alexametrics
Minggu, 12 Juli 2020
Minggu, 12 Juli 2020

Mutasi Bermasalah KASN Tegur Pemprov NTB, Kepala Bappeda Diminta Kembali ke DPM-PTSP

MATARAM-Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) menegur pemprov atas mutasi 105 pejabat, 4 Mei lalu. Teguran disampaikan melalui surat yang disampaikan beberapa hari lalu. ”Isinya teguran-teguran,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB H Muhammad Nasir, kemarin (25/6).

Nasir tidak merinci teguran seperti apa yang diberikan KASN. Tapi diketahui salah satunya terkait pejabat yang dirotasi dini. Misalnya Kepala Bappeda NTB Amry Rakman. Ia harus dikembalikan sebagai kepala DPM-PTSP NTB karena belum setahun menjabat. ”Mulanya seperti itu, tetapi kan ada kerancuan di situ, sehingga kita memberikan tanggapan lagi,” jelasnya.

Pemprov kata Nasir sudah membalas surat dari KASN tersebut. Isinya menjelaskan lebih detail terkait alasan mutasi. Khususnya pejabat yang dinilai pindah sebelum waktunya.

Dengan penjelasakan itu, ia berharap KASN memahami alasan pemerintah cepat-cepat melakukan mutasi. ”Semuanya sedang kita proses,” ujarnya.

Meski ada permintaan untuk mengembalikan pejabat ke posisi semula, namun karena suratnya KASN menggunakan kata “diharapkan” bukan perintah mutlak. ”Itu saran dan pendapat namanya dalam hukum,” katanya.

Menurut Nasir, wajar KASN memberikan rambu-rambu  dan saran kepada pemerintah karena sudah menjadi tugas dan fungsi lembaga tersebut. Pemprov sangat menghormati itu. ”Tetap kita berkomunikasi terus menerus, jadi bukan berarti kita membangkang,” tegasnya.

KASN diminta memahami kondisi yang dihadapi daerah di tengah pandemi saat ini. Pemprov memilih koperatif dan membangun komunikasi yang baik. ”Kalau saya ambil contoh Jambi, gubernurnya melawan, tapi kita kan tidak,” ujarnya.

Ia menjelaskan, alasan terkuat melakukan mutasi tidak lain kecuali untuk percepatan penanganan Covid-19. Ada beberapa instansi yang menjadi penanggung jawab utama penanganan Covid-19 harus diganti dengan orang lebih kuat. Sehingga bisa mengatasi masalah-masalah yang menghambat.

”Penanggung jawab utama tidak boleh putus, harus kompak, harus strong,” katanya.

Jika menggunakan alasan undang-undang, pasti akan mengarah ke hitam dan putih, benar dan salah. ”Tapi situasi dan kondisi daerah beda,” jelasnya.

Lombok pada saat gempa pun diberikan kelonggaran Kemengdari melakukan mutasi, agar penanganan gempa lebih cepat. Apalagi pandemi Covid-19 melanda seluruh dunia.

Terkait pejabat non job seperti Swahip juga disinggung KASN. Namun Swahip tengah mengajukan permohonan menjadi widyaiswara. ”Itu keinginan pribadi, person, tidak ada paksaan,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, KASN menemukan pelanggaran dalam proses mutasi 4 Mei lalu. Asisten KASN Pengawasan Bidang Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Wilayah I Sumardi menjelaskan, mereka menemukan pelanggaran prosedur mutasi. Salah satunya, rotasi pejabat eselon II yang terlalu cepat. Pejabat yang belum setahun menjabat sudah dipindah ke OPD lain.

Hal itu bertentangan dengan Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Nomor 52 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan JPT Secara Tebruka dan Kompetitif dalam Kondisi Kedaruratan Covid-19.

Regulasi itu mengatur, setiap Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) yang akan melakukan seleksi dan pengisian JPT harus mendapatkan persetujuan KASN. Setelah semua syarat terpenuhi, KASN menerbitkan surat rekomendasi melalui aplikasi Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (Sijapti). Koordinasi cukup dengan aplikasi yang tersedia atau video conference.

Surat edaran juga secara tegas mengatur, untuk mutasi internal dan eksternal dapat dilakukan jika telah menduduki JPT selama minimal setahun sejak dilantik.

Dengan temuan itu, beberapa pejabat yang belum menduduki jabatan setahun tapi dirotasi ke OPD lain harus dikembalikan. ”Itulah aturannya,” tegas Sumardi, saat itu. (ili/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dewan Mataram Sorot Kualitas Makanan untuk Pasien Korona

Pansus pengawasan covid DPRD Kota Mataram mengkritisi penanganan pasien di Wisma Nusantara (Wisnu). ”Pas kunjungan ke sana, kita tanyakan beberapa hal. Salah satunya soal makanan,” kata Ketua Pansus Abdurrachman,

Ke Praya Tak Pakai Masker, Siap-siap Dihukum Push Up

Menurunnya kesadaran warga menggunakan masker membuat jajaran Polres Lombok Tengah menggelar razia. “Kami sasar pasar-pasar dan pusat pertokoan di wilayah Praya,” kata Kasatnarkoba Polres Loteng Iptu Hizkia Siagian, Jumat (10/7).

JPS Gemilang III Segera Disalurkan, Mudah-mudahan Tepat Sasaran

antuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang tahap III segera disalurkan. Gubernur NTB H Zulkieflimansyah meminta penyaluran JPS yang terakhir ini dilakukan tanpa cela.

Pemerintah Janji Bantu UMKM NTB Terdampak Korona, Ini Syaratnya

encairan bantuan Rp 800 triliun bagi UMKM dan IKM masih menunggu petujuk pemerintah pusat. ”Kita tunggu petunjuk teknisnya dari kementerian koperasi UKM,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB Wirajaya Kusuma, Jumat (10/7

Kompak Lawan Korona, Kelurahan Cakra Timur Bertahan di Zona Hijau

Kelurahan Cakranegara Timur patut dicontoh. Saat keluarahan lain di Kota Mataram zona merah Covid-19, justru Cakra Timur berada pada zona hijau. Strategi para pemimpin di wilayah ini membuat virus Korona tak berani mendekat. Apa resepnya?

Berkurban di Masa Korona, Ini Fatwa MUI

Jumat (10/7) malam Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa terbaru bernomor 36/2020 tentang salat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban. MUI di antaranya meminta kegiatan penyembelihan tidak tekonsentrasi pada saat Idul Adha saja.

Paling Sering Dibaca

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Duka di Lombok Utara, Suami Tewas Tergantung, Istri Tergeletak di Ranjang

Warga Dusun Sumur Jiri, Desa Santong Mulia, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, geger. Pasangan suami istri (pasutri) berinisial S, 25 tahun dan R, 20 tahun ditemukan tewas di dalam rumahnya, Minggu malam (5/7).

12 Karyawan Bank di Cilinaya Mataram Positif Korona

Di Kelurahan Cilinaya misalnya. Di sini tercatat ada 12 karyawan salah satu bank terpapar virus Korona. “Sebenarnya hanya satu. Namun setelah kita tracing, menjadi 12 orang yang positif,” kata Lurah Cilinaya I Gusti Agung Nugrahini, Kamis (9/7)

Pakai Narkoba, Satu Anggota Polisi Ditangkap di Mataram

Tim Subdit II Ditresnarkoba Polda NTB menangkap jaringan narkoba di salah satu hotel di mataram dua pekan lalu. Sebanyak empat orang berinsial E, LA, AD, dan SL. “E adalah polisi aktif, LA dan AD pecatan polisi, SL warga sipil,” kata Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, kemarin (10/7).

PKS Berpeluang Kocok Ulang Figur di Pilbup Lombok Tengah

Peta kekuatan politik Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) di Lombok Tengah (Loteng) tampak berimbang. Ini terlihat dari hasil survei yang dilakukan PKS bekerja sama dengan Olat Maras Institute (OMI).
Enable Notifications.    Ok No thanks