alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Pengaduan di NTB Care Didominasi Masalah Jalan dan Irigasi

MATARAM-Sejak diluncurkan pada Januari lalu, NTB Care menjadi aplikasi rujukan Pemprov NTB dalam mengawal dan mengembangkan pembangunan daerah. Karena menampung langsung berbagai keluhan dan aduan dari seluruh masyarakat. Hingga kini, pengaduan terbanyak terkait masalah jalan dan irigasi.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika danStatistik NTB Tri Budiprayitno mengungkapkan, dari ratusan aduan yang sudah masuk ke, sebanyak 21,37 persen aduan terkait dengan perencanaan pembangunan. Sehingga sangat layak aduan dari NTB Care masuk ke Musrenbang.

“Semuanya langsung kami kirim ke Bappeda,” tegasnya, kemarin (25/3).

Dari aduan itu, Bappeda NTB bisa mengkroscek lebih jauh mana saja usulan dari masyarakat yang bisa masuk dalam dokumen perencanaan. Budi mengatakan, sudah lebih dari dua ribu masyarakat yang mengunduh aplikasi NTB Care. Hal ini memang masih jauh dari target karena jumlah penduduk NTB berdasarkan data sensus BPS NTB pada 2018 mencapai 5.013.687 jiwa.

Agar masyarakat lebih mengenal aplikasi NTB Care, pada berbagai macam Focus Group Discussion (FGD) pihaknya terus melakukan sosialisasi. Kemudian, masyarakat diberikan kemudahan akses dalam mengunduh.

Saat ini pun, aplikasi ini sudah tersedia di App Store dan Playstore.

Sementara, terkait dengan aduan yang paling banyak diterima oleh aplikasi NTB Care, dari 21,37 persen didominasi oleh aduan soal pengembangan infrastruktur jalan dan irigasi. Semua pengaduan yang masuk kata dia, kemudian direkap dan langsung dikirim pada kepala OPD-OPD terkait.

Tidak hanya berkaitan pembangunan, NTB Care juga bisa digunakan masyarakat NTB untuk mengadukan terkait pelayanan berbagai macam instansi. Tri menegaskan, pihaknya tidak bermaksud mengambil alih fungsi dan tugas Ombudsman. Justru aplikasi ini sangat membantu mereka untuk menampung semua keluhan masyarakat.

“Justru Ombudsman mengatakan ini terobosan yang sangat bagus,” katanya.

Melalui aplikasi ini, pihaknya juga bisa mengetahui mana saja OPD yang cepat dan lambat dalam merespon keluhan dan aduan masyarakat. Saat ditanya soal mana OPD yang cepat dan lambat merespon, Tri enggan membahas lebih jauh.

Sebab, yang terkait dengan itu, langsung dibahas ke pimpinan melalui rapim yang digelar setiap dua minggu. Memperlihatkan mana saja OPD yang selalu merespon. Sehingga aplikasi ini sangat bagus untuk menilai kinerja OPD. (yun/r8)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks