alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Jangan Abaikan Mitigasi Bencana

MATARAM-Pengembangan destinasi wisata tidak boleh mengabaikan aspek mitigasi bencana. Serangkaian bencana yang menyebabkan wisatawan meninggal sudah cukup jadi pelajaran. Kini saatnya pengembangan destinasi memperhatikan aspek keamanan.

”Destinasi wisata harus dilengkapi perlengkapan safety untuk bencana, agar wisatawan nyaman,” kata Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih dalam kunjungan kerjanya di Dinas Pariwisata NTB, kemarin (26/3).

Masalah bencana harus menjadi perhatian serius semua pihak, termasuk pengembangan sektor pariwisata. Wisatawan harus dilindungi agar mereka merasa aman datang berlibur. Hal itu menjadi keniscayaan karena Indonesia berada di lingkaran cincin api gunung berapi.

Ia menjelaskan, kedatangan Komisi X ke NTB karena beberapa waktu lalu pemerintah merevisi target devisa dari USD 20 miliar menjadi USD 17 miliar lebih. Penyebab utamanya adalah bencana, NTB merupakan daerah dengan potensi pariwisata besar dan ditimpa bencana. Semua sektor terdampak termasuk pariwisata. ”Tapi kami mengapresiasi upaya bangkit dari pemprov,” kata politisi PKS itu.

Setelah berdialog dengan dispar, Komisi X yakin NTB sangat siap untuk bangkit. Tapi ada persoalan lain yang ditemukan, yakni penurunan wisatawan domestik ke NTB bukan karena bencana, tetapi disebabkan harga tiket dan bagasi yang mahal.

Kondisi itu sangat memukul sektor pariwisata di NTB. Persoalan itu harus segera diperbaiki, Kementerian Pariwisata perlu berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan. “Masalah ini tidak hanya terjadi di NTB tetapi juga daerah lain,” katanya.

Fikri meyakinkan, NTB saat ini sudah aman dikunjungi. Ia melihat proses pemulihan berjalan cepat dan semangat masyarakatnya untuk bangkit cukup bagus. Tinggal Kemenpar mempromosikan ke dunia luar bahwa NTB sudah aman. ”Kita harus menyakinkan penduduk dunia ini bahwa NTB aman,” katanya.

Kepala Dinas Pariwisata NTB H Lalu Mohammad Faozal menambahkan, dukungan promosi dari pusat sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kembali kunjungan wisatawan ke NTB. Membangun kepercayaan publik menurutnya tidak murah dan butuh upaya yang lebih masif. Sehingga dibutuhkan dana besar. Di situlah peran pusat. ”Saya ingin sekuat-kuatnya berpromosi,” katanya. (ili/r7)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks