alexametrics
Rabu, 15 Juli 2020
Rabu, 15 Juli 2020

Kasus Korona Melandai, Tinggal Mataram dan Lobar Masih Zona Merah

MATARAM-Penularan virus Korona di NTB mulai menunjukkan tanda-tanda membaik. Meski pasien baru masih bermunculan, namun zona merah berkurang drastis.

”Tinggal Kota Mataram dan Lombok Barat saja yang merah atau berisiko tinggi,” kata juru bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 NTB I Gede Putu Aryadi, Kamis (25/6).

Bila sehari sebelumnya semua daerah di NTB masuk zona merah, kini terlihat wilayah Lombok Utara, Sumbawa, Dompu, dan Bima masuk zona kuning atau dengan risiko rendah. ”Kasus positif Covid-19 tidak terlalu banyak,” jelasnya.

Kemudian Lombok Tengah, Lombok Timur, dan Sumbawa Barat masuk zona orange artinya risiko penularan sedang. Hanya Kota Bima yang masuk zona hijau atau sudah tidak ada kasus lagi. ”Sudah tuntas dia kalau hijau,” katanya.

Penentuan zona tersebut dilakukan oleh Gugus Tugas Covid-19. Penentuannya menggunakan 15 indikator. Antara lain penurunan kasus positif Covid-19 selama dua pekan berturut-turut. Juga di dalamnya kasus kematian. Kemudian juga jumlah penduduk, daerah sebaran, pelacakan kontak, jumlah orang dalam pemantauan (ODP), jumlah pasien dalam pengawasan (PDP), dan jumlah pasien sembuh.

Dari seluruh indikator itu kemudian dibuat skoring. Sehingga kemudian ditetapkan status sebuah daerah apakah masih zona merah, zona oranye, zona kuning, atau sudah masuk zona hijau.

Meski begitu, di beberapa daerah, status zona ini dinamis. Sebab, ada daerah yang sudah menjadi hijau, kembali menjadi zona merah. Sebab, muncul kasus baru. Dan diperkirakan hal tersebut akibat pergerakan populasi dari satu daerah ke daerah lain yang tidak diantisipasi secara ketat.

Gede Aryadi berharap peta risiko penularan itu terus membaik, sampai semua daerah menjadi hijau dan NTB bisa bebas dari kasus Covid-19. ”Tapi kita tidak boleh lengah,” ujarnya.

Apalagi jumlah pasien baru dan jumlah yang meninggal juga bertambah. Meski penambahan kasus hanya di wilayah Mataram dan Lombok Barat namun tetap harus diantisipasi dengen menerapkan protokol Covid-19.

”Yang harus diantisipasi ini PPTG (pelaku perjalanan tanpa gejala), kalau tidak hati-hati kasus bisa nambah lagi,” katanya.

Selama ini penambahan kasus Covid-19 banya dari PPTG, PDP dan ODP. Sehingga keberadaan mereka juga perlu dipantau terus.

Hingga 25 Juni, jumlah kasus Covid-19 di NTB mencapai 1.142 kasus. Pasien sembuh 780 orang, masih dirawat 311 orang, dan meninggal dunia bertambah jadi 51 orang. Ada tambahan pasien meninggal dua orang dari Mataram dan Lombok Barat. ”Jumlah PDP 391 orang dan 205 orang PDP,” jelasnya.

Penambahan kasus Covid-19 kemarin 23 orang dengan pasien sembuh 11 orang. Sebagian besar pasien baru berasal dari Kota Mataram dan Lombok Barat.

Grafik penambahan kasus dan peta risiko penularan, Gede menyerukan, kini waktunya bagi warga untuk mulai beradaptasi dengan tatanan baru. Mulai dengan menggunakan masker, rajin cuci tangan, dan menjaga jarak fisik. ”Sekarang bukan lagi melawan Korona tetapi bersahabat dengan Korona dengan tatanan baru,” ujarnya.

 

112 Daerah di Indonesia

 

Perubahan status zona sejumlah daerah di NTB, kemarin diterbitkan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 (GTPPC-19) menerbitkan peta sebaran zonasi berdasarkan resiko penularan Covid-19 di Kabupaten/Kota di Indonesia. Sebanyak 74 Kota dinyatakan tidak terdampak, 188 beresiko rendah. Serta 38 lainnya berhasil menekan penyebaran Covid-19 selama 4 minggu terakhir.

