alexametrics
Jumat, 25 September 2020
Jumat, 25 September 2020

Karya Anak NTB Dipakai Kemendikbud

MATARAM-Indonesia adalah negara yang rawan bencana. Berbagai bencana melanda sepanjang tahun, termasuk NTB. Seperti gempa yang memporak-porandakan Lombok-Sumbawa.

Karenanya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengembangkan program satuan pendidikan aman bencana sebagai salah satu bentuk mitigasi bencana. Hal itu ditandai dengan peluncuran Aplikasi Sistem Informasi Monev Satuan Pendidikan Aman Bencana (SIM SPAB) di Hotel Astoria, kemarin (26/2).

Dalam peluncuran aplikasi itu, Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengaku kagum dengan anak-anak muda NTB. Aplikasi SIM SPAB merupakan karya anak NTB  yang diterapkan Kemendikbud. “Anak-anak muda NTB hebat, bisa menunjukkan jati diri di tingkat nasional, ini sangat membanggakan,” katanya.

Aplikasi SIM SPAB memberikan pendidikan kebencanaan khususnya bagi tenaga pendidik dan siswa. Aplikasi itu akan memberikan kemudahan bagi Dikbud dalam mengumpulkan data sekolah-sekolah yang telah memberikan edukasi mitigasi bencana bagi guru dan siswanya. Data tersebut menjadi acuan bagi pemerintah dalam mengambil kebijakan penanganan dan pencegahan bencana di masa akan datang. “Jangan sampai setelah dilaunching tidak diisi dan dimanfaatkan dengan baik,” imbuhnya.

Rohmi mengajak seluruh kabupaten/kota memanfaatkan aplikasi tersebut. Harapannya, pemda mengerti dan lebih memahami proteksi dan mitigasi bencana di masa yang akan datang. Sekolah harus menjadi tempat yang aman bagi siswa dan guru. Aplikasi itu sekaligus mengedukasi masyarakat tentang bencana.

“SIM SPAB memberikan gambaran secara detail dan realtime keterlaksanaan dan kesiapan dari semua jenjang untuk menghadapi bencana,” kata Lalu Lian, CEO Lumbung Inovasi kolaborator Kemendikbud.

Aplikasi SIM SPAB memiliki kelebihan karena dapat melakukan pertukaran data untuk instansi yang memiliki sistem dan ingin memanfaatkan data. “Kami menerapkan automatik analisis data, karena selama ini data yang dikumpulkan sangat lama karena dilakukan secara manual,” kata Lian. (ili/r7)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Catat, Kampanye Undang Massa Bisa Dipidana

Seluruh calon kepala daerah yang akan berlaga dalam Pilkada serentak di tujuh kabupaten/kota di NTB telah ditetapkan, kemarin (23/6). Hari ini, para calon kepala daerah tersebut akan melakukan pengundian nomor urut. Kampanye akan dimulai pada 26 September. Seluruh kandidat harus hati-hati berkampanye di masa pandemi. Sebab, mengundang massa dalam kampanye bisa dikenakan pidana.

Dua Sopir Bupati Lotim pun Positif Tertular Covid-19

PELACAKAN kontak erat Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy yang positif terinfeksi Covid-19 masih terus dilakukan. Hingga kemarin, dari kontak erat yang telah menjalani uji usap atau swab, dua orang sopir Bupati Sukiman telah dipastikan positif Covid-19.

Dua Jempol untuk Penanggulangan Covid-19 Desa Bentek Lombok Utara

Desa Bentek meraih juara satu Kampung Sehat di Kecamatan Gangga, Lombok Utara. Berada di pintu masuk Kecamatan Gangga, desa ini memang dua jempol. Bidang kesehatannya oke. Bidang ekonominya mantap. Sementara bidang ketahanan pangannya juga menuai decak kagum. Pokoknya top!

Disdag Kota Mataram Gelar Pasar Rakyat, Warga Antusias

”Kami berterima kasih pada pihak Disdag karena kebutuhan rumah tangga bisa diakomodir sekaligus di sini dengan harga terjangkau,”  kara Nasrullah, lurah Pagutan Barat.

Dapodik Versi Terbaru Buat Bingung, Dikbud NTB Latih Operator Sekolah

Kami rancang untuk yang pulau Lombok dulu,” kata Kepala Seksi  GTK SMK Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Dikbud NTB Mu'azam, Rabu (23/9/2020).

SMK di NTB Mulai Persiapan Ikuti LKS Tingkat Nasional

”Siswa yang ikut, sedang menjalani training center (TC),” kata Kepala SMKN 3 Mataram Ruju Rahmad, Rabu (23/9/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Sutradara Trish Pradana, Angkat Kisah Mohan ke Layar Lebar

Sutradara Trish Pradana tak henti melahirkan karya. Di tengah Pandemi Korona ini ia kembali ke balik layar menuntaskan film baru bertajuk "Mohan". Ini merupakan film yang diangkat dari kisah hidup Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana sewaktu remaja.
Enable Notifications    Ok No thanks