alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

Rastra untuk NTB Akan Dihapus

MATARAM-Ke depan masyarakat NTB tidak akan lagi menerima beras sejahtera (rastra). Sebab bantuan beras itu akan diganti Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Dengan pola itu tidak akan ada lagi beras yang  dibagi rata.

Saat ini hampir semua daerah sudah beralih menggunakan sistem BPNT. Kecuali Kabupaten Sumbawa dan Bima. Hanya dua daerah itu yang belum siap beralih dan masih menggunakan jatah rastra.

Kepala Dinas Sosial Hj Wismaningsih Drajadiah menjelaskan, konversi rastra ke BPNT dilakukan bertahap sejak 2017. Dimulai dari Kota Mataram pada Februari 2017, kemudian Lombok Timur pada Oktober 2018, menyusul Kabupaten Sumbawa, Kota Bima, dan KSB bulan November  2018. Sementara Lombok Barat, Lombok Tengah dan Lombok Utara melakukan konversi rastra ke BPNT Juni 2019 lalu.

“Bima dan Sumbawa belum karena belum siap datanya,” ujar Wismaningsih, kemarin (25/7).

Setelah beralih menggunakan BPNT, warga tidak menerima bantuan dalam bentuk beras lagi, namun uang untuk membeli kebutuhan pokok. ”Ke depan bantuan tidak dalam bentuk rastra lagi, semua pakai non tunai,” jelas Wismaningsih.

Terkait data yang diungkapkan Badan Pusat Statistik (BPS) NTB, pihaknya harus mempelajari kembali. Sebab hampir semua daerah kini sudah menerapkan sistem BPNT. Tapi bila BPS meneliti tahun 2018 maka wajar, sebab tahun lalu beberapa daerah belum berpindah ke sistem BPNT.

Sebelumnya, Kepala BPS NTB Suntono mengungkapkan, penurunan angka kemiskinan NTB sangat sedikit per Maret 2019 yakni 0,07 persen. Penyebab utamanya adalah faktor makanan, sehingga penyaluran bantuan rastra dinilai kurang tepat sasaran. Selain beras dibagi rata data penerima juga kurang valid, banyak orang mampu justru menerima.

Wismaningsih menegaskan, BPNT merupakan solusi menghindari bagi rata yang terjadi selama ini. Aparat desa tidak mungkin membagi lagi bantuan itu, sebab bantuan sudah langsung masuk ke rekening keluarga penerima manfaat (KPM). Uang itu digunakan untuk membeli kebutuhan pangan sehari-hari di e-warung yang disediakan di setiap daerah. ”Artinya bantuan itu sudah tepat sasaran,” katanya.

Wismaningsih menilai, sistem BPNT sangat efektif. Sebab tidak ada celah bagi siapa pun membagi rata bantuan pangan itu. Warga yang memegang kartulah yang bisa membelanjakannya. ”Program ini bagus, sebagian besar masyarakat merasa senang,” katanya.

Tidak hanya warga penerima bantuan, dalam sistem BPNT banyak pihak mendapatkan untung. Mulai pengelola e-warung yang menjual kebutuhan pangan, hingga perbankan. Bantuan itu kembali berputar di tengah masyarakat dan menggairahkan ekonomi. ”Beras yang disiapkan juga beras dalam kondisi yang bagus,” katanya.

Terkait data penerima yang tidak valid, pemkab terus melakukan validasi data, termasuk data Program Keluarga Harapan (PKH) datanya terus berubah. Validasi tetap dilakukan sesuai kondisi masyarakat. Perbaikan data tidak pernah berhenti dari tingkat desa hingga provinsi. ”Pendataan jalan terus,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) NTB I Gede Putu Aryadi menekankan, pihaknya mendorong pemerintah kabupaten memperbaiki data-data penerima bantuan. Data yang tepat akan mempercepat pengentasan kemiskinan di NTB. Beberapa waktu lalu, mengumpulkan pejabat kabupaten/kota dan mendapat pencerahan dari BPS terkait pentingnya basis data terpadu.

”Program NTB satu data satu peta akan memudahkan pelaksanaan program sehingga tepat sasaran,” tandasnya. (ili/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Jasa Raharja NTB turut Berpartisipasi Meriahkan Hut Lantas Ke-65

Sebagai bentuk koordinasi dan memperkokoh sinergi Kepala Cabang Jasa Raharja (JR) NTB bersama jajaran, Selasa (22/9) turut serta memeriahkan puncak HUT Lalu Lintas Bhayangkara Ke-65.

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Menag Positif Korona, UIN Mataram Langsung Instruksikan Pegawai WFH

”Pegawai UIN Mataram semaksimal mungkin, agar bekerja dari rumah menyelesaikan tugas masing-masing,” tegas dia.

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks