alexametrics
Sabtu, 23 Oktober 2021
Sabtu, 23 Oktober 2021

Pulang dari Sulsel, Ratusan Jamaah Tablig Asal NTB Dikarantina di Asrama Haji

MATARAM-Ratusan jamaah tablig NTB yang pulang dari sebuah acara keagamaan di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan masih dikarantina di Asrama Haji NTB. ”Dari Lembar mereka dibawa ke asrama haji, di sana dinas kesehatan yang tangani,” kata Kepala Dinas Perhubungan NTB H Lalu Bayu Windia.

Para jamaah tablig hendak menghadiri Ijtima Zona Asia 2020 di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Acara tersebut dibatalkan karena pandemi virus korona. Selasa (24/3) malam, ratusan jamaah tiba di Pelabuhan Pelindo Lembar. Mereka pulang melewati Surabaya menggunakan KMP Oasis langsung ke Lombok. ”Kemarin malam itu lebih dari 300 orang, masih akan datang lagi,” kata Bayu.

Para jamaah tersebut berasal dari Lombok Barat, Kota Mataram, Lombok Tengah, dan Lombok Utara. ”Dari pulau Lombok kecuali Lombok Timur,” katanya.

Diperkirakan, jamaah asal NTB yang datang ke Gowa mencapai 700 orang. Sebagian sudah pulang, namun sebagian masih di sana. Mereka pulang secara terpisah, ada yang melalui Labuhan Lombok dan Pelabuhan Bima. ”Lewat mana pun mereka pulang akan kita perlakukan sama,” katanya.

Karena pulang dari daerah terpapar covid-19, protokol pemeriksaan mereka cukup ketat. Sebelum kapal berlabuh mereka akan didatangi petugas kantor kesehatan pelabuhan (KKP). ”Dilakukan pemeriksaan di atas kapal, setelah kapal dan penumpang diperiksa baru kapal diizinkan sandar,” jelasnya.

Setelah kapal bersandar di dermaga, penumpang turun dan harus melalui tenda yang disiapkan BPBD. ”Di sana dilakukan penyemprotan kepada semua jamaah,” katanya.

Setelah itu, para jamaah tablig diantar Dinas Perhubungan NTB ke Asrama Haji NTB. ”Selama di sana diurus oleh dikes, KKP, dinas sosial, BPBD dan bakesbangpol,” terang Bayu.

Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi menjelaskan, selama di asrama haji para jamaah akan mendapatkan pengecekan kesehatan. Mereka juga disemprot disinfektan untuk mengantisipasi virus korona. ”Mereka akan dikarantina selama 14 hari,” katanya.

Saat ini status mereka orang dalam risiko (ODR), bukan orang dalam pemantauan (ODP). Status ODR sebenarnya cukup istirahat di rumah masing-masing, namun para jamaah tidak ingin cepat pulang sehingga dipusatkan di Asrama Haji NTB.

Selain itu, warga juga khawatir dengan kedatangan mereka karena korona. Sehingga untuk sementara dikarantina di asrama haji. ”Lebih baik kita awasi dulu, nanti kalau sudah selesai kami berikan surat keterangan,” jelasnya.

Eka menyebut, sebelumnya, jumlah jamaah yang sudah pulang 40 orang. Mereka juga menjalani masa karantina 14 hari di Masjid At-Taqwa. Asrama Haji kali ini dipilih karena bisa menampung jamaah dalam jumlah banyak. (ili/r5/r2)

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks