alexametrics
Sabtu, 25 Juni 2022
Sabtu, 25 Juni 2022

Dana APBD Diprioritaskan untuk Perbaikan Jalan dan Jembatan di Pulau Sumbawa

MATARAM-Warga Pulau Sumbawa mendapat angin segar. Hampir semua dana APBD untuk perbaikan jalan akan dialokasikan ke sana. Pemprov NTB menyebut, kebijakan ini sekaligus untuk memangkas kesenjangan pembangunan Lombok dan Sumbawa.

Dana APBD kita bisa alokasikan lebih banyak ke Pulau Sumbawa untuk meyelesaikan infrastruktur fisik yang masih tertinggal,” kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah di Mataram, kemarin (25/3).

Gubernur Zul ingin memastikan, pelayanan infrastruktur di Pulau Sumbawa lebih baik. Minimal kondisinya sama dengan Pulau Lombok.

Dia menyebutkan, kemantapan jalan Pulau Sumbawa saat ini baru 72 persen dengan panjang jalan 958 km. Sementara kemantapan jalan di Pulau Lombok sudah mencapai 90 persen dengan panjang jalan sekitar 500 km.

Dijelaskan, prioritas perbaikan jalan dan jembatan di Sumbawa ini untuk menunjang proyek strategis yang akan dikembangkan Pemprov di sana. Seperti industri smelter dan kawasan Samota.

Baca Juga :  ACT dan MRI Bantu Bersih-bersih Pantai di Festival Bau Nyale

Rencananya, di Pulau Sumbawa, Pemprov akan memperbaiki jalan sepanjang 170 km dan 19 unit jembatan yang potensial terisolir. Juga Pembangunan Pelabuhan Ai Bari untuk mendukung pengembangan kawasan Samota. Dan juga pembangunan Pelabuhan Kilo. Selain itu ada pengembangan Bandara Sultan Salahudin Bima, dan juga Pengembangan Bandara Sultan Kaharudin Sumbawa.

Selain itu akan ada perbaikan fasilitas untuk menopang pembangunan Bendungan Beringin Sila, pemeliharaan daerah irigasi Kalimantong I dan II di Lang Desa. Juga ada rehabilitasi daerah irigasi Sumi Sape, Latonda Pekat, dan Madapangga.

Kemudian rehabilitasi Embung Entelin di Bima, Empung Omal Sapah di KSB, dan Embung Mata Nae di  Sumbawa.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) NTB H Ridwan Syah menjelaskan, dana-dana yang dialihkan ke Pulau Sumbawa itu bersumber dari APBD NTB. Nilainya mencapai Rp 1 triliun lebih dalam tiga tahun.

Baca Juga :  Tiga Petinju NTB Raih Emas di Seleknas SEA Games

“Tapi bukan membuka jalan baru,” kata Ridwan. Sehingga nantinnya tidak ada lagi jalan kerikil, tidak ada lagi jalan tanah dan jembatan putus.

Sementara untuk infrastruktur di Pulau Lombok akan dibangun SPAM regional, yang rencananya terbangun tahun 2023. Semenatra perbaikan jalan akan dibantu dari dana APBN.

Di sisi lain, akan ada pinjaman bank dunia, melalui program Indonesia Torusim Development Project  (ITDP). Nilainya mencapai Rp 5 triliun, baik untuk jalan, proyek air bersih. Rencananya, dana itu mulai dikucurkan mulai tahun 2020 untuk menunjang pengembangan KEK Mandalika. (ili/r8) 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/