Berdasarkan data Gugus Tugas, 57 kabupaten/kota dikategorikan sebagai daerah risiko tinggi dengan kode warna merah, 157 kabupaten/kota masuk kategori resiko sedang dengan kode warna oranye, 188 kabupaten/kota masuk kategori resiko rendah dengan warna kuning. Kemudian sisanya, 112 masuk kategori tidak terdampak/tidak ada kasus baru alias zona hijau.

Ketua Tim Pakar GTPPC-19 Wiku Bakti Bawono Adisasmito memamparkan ada total 112 Kabupaten/Kota  yang masuk kategori zona hijau.

Wiku menjelaskan bahwa zona hijau dibagi menjadi dua kategori, pertama daerah yang tidak terdampak artinya sejak awal tidak tercatat memiliki kasus positif. Kemudian daerah yang pernah terdampak, namun tidak lagi mencatatkan pertambahan kasus.

“Tidak ada pertambahan kasus baru dalam 4 minggu terakhir. Kemudian tingkat kesembuhannya 100 persen alias tidak ada kasus kematian,” ujar Wiku kemarin (25/6)

Dari total 112 wilayah tersebut, 74 wilayah administrasi kabupaten dan kota dengan kategori belum pernah atau tidak ada kasus positif, sedangkan 38 sisanya merupakan wilayah yang dulunya pada zona oranye (tingkat risiko sedang) atau kuning (risiko rendah) yang mampu untuk berubah menjadi hijau.

Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Dewi Nur Aisyah mengatakan bahwa bahwa 30 persen dari kabupaten dan kota di Indonesia masih berada pada katergori resiko sedang (oranye) dan 11 persen lainnya masih berada pada risiko tinggi.

Dewi mengatakan bahwa pihaknya menggunakan 15 indikator kesehatan masyarakat. Ke-15 indikator tersebut terbagi menjadi 11 indikator epidemologi, 2 indikator surveilens kesehatan masyarakat , 2 Indikator pelayanan kesehatan  dan 1 indikator persentase kasus sembuh .

“Persentase kasus sembuh untuk menghitung sudah seberapa banyak orang yang sudah terpapar COVID-19 yang kemudian sembuh di sebuah wilayah,” kata Dewi.

Pada kategorisasi risiko, Gugus Tugas Nasional telah menentukan menjadi empat zona risiko yang dideskripsikan dengan warna. Zona risiko menjelaskan tingkat risiko tinggi (merah), sedang (oranye), rendah (kuning) dan tidak ada kasus (hijau).

Dewi menjelaskan, bahwa pembagian zona ini berjalan dengan data yang dinamis dan dimutakhirkan. Bisa saja sebuah daerah sebelumnya merupakan zona hijau dan termasuk kota yang tidak terdampak. Namun menjadi kuning atau oranye karena ada pertumbuhan kasus baru.

Tapi bisa jadi sebaliknya. ”Tidak ada kasus baru dalam 4 minggu terakhir. Kemudian tingkat kesembuhan mencapai 100 persen, artinya tidak ada yang meninggal, maka daerah tersebut dapat bergerak kembali menuju zona berwarna hijau,” jelas Dewi.

Dewi menjelaskan, berdasarkan pengamatan GTPPC-19, terjadi perbaikan dan pergerakan status dari periode Mei 2020.  ”Jumlah kabupaten/kota yang tidak terdampak, atau dengan risiko rendah bergerak dari mulai 46,7 persen, bergerak menuju 52 persen, dan terakhir per tanggal 21 Juni mencapai 58,37 persen,” jelasnya. (ili/jpg/r6)

 

MATARAM

  • Status, ZONA MERAH
  • Pasien positif dirawat 168 orang
  • Pasien sembuh 284 orang
  • Pasien meninggal 28 orang
  • Masih ada 231 PDP
  • Masih ada 24 ODP

 

LOMBOK BARAT

  • Status, ZONA MERAH
  • Pasien positif dirawat 78 orang
  • Pasien sembuh 157 orang
  • Pasien meninggal 14 orang
  • Masih ada 32 PDP
  • Masih ada 142 ODP

 

LOMBOK TENGAH

  • Status, ZONA ORANYE
  • Pasien positif dirawat 21 orang
  • Pasien sembuh 85 orang
  • Pasien meninggal 3 orang
  • Masih ada 11 PDP
  • Masih ada 9 ODP

 

