanian dan Pemerintah Provinsi NTB serta stakeholders multi pihak.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Direktur Komersil Pupuk Kaltim Gatoet Gembiro Noegroho dengan Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Suwandi, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB Husnul Fauzi dan Mitra Stakeholders Aliansi. Ini disaksikan Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo serta Gubernur NTB Zulkieflimansyah, pada acara Panen Raya Komoditas Padi di Lombok Tengah, pada Minggu (23/8).

Direktur Komersil Pupuk Kaltim Gatoet Gembiro Noegroho mengatakan agro solution digagas sebagai strategi meningkatkan loyalitas petani terhadap produk Pupuk Kaltim melalui pendampingan. Sekaligus memfasilitasi akses manfaat selain pupuk, sehingga dapat meningkatkan hasil panen dan mendorong kesejahteraan petani. “Melalui aplikasi agro solution, tantangan utama ketahanan pangan seperti konversi lahan yang tidak terkendali, penurunan kualitas tanah, hingga infrastruktur pertanian yang terbatas, dapat teratasi dengan baik,” terangnya.

Kerjasama ini turut melibatkan sejumlah pihak, seperti perbankan, asuransi pertanian hingga offtaker, guna mendukung produktivitas pertanian dengan peningkatan hasil yang lebih siginifikan. Adanya sinergisitas multi pihak, akses petani dalam memenuhi kebutuhan pertanian juga dipermudah dan lebih luas. “Ini sebagai manfaat layanan untuk petani secara holistik,” katanya.

Pada program ini, Pupuk Kaltim mengalokasikan anggaran senilai Rp 261,45 Juta untuk pelaksanaan demplot agro solution di 63 lokasi yang tersebar di seluruh wilayah NTB. Pengembangan dilakukan setelah pilot project dan uji coba penerapan agro solution berhasil meningkatkan produktivitas padi petani NTB di 3 kabupaten. Diantaranya Kabupaten Bima di atas lahan 400 hektare (ha), dengan keuntungan hasil kemitraan mencapai Rp 22,5 Juta per hektar dari sebelumnya Rp 9,2 juta per hektar atau meningkat 144 persen. Selanjutnya di kabupaten Dompu, dengan produktivitas keuntungan kemitraan Rp 39,9 Juta per hektar dari Rp 24,4 juta per hektar, dengan luasan lahan 5,5 hektar atau naik sekira 63 persen dari biasanya. Kemudian di kabupaten Lombok Timur, dengan luas lahan 20 hektat berhasil meningkatkan keuntungan 98 persen, dari sebelumnya Rp11,8 Juta per hektar menjadi Rp 23,5 Juta per hektar.

Petani tak hanya mendapat modal untuk mendapatkan bibit, pupuk dan pestisida, tapi juga asuransi sebagai antisipasi kerugian saat gagal panen. Begitu pula penjualan hasil produksi, juga difasilitasi kepada offtaker dengan harga lebih tinggi dari skema harga pasar. “Termasuk pendampingan lapangan secara intensif oleh tim penyuluh kemitraan dari Pemerintah Daerah dan Perusahaan, khususnya untuk pola pemupukan berimbang, pengelolaan lahan serta penerapan teknologi pertanian,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Manager Partnership Pupuk Kaltim Muhammad Burmansyah turut optimis program ini mampu meningkatkan keunggulan hasil pertanian secara kompetitif. Sekaligus menciptakan komunitas masyarakat yang produktif di sepanjang rantai pasok pertanian. Ini untuk meningkatkan ketersediaan pangan sesuai kebutuhan pasar. “Dari sisi petani, mampu meningkatkan nilai tambah hasil panen dengan ketersediaan infrastruktur, jaringan distribusi hingga offtaker,” tambahnya.

Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo, menyambut positif aliansi kemitraan pertanian berkelanjutan melalui agro solution. Dirinya optimis program ini dapat memperkuat produktivitas pertanian di NTB, guna meningkatkan kontribusi pada ketahanan pangan nasional. Hal ini tentunya juga bisa diaplikasikan ke provinsi lain, sehingga turut mendukung program pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

Apalagi di masa pandemi Covid-19, pertanian merupakan salah satu sektor yang tetap tumbuh positif. Sehingga Pemerintah terus berupaya mendongkrak kinerja sektor pertanian untuk menyelamatkan perekonomian nasional. Dimana sektor pertanian mampu menyumbang 2,54 persen secara nasional senilai US$ 0,35 miliar berdasarkan Nilai Tukar Petani (NTP) pada Juli 2020. Bahkan saat sektor lain mengalami penurunan, ekspor pertanian justru meningkat 24,1 persen dibanding Juni 2020 dan 11,17 persen dibanding Juli 2019. “Pertanian harus kita kembangkan dengan kuat dan saya ingin sinergi ini terus berjalan. Apalagi NTB memiliki berbagai komoditas strategis yang menopang ketahanan pangan nasional, sehingga perlu dilakukan upaya penguatan pertanian,” kata Syahrul. (nur)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hari Pertama Razia Masker di NTB, Pemda Kumpulkan Denda Rp 9,1 Juta

Sebanyak 170 orang tidak menggunakan masker terjaring razia di hari pertama penerapan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan di seluruh NTB, kemarin (14/9). Dari para pelanggar di semua titik operasi ini, Badan Pendapatan Daerah NTB pun mengumpulkan uang sebesar Rp 9,1 juta.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks