alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

GNE Di-deadline 60 Hari, Kembalikan Temuan Inspektorat Rp 2,6 Miliar

MATARAM-Inspektorat sudah merampungkan hasil audit investigasinya. Lembaga auditor internal Pemprov NTB itu menemukan nilai piutang macet di PT Gerbang NTB Emas (GNE) mencapai Rp 2,6 miliar lebih.

Temuan itu harus dikembalikan dalam waktu 60 hari setelah laporan hasil pemeriksaan (LHP) diterima. Bila tidak, temuan piutang itu akan menjadi temuan kerugian daerah. ”Direkomendasikan manajemen GNE menarik piutang macet tersebut,” tegas Inspektur NTB H Ibnu Salim, kemarin (26/3).

     Dana itu menurutnya sangat dibutuhkan PT GNE untuk menghidupkan perusahaan. Karena itu tidak ada pilihan lain, mereka harus menarik tagihan itu dari rekanan agar bisa dipakai untuk pengembangan usaha. ”Setelah itu (60 hari) terserah manajemen bisa minta bantuan JPN atau tidak,” kata Ibnu.

     Terpisah, Plt.Direktur Utama PT GNE Ahmad Jaelani menerangkan, terkait temuan Inspektorat, pihaknya akan menyerahkan ke konsultan hukum terhadap pihak-pihak yang ada dalam temuan itu. Sehingga dana Rp 2,6 miliar itu bisa kembali. ”Kami sudah konsultasi dengan Inspektorat dan diberikan waktu 60 hari,” katanya.

   Dengan waktu 60 hari, ia optimis bisa menagih semua piutang tersebut. Namun tergantung bagaimana hasil konsultasi tim konsultan hukum GNE dengan pihak-pihak yang bertanggungjawab atas temuan itu.

Benahi Internal GNE

    Meski saat ini sedang dilakukan perombakan, namun usaha-usaha GNE tetap jalan. Tidak ada yang terganggu. Selama belum ada pemimpin baru dia diberikan amanat memimpin perusahaan daerah tersebut.

Sebelum ditunjuk direktur utama baru, saat ini ia tengah fokus melakukan penataan di internal GNE. Mulai dengan menertibkan aset-aset GNE, kemudian mengembalikan struktur organisasi perusahaan, menempatkan sumber daya sesuai tempatnya, serta pengelolaan keuangan satu pintu. Tidak ada lagi pengelolaan keuangan sendiri-sendiri di unit usaha. ”Itu untuk mencegah kebocoran anggaran,” katanya.

            Ia juga menekankan agar semua karyawan meningkatkan kedisiplinan. Karyawan bekerja sesuai jam kerja dan istirahat dan jadwal pulang. Sehingga kinerja perusahaan benar-benar bagus. ”Saya menekankan pembayaran transaksi di atas Rp 50 juta harus ditransfer melalui Bank NTB,” katanya. (ili/r7)  

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

HARUM Goda Pemilih Millenial Lewat Lomba Film Pendek dan E-Sport

Bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mencoba menggoda pemilih milenial. Caranya, dengan menggelar film pendek dan e-sport. "Orang yang menggeluti dunia film tidak banyak. Bagi sebagian orang ini ekslusif. Prosesnya panjang," kata Mohan Sabtu malam (19/9) lalu.

Cerita Shaina Babheer saat Memerankan Sosok Kikin dalam film MOHAN

Shaina Azizah Putri dipilih untuk memerankan sosok Kikin Roliskana dalam film pendek berjudul "Mohan". Ini menjadi tantangan baru bagi dara yang sudah membintangi beberapa sinetron dan FTV nasional ini.

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Korem 162/WB Gelar Bakti Sosial di KEK Mandalika

Sejumlah kegiatan bakti sosial di gelar Korem 162/WB dalam rangka menyambut HUT TNI ke-75 di Loteng. “Terima kasih TNI karena menggelar salah satu rangkaian HUT-nya, di daerah kami tercinta,” ujar Asisten II Setda Loteng H Nasrun, kemarin (18/9).

Dugaan Korupsi Pembangunan RS Pratama Dompu Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama Manggelewa, Dompu, tahun 2017 sebentar lagi rampung. ”Kira-kira dua minggu lagi kita naikkan ke penyidikan,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hasil Uji Diragukan, Dua Merek Alat Rapid Test asal China Dipakai di NTB

MATARAM-Dua dari tiga merek alat rapid test yang diragukan akurasinya dipakai di NTB. Yakni VivaDiag dan Wondfo. ”Itu kami dapat bantuan dari pusat, silahkan...
Enable Notifications    Ok No thanks