LOMBOK TIMUR

  • Status, ZONA ORANYE
  • Pasien positif dirawat 17 orang
  • Pasien sembuh 91 orang
  • Pasien meninggal 2 orang
  • Masih ada 95 PDP
  • Masih ada 17 ODP

 

LOMBOK UTARA

  • Status, ZONA KUNING
  • Pasien positif dirawat 1 orang
  • Pasien sembuh 44 orang
  • Pasien meninggal 1 orang
  • Masih ada 4 PDP
  • Masih ada 6 ODP

 

SUMBAWA BARAT 

  • Status, ZONA ORANYE
  • Pasien positif dirawat 2 orang
  • Pasien sembuh 11 Orang
  • Pasien meninggal 1 orang
  • Tidak ada PDP
  • Masih ada 3 ODP

 

SUMBAWA

  • Status, ZONA KUNING
  • Pasien positif dirawat 6 orang
  • Pasien sembuh 34 orang
  • Pasien meninggal 1 orang
  • Masih ada 115 PDP
  • Masih ada 2 ODP

 

DOMPU

  • Status, ZONA KUNING
  • Pasien positif dirawat 1 orang
  • Pasien sembuh 42 orang
  • Pasien meninggal 1 orang
  • Masih ada 1 PDP
  • Tidak ada ODP

 

BIMA

  • Status, ZONA KUNING
  • Pasien positif dirawat 2 orang
  • Pasien sembuh 21 orang
  • Pasien meninggal tidak ada
  • Masih ada 2 PDP
  • Masih ada 2 ODP

 

KOTA BIMA

  • Status, ZONA HIJAU
  • Pasien positif dirawat tidak ada
  • Pasien sembuh 4 orang
  • Pasien meninggal tidak ada
  • Tidak ada PDP
  • Tidak ada ODP

 

Sumber: Gugus Tugas Covid-19 NTB

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Korona Tinggi, Pola Pencegahan Covid 19 di Mataram Perlu Dievaluasi

emkot Mataram memang bekerja. Mereka berupaya memutus mata rantai penularan virus Korona. Sayangnya, kerja para pemangku kebijakan di Pemkot Mataram itu tanpa inovasi.

Enam Bulan, 19 Kasus Kekerasan Terhadap Anak Terjadi di Mataram

Kasus kekerasan anak di Kota Mataram masih sering terjadi. Buktinya, hingga Juli  tercatat sudah terjadi 19 kasus. “Kebanyakan dari kasus ini perebutan hak asuh,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Mataram Hj Dewi Mardiana Ariany, Selasa (14/7).

Larangan Dicabut, PNS Sudah Boleh Lakukan Perjalanan Dinas

Kebijakan pembatasan perjalanan dinas aparatur sipil negara (ASN) resmi dicabut. Kini ASN dibolehkan ke luar kota. Namun, dengan syarat-syarat khusus.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Mataram, Tanpa Masker Tak Boleh Masuk Pasar

Saat ini, sebagian besar masyarakat NTB memang sudah menggunakan masker. Tapi, banyak pula yang memakai masker hanya sampai dagu atau di leher. Sementara di Kota Mataram dan Lombok Barat yang merupakan dua daerah zona merah dengan kasus Covid-19 terparah, banyak pedagang dan pengunjung pasar yang masih bandel. Mereka ngelencer di pasar tanpa masker.

Sukseskan Kampung Sehat, Tiga Pilar di Loteng Kompak

Pemkab, Polres dan Kodim 1620/Lombok Tengah siap menyukseskan lomba kampung sehat. “Harapannya masyarakat mempunyai kemampuan dan kemandirian dalam penanganan covid-19,” papar Kapolres AKBP Esty Setyo Nugroho saat memimpin upacara tiga pilar di Bencingah Alun-Alun Tastura, Praya, Selasa (14/7/2020).

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Korona NTB Masih Parah, Sekolah Hanya Bisa Dibuka di Kota Bima

Ketentuannya, kegiatan di sekolah pada tahun ajaran baru hanya diperbolehkan untuk daerah zona hijau. Karena itu, manakala ada pemerintah daerah yang nekat membuka sekolah non zona hijau. pemerintah pusat memastikan akan memberi sanksi.

Beli Honda ADV150, Hemat Rp 5,7 Juta

Honda ADV150 merupakan skutik penjelajah jalanan canggih dengan desain bodi yang futuristik dan manly. Skutik ini dibekali mesin 150cc eSP yang menyuguhkan performa responsif.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.
Enable Notifications.    Ok No thanks