alexametrics
Sabtu, 28 Mei 2022
Sabtu, 28 Mei 2022

Yang Mau Kerja di Malaysia Siap-siap, Pengiriman Berpotensi Dibuka 1 April

MATARAM-Pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) untuk sektor domestik ke Malaysia segera dibuka. ”Diharapkan, kalau tidak ada perubahan, 1 April bisa mulai dibuka,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB I Gede Putu Aryadi, Jumat (25/3).

Penempatan PMI ke Malaysia sempat dibekukan dalam dua tahun terakhir. Setelah habisnya masa berlaku MoU Penempatan dan Perlindungan Pekerja Domestik di Malaysia pada 2016. Pemerintah Indonesia kemudian meminta adanya pembahasan ulang terkait regulasi perlindungan pekerja tersebut.

Selama pembahasan, pemerintah menutup pintu untuk pengiriman PMI ke Malaysia. Kata Aryadi, pembahasan poin-poin dalam MoU telah selesai dilakukan. Ada kesepakatan soal perbaikan upah dan jaminan perlindungan yang lebih baik terhadap PMI di Malaysia.

Pemerintah Indonesia meminta Malaysia agar upah minimun PMI naik dari 1.200 ringgit menjadi 1.500 ringgit. Yang saat ini telah disanggupi pemerintah Malaysia dan akan masuk dalam MoU baru. ”Rencananya penandatanganan MoU dilakukan akhir bulan ini,” sebut Aryadi.

Baca Juga :  Pagar Sirkuit Mandalika yang Rusak Dibobol Warga Segera Diperbaiki

Aryadi mengatakan, meski telah ada kesepakatan, pemprov tetap ketat memberikan izin terhadap PMI ke Malaysia. Mereka yang hendak bekerja, harus bersertifikat dan memiliki skill. Sehingga perlindungan dan keselamatan terhadap PMI bisa lebih maksimal.

”Kalau tidak seperti itu, tidak kita berangkatkan. Ini untuk menghindari yang unprosedural,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala UPT Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) NTB Abri Danar Prabawa mengatakan, pembahasan MoU tersebut untuk sektor domestik. ”Kalau sudah ada MoU, bisa. Tapi untuk sekarang belum ada regulasi pembukaan dengan Malaysia,” kata Abri.

Selama penutupan pengiriman, masih ada PMI yang kembali ke Malaysia. Namun, ini berlaku untuk pekerja yang masih terikat kontrak, dengan jumlah terbatas dan membutuhkan persyaratan khusus.

Baca Juga :  Virus Korona Varian Delta Paksa Malaysia Perpanjang Lockdown

Abri memahami banyak PMI asal NTB yang berharap pengiriman ke Malaysia bisa segera dibuka. Apalagi jika melihat data PMI yang bekerja di negeri Jiran itu. ”Saya bisa memahami, Malaysia menjadi harapan cukup besar,” ujarnya.

Dari data BP2MI, sebanyak 52.465 PMI yang pulang selama dua tahun terakhir, dari Maret 2020 hingga Maret 2022. Dari jumlah tersebut sebanyak 61 persen atau sekitar 32 ribu orang bekerja di Malaysia. Sisanya tersebar di negara-negara Asia hingga Timur Tengah. Artinya ada puluhan ribu PMI yang masuk daftar tunggu untuk bisa kembali ke Malaysia.

”Itu data kita dari pintu masuk di bandara. Jumlahnya bisa lebih besar, kalau ada PMI yang pulang lewat pelabuhan atau jalur lain,” tandas Abri. (dit/r5)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/