alexametrics
Minggu, 20 September 2020
Minggu, 20 September 2020

Pulang dari Sulsel, Ratusan Jamaah Tablig Asal NTB Dikarantina di Asrama Haji

MATARAM-Ratusan jamaah tablig NTB yang pulang dari sebuah acara keagamaan di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan masih dikarantina di Asrama Haji NTB. ”Dari Lembar mereka dibawa ke asrama haji, di sana dinas kesehatan yang tangani,” kata Kepala Dinas Perhubungan NTB H Lalu Bayu Windia.

Para jamaah tablig hendak menghadiri Ijtima Zona Asia 2020 di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Acara tersebut dibatalkan karena pandemi virus korona. Selasa (24/3) malam, ratusan jamaah tiba di Pelabuhan Pelindo Lembar. Mereka pulang melewati Surabaya menggunakan KMP Oasis langsung ke Lombok. ”Kemarin malam itu lebih dari 300 orang, masih akan datang lagi,” kata Bayu.

Para jamaah tersebut berasal dari Lombok Barat, Kota Mataram, Lombok Tengah, dan Lombok Utara. ”Dari pulau Lombok kecuali Lombok Timur,” katanya.

Diperkirakan, jamaah asal NTB yang datang ke Gowa mencapai 700 orang. Sebagian sudah pulang, namun sebagian masih di sana. Mereka pulang secara terpisah, ada yang melalui Labuhan Lombok dan Pelabuhan Bima. ”Lewat mana pun mereka pulang akan kita perlakukan sama,” katanya.

Karena pulang dari daerah terpapar covid-19, protokol pemeriksaan mereka cukup ketat. Sebelum kapal berlabuh mereka akan didatangi petugas kantor kesehatan pelabuhan (KKP). ”Dilakukan pemeriksaan di atas kapal, setelah kapal dan penumpang diperiksa baru kapal diizinkan sandar,” jelasnya.

Setelah kapal bersandar di dermaga, penumpang turun dan harus melalui tenda yang disiapkan BPBD. ”Di sana dilakukan penyemprotan kepada semua jamaah,” katanya.

Setelah itu, para jamaah tablig diantar Dinas Perhubungan NTB ke Asrama Haji NTB. ”Selama di sana diurus oleh dikes, KKP, dinas sosial, BPBD dan bakesbangpol,” terang Bayu.

Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi menjelaskan, selama di asrama haji para jamaah akan mendapatkan pengecekan kesehatan. Mereka juga disemprot disinfektan untuk mengantisipasi virus korona. ”Mereka akan dikarantina selama 14 hari,” katanya.

Saat ini status mereka orang dalam risiko (ODR), bukan orang dalam pemantauan (ODP). Status ODR sebenarnya cukup istirahat di rumah masing-masing, namun para jamaah tidak ingin cepat pulang sehingga dipusatkan di Asrama Haji NTB.

Selain itu, warga juga khawatir dengan kedatangan mereka karena korona. Sehingga untuk sementara dikarantina di asrama haji. ”Lebih baik kita awasi dulu, nanti kalau sudah selesai kami berikan surat keterangan,” jelasnya.

Eka menyebut, sebelumnya, jumlah jamaah yang sudah pulang 40 orang. Mereka juga menjalani masa karantina 14 hari di Masjid At-Taqwa. Asrama Haji kali ini dipilih karena bisa menampung jamaah dalam jumlah banyak. (ili/r5/r2)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

14 Ribu UMKM Lombok Utara Diusulkan Terima Banpres

Jumlah UMKM KLU yang diusulkan menerima bantuan presiden (Banpres) Rp 2,4 juta bertambah. Dari sebelumnya hanya 4. 890, kini tercatat ada 14 ribu UMKM. ”Itu berdasarkan laporan kabid saya, sudah 14 ribu UMKM yang tercatat dan diusulkan ke pusat,” ujar Plh Kepala Diskoperindag KLU HM Najib, kemarin (18/9).

Cegah Penyimpangan, Bupati Lobar Amankan 640 Dokumen Aset Daerah

Dinas Arsip dan Perpustakaan Lombok Barat (Lobar) terus mencari dokumen-dokumen aset milik pemkab. ”Kalau arsip (dokumen) hilang, aset daerah juga melayang,” kata Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Lobar H Muhammad Yamil.

Penuh Sampah, Warga Dasan Geres Turun Bersihkan Sungai

Pola hidup bersih digalakkan warga di Lingkungan Dasan Geres Tengah. Salah satunya melalui program sungai bersih. ”Kita ciptakan lingkungan bersih dan asri,” kata Lurah Dasan Geres Hulaifi, kemarin.

Perintah Menteri, RT Wajib Bentuk Satgas Penaganan Covid-19

Upaya menekan penyebaran virus COVID-19 masih harus gencar. Salah satu kebijakan baru yang digagas adalah mewajibkan membentuk satgas penanganan COVID-19 hingga level kelurahan, dusun atau RT/RW. Satgas tersebut nantinya bertugas mengawal pelaksanaan kebijakan satgas pusat di lapangan.

Senggigi Telah Kembali (Bagian-2)

SELAMA berminggu-minggu “kegiatan tidak berarti ini” dilaksanakan tanpa ada maksud apa-apa kecuali biar sampah tidak menumpuk. Namun keberartian “kegiatan tidak berarti ini” justru menjadi simpul efektif dari kebersamaan dan rasa senasib sepenangungan seluruh komponen yang ikut bergotong royong.

Gowes di Jalan Raya Kini Tak Bisa Lagi Serampangan, Ini Aturannya

Belakangan tren bersepeda marak. Agar tertib, maka Kementerian Perhubungan mengeluarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 59 Tahun 2020 Tentang Keselamatan Pesepeda di Jalan pada 14 Agustus lalu. Kemenhub rutin untuk melakukan sosialisasi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks