alexametrics
Rabu, 8 Desember 2021
Rabu, 8 Desember 2021

Ada Selisih 304.895, Rekonsiliasi Data Vaksinasi di NTB Ditenggat Desember

MATARAM-Gap (selisih) data vaksinasi yang tercatat manual dengan Komite Penanganan Covid dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) mencapai 304.895. Selisih tersebut ditargetkan selesai pada akhir Desember.

”Harapannya bisa lebih cepat rekonsiliasi data ini. Sedang kita cari solusi bersama provinsi dan kabupaten/kota,” kata Kepala Biro Perencanaan dan Anggaran Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Bayu Teja Muliawan, Rabu (24/11).

Bayu menyebut, gap data bersumber dari keterlambatan input, delay pada sistem, hingga administrasi kependudukan. Penyelesaian kendala pada administrasi kependudukan, bakal melibatkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil).

”Di input data, NTB sudah ada batalion PCare. Yang sistem, akan kita bantu supaya tidak ada masalah,” ujar Bayu, yang juga merupakan Koordinator Bina Wilayah Kemenkes untuk NTB.

Meski selisih data vaksinasi cukup besar, ia memastikan tidak akan mempengaruhi dropping vaksin untuk Provinsi NTB. Kemenkes tetap mendukung percepatan vaksinasi untuk seluruh wilayah di NTB.

”Logistik vaksin kita dukung. Tentu dengan diikuti dengan proses percepatan dan penyelesaian administrasinya,” tutur Bayu.

Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB dr H Lalu Hamzi Fikri mengatakan, rekonsiliasi data akan dibantu juga pemerintah pusat. ”Kalau yang menyangkut sistem, itu akan dibantu pusat,” kata Fikri.

Mengenai masalah administrasi kependudukan, ia menargetkan bisa selesai di tingkat kabupaten/kota. Apalagi sudah ada komitmen dari pemda untuk itu. ”Menurut Dukcapil bisa diselesaikan. Data ini kan detail, butuh waktu juga. Tapi ini teknis di Dukcapil,” tutur Fikri.

Besarnya gap data vaksin, disebut Fikri tak lepas juga dari upaya percepatan vaksinasi yang dilakukan menjelang World Superbike (WSBK). Terdapat kenaikan hingga 500 persen lebih untuk capaian vaksinasi.

Percepatan vaksinasi rupanya tidak memperhitungkan kemampuan sistem. Juga nomor induk kependudukan (NIK), yang juga menjadi kendala. Kondisi tersebut membuat petugas di lapangan terpaksa melakukan pencatatan secara manual.

Fikri memastikan selisih data vaksin akan diselesaikan. Sesuai dengan target dari pemerintah pusat, yakni sebelum Desember. ”Sudah ada komitmen untuk menuntaskan day per day. Kita juga laporkan progresnya setiap hari ke pemerintah pusat,” jelasnya.

Berdasarkan data yang Dikes NTB rangkum, data vaksinasi yang tercatat manual sebanyak 4.341.339. Adapun data di KCPEN sebanyak 4.037.058. Artinya terdapat 304.895 data yang belum terinput.

Daerah dengan data yang paling banyak belum terinput adalah Kabupaten Lombok Tengah 93.466. Kabupaten Lombok Utara 56.324. Kabupaten Lombok Timur 47.123. Kabupaten Bima 40.566.

Kemudian, Kabupaten Lombok Barat 32.632. Kota Bima 12.184. Kabupaten Sumbawa 12.111. Kabupaten Dompu 6.149. Kabupaten Sumbawa Barat 4.033. Khusus untuk Kota Mataram, data KPCPEN justru lebih banyak dibandingkan pencatatan manual, yakni 307. (dit/r5)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks