alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Gempa Lombok Bikin Para Ahli Penasaran

MATARAM-Siapa sangka, gempa besar beruntun yang mendera Lombok, justru membuat penasaran para ahli dan peneliti. Dipastikan hal tersebut akan menjadi salah satu bahasan dalam Asia Pasific Geoparks Network (APGN) Symposium 2019.

APGN ini sendiri akan digelar pada Agustus-September tahun ini. Bakal diikuti para ahli dari seluruh dunia. Dan dipastikan sedikitnya akan dihadiri 1.000 delegasi.

“Ini yang akan menjadi keunikan tersendiri dari Geopark Rinjani,” kata Bappeda NTB H Ridwansyah, kemarin (25/3).

Ridwan menyebutkan, semula memang banyak yang mempertanyakan, apakah event APGN 2019 ini akan tetap digelar atau tidak di Lombok. Mengingat, Gunung Rijani hingga saat ini belum dipastikan apakah pendakiannya bisa dibuka atau tidak menyusul gempa beruntun.

Namun, keraguan itu ditepis Ridwan. Sebab, APGN ini, pusat kegiatannya akan berada di Kota Mataram, bukan di Kawasan Geopark Rinjani. Memang akan ada peninjauan dan studi lapangan. Namun, dipastikan, hal itu hanya akan sampai Sembalun, Lombok Timur, saja.

“Yang pasti, para ahli dan peserta yang hadir dalam simposium sangat tertarik untuk meneliti segala aktivitas yang berkaitan dengan Taman Nasional Gunung Rinjani,” kata Ridwan.

   Terkait persiapan saat ini, Ridwan menyebutkan, pihaknya sudah memulai pembentukan kepanitiaan untuk pendaftaran peserta. Sekda NTB H Rosiady Sayuti menjadi ketua panitia. Dibantu tiga wakil terdiri dari General Manajer Geopark Rinjani H Chairul Mahsul, Kadis Pariwisata NTB H Lalu Mohammad Faozal, dan dirinya.

Direncanakan, Pemprov NTB akan menggelontorkan dana hingga Rp 12 miliar untuk menyukseskan symposium ini. Anggaran tersebut tersebar di beberapa OPD seperti seperti Dinas Pariwisata, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan juga di Bappeda NTB.

Salah satu infrastruktur yang paling penting untuk mendukung kegiatan simposium adalah Pusat Informasi Geologi (PIG). Berfungsi memberikan informasi kegeologian kepada masyarakat luas. Termasuk wisatawan domestik dan mancanegara serta utamanya untuk peserta simposium.

“Itu juga yang sedang kita persiapkan sekarang,” kata Ridwan.

Pusat PIG itu rencananya akan dibangun di Cemara Siu, Sembalun Lawang. Selain itu akan ada pula di Museum Negeri NTB.

   Untuk memastikan hal-hal yang berhubungan dengan APGN 2019, Ridwan menjelaskan jika hari ini empat profesor ahli geopark dan perwakilan Badan Geologi Kementerian ESDM, dijadwalkan datang hari ini ke NTB untuk melihat kesiapan daerah. (yun/r8)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

BioSolar Non Subsidi, Solusi Kebutuhan Masyarakat Sumbawa

”Supaya mempermudah pelanggan membedakan jenis produk BBM yang dibeli,” terang Unit Manager Communication Relation & CSR Pertamina MOR V Rustam Aji melalui rilis yang diterima Lombok Post, Rabu (30/9/2020).

Banyak Manfaat, Petani di Mataram Justru Enggan Terima Kartu Tani

”Ketika daftar, dia berada di titik lahan A dengan luas sekian. Namun, ketika kartu ini keluar, dia sudah mutasi nyewa lahan lain dengan luas berbeda,” jelasnya, Selasa (29/9/2020).

Bisnis Hidroponik, Bantu Perekonomian Warga Kota saat Pandemi

”Mereka bisa jual sendiri, atau bisa juga bermitra dengan kami. Soal pasar, kami yang carikan,” katanya kepada Lombok Post, Rabu (30/9/2020).

Dilantik Lusa, Kontribusi Pemuda Muhammadiyah Kota Mataram Dinanti

"Kita mengambil tema meneguhkan semangat kepemudaan untuk Kota Mataram maju dan religius," kata Ketua PDPM Kota Mataram Iskandar.

Dompu Zona Merah, Simulasi KBM Tatap Muka Dua Sekolah Distop

Rinciannya, SMAN 1 dan 2 Kilo, SMAN 1 dan 3 Pekat, SMAN 1 Kempo, SMKN 1 Manggalewa, SMKN 2 Dompu, dan SMAN 1 Hu’u. Namun, hanya simulasi di SMKN 2 Dompu dan SMAN 1 Hu’u yang dihentikan. ”Pertimbangannya, karena sekolah itu ada di wilayah kota dan dekat kota, sebagai pusat penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Cegah Penyakit Jantung di Masa Pandemi

dr. Yusra Pintaningrum, SpJP(K),FIHA,FAPSC,FAsCC

